AYASA

AYASA
martabak (45)


__ADS_3

"AHSAN BANGUN WOY,TIDUR MULUU"teriakan di depan pintu karna,membuat sosok yg ada di kar itu pun langsung terbangun dari tidurnya.


"iya,iya wak uceo,bising banget!"


"bima,serapan,suruh bunda"gadis itu berteriak memnaggil pria yang kini tengah berdiri di lorong kamar abangnya,yang sibuk juga membangunkan makhluk dunia itu.


"Roti bakar itu,enaknya selai nya stroberi"


"kamu suka ya!"


"iya dong,enak banget soalnya"


"MANJA"satuirikan tajam terlambat di kedua mata milik ahsan yang seakan iri kepada mereka berdua.


1 mobil merah CIVIC melaju dan melintas berjalan menghilang dari halaman rumah ity yang dihiasitaman depan serta rooftoop atap yang santai,atasan berjalan menatap figira cantik yang melekat di dinding rumah itu yang dihiasi dengan walpaper minimalis .matanya berbinar dan senyuman kecil terbit di bibir mungil miliknya.


"bahagia itu cukup dengan seperti ini saja ya"perlahan senyuman itu pun semakin cantik nan manis yang terukir di wajah miliknya.


"Ayasakenapa senyum senyum"


"bunda,fhoto keluarga ini,atasan ingin juga"


"iya sayang,"kasih sayang kini selalu saja menyelimuti hidup gadis yang berusia 18 tahun itu.


"owh iya,bunda udah daftar kamu di universitas sama dengan abang ahsan dan bima"


"serius bunda"


"iya sayang bunda,besok kamu pergi sama abang ahsan dan bima ok"


"ok bunda,ayasa sayang bunda"

__ADS_1


"bunda juga sayang"keinginan yang dari dulu ia inginkan kini tercapai,tidak ada yang tidak mungkin bukan.


"AHSAN,COBA KAMU ULANGIN YANG SAYA HELASIN TADI!"lamunan yang ia susun di dekat sudut jendela itu pun perlahan menghilang menjadi reaksi terkejut dengan panggilan teriakan itu,terlebih lagi nama nya ternyata di sana.


"2° celcius\=40 °"tawaan pun menyerang dirinya sendiri.


"DIAMMM"teriakan itu berhasil membuat mahasiswa dan mahasiswi di sana terdiam semua.


"sekarang berdiri di luar dengan satu kaki and jangan masuk ketika saya suruh mengerti!"


"ok buk,dasar doser cerewet"dasar anak ini berulah lagi dengan dosen muda yang setiap dengan kata cantik itu,lemparan heealsmerah berhasil ia cegah dari pandangan nya.


"pensiun gak asik banget jadi dosen"


"hay pak"


"yaampun san udah keberapa kali bapak lihat kamu"


" Makanya dengerin dia jelasin yaudah duluan San Bapak mau ngajar lagi"


" Sip,pak" anjungan jempol juga ikut membalasnya


" Ahsan kaki kamu harus tetap naik"


" Iya Iya bawel"


" hari ini ada waktu nggak Bima?"


" gak ada!"


" Emang penting banget ya"

__ADS_1


" Iya dong,Ya jelas lah!"


" sama siapa?"


" pacarnya lah jelas!"


sambar Ahsan sambil mencari mobilnya dengan kunci mobil di tangannya.


" Sejak kapan!"


" tahun lalu juga udah punya"


sambar Ahsan lagi dan menyuruh adiknya itu masuk ke mobil.


" kalau kamu berubah pikiran telepon aku ya"


teriaknya ketika mobil merah itu pergi menghilang melintas ke arah parkiran.


" sewot banget lo Bang!"


" Biarin cewek cantik sekarang banyak tapi cewek yang ngertiin kita 25% Bim!"


" iya iya deh" kliningan muncul saja tiba-tiba di dalam mobil mereka seakan seperti selesai topik pembicaraan makhluk yang di dalam mobil itu.


" berhenti!" sahut bima pelan dengan ekspresi diingin memang seringkali seperti itu wajahnya dan cara pembicaraannya Tapi dibalik itu semua Dia adalah pria yang hangat.


" mau beli martabak"


" buat siapa?"


" bunda dan ayasa"

__ADS_1


pria itu keluar dari mobilnya kaos memang tidak biasa saja tapi tidak ketika ia memakainya kaos biru tua dan lengan panjang sedikit ia gulung ke atas lengannya,dada bidang miliknya seperti atletik saja tidak heran semua cewek lebih menyukainya hidung mancungnya membuatnya lebih sempurna kata yang tajam terlalu melekat ketika ia menatap seseorang,alis tebal yang melekat, Yah menurutku Dia Sempurna Aku bahkan mencintainya Bima Satria.


__ADS_2