
Shireen adalah pemangsa terbaik di air,sementara duyung tidak sama seperti shireen,sisik dan ekor mereka lebih cantik,mereka juga ramah terhadap bangsa lain di air tapi tidak dengan shiree,yang jika di air tujuan mereka adalah KILL ,membunuh atau terbunuh.dan bagaimana jika luas sosok ini menyatu sepertinya tidak akan mungkin tapi telah terjadi sampai permusuhan tiba.
" Lihatlah duyung anak ini muncul di hadapanku"
kata-kata itu membuatnya berhenti melangkah, sorot matanya langsung berubah tajam di Kala malam itu. Indra penciumannya menciumi sekeliling termasuk tubuh laki-laki itu.
__ADS_1
" Aku membenci satu dari sejuta kalian" kalimat tanpa jeda itu mendinginkan suasana malam di mana rembulan itu menaburkan cahayanya di bawah mereka.
"ahaaa Lihatlah kau masih membutuhkan manusia dasar Predator lemah" satu tangannya naik menarik rambut coklat panjang milik Ayasa giginya menyerengai kesakitan dan dia tidak lemah dengan hal itu. menyerang mengeluarkan suara bangsa Duyung dengan Shireen ketika kesakitan dan
dengan hal itu tangannya dengan cepat memegang tangan laki-laki itu lilitan yang sangat sakit seperti polisi menangkap penjahat dengan tangan di belakang.
__ADS_1
tidak banyak kisahnya seorang Ratu ditinggal mati oleh raja dengan senjata Shireen di tengah pertaruhan air.Raja Siren sangat kuat beserta prajuritnya tidak ada alasan Di mana mereka menang. di tengah kesedihan Bulan Purnama itu, Reiga tidak pernah berhenti mengejarnya Paras cantik lalu melekat di wajahnya, siapapun hanya mengaguminya ,dan cara gila itu langsung terlintas di pikirannya, pengawas di sana sangat bodoh tidak menjaganya dengan kesedihan itu. bayi kecil pun lahir di dunia laut itu tanpa aba-aba.kehadiran putri cantik kecil membuat kerajaan diantara mereka bertarung seperti dulu lagi walaupun membencinya ia takkan membiarkan Raeiga mengambilnya walau dia menyayanginya akan tetapi para rakyatnya sangat membenci kehadiran sosok putri berparas cantik dan manis itu. bagaimana tidak persatuan di antara kerajaan itu menyatu dengan rasa membenci tapi tidak dengan Reiga dia hanya memanfaatkat kejadian itu.
" Aku membenci Reiga raja kalian"
" tidak ada pertaruhan jika kau tidak hadir"
__ADS_1
kuku- kuku panjang miripnya muncul begitu saja menunjukkan sisi shireen miliknya. air laut yang dingin itupun bersuar, badannya masuk ke sana bersamaan dengan gadis itu, dua ekor dengan sisik tajam melekat di sana. suara auman mereka seperti ikan piranha menggertakkan giginya,kibasan ekor bertaut dengan gerakan air ke arah badan laki-laki itu. pembicaraan mereka tidak pernah ada kecuali auman marah dari mereka masing-masing,ikan-ikan yang ada di sana lebih memilih melarikan diri mereka masing-masing. cakat tajam pun mengoyakkan bahunya darah mengalir di sana perempuan itu langsung mengaum kesakitan, dia langsung mengibaskan ekornya kini ke arah wajah Achel, karena telah lelah untuk bertarung dirinya pun yakin dia tidak akan pernah bisa. wajahnya memperlihatkan di tengah lautan di atas Rembulan sontak baru saja ia menghirup udara rambutnya yang panjang terurai ditarik ke dalam begitu saja hingga dia mengaum untuk kesekian kalinya. matanya menyorot perut milik laki-laki itu di sana Achel mendapatkan cakaran yang sangat besar hingga dia langsung menyerah begitu saja dan berenang ke arah daratan Ayasa dengan cepat berenang mengikutinya satu auman keras milik Achel mendengus telinga meyakinkan Dia sangat kesakitan pada malam itu.