
Hay readers sebelum baca aku ada pantun nih buat yang ldr ahaa serius
nona cantik jualan jamu
jamu diminum rasa mengkudu
walau kita jarang ketemu
tetap kamu yang di hatiku
meledak Haaaa
MALAM 22.30
sudah cukup malam untuk itu bertemu dan menyelesaikan masalah ini
"bunda,aya sama bima pergi sebentar ya"kata ayasa memohon ke pada bunda yang sedang membaca majalah di ruang tengah
"sudah malam,jangan lama lama"jawab bunda sambil melihat ke arah wajah ayasa
"siap bun"jawab bima,berjalan dan meninggalkan pandangan ke arah belakang memasuki mobil dan menelusuri jalanan malam ini,ayasa hanya terdiam dan menatap wajah bima dari arah samping
"kenapa terus menatap face ku"sahut bima dengan malu
__ADS_1
"sempurna,melebihi pangeran laut"jawab ayasa yang membuat bima langsung menoleh ke arahnya,sontak ayasa membuangkan muka nya dari tatapan pria itu
"emang,bisa gitu ya"
"bisa dong,aku akan menunjukkan nya nanti"jawab ayasa sambil tersenyum ke arah bima,perjalan tidak lah memakan banyak waktu karna tempat tinggal mereka agak dekat dengan kisaran pantai,laut,sungai,bahkan teluk yang kian bicarakan
"kiannnnnnn"jerit ayasa pada saat itu dan tidak ada satupun orang disana karna sudah ingin larut malam
"disini"jawab kian sambil melambaikan tannganya itu yang membuat cahaya biru terang keluar dari arah telapak tangan nya itu
"tidak mudah mencari mu,jika kau tidak melambaikan tangan"celetuk ayasa sambil menyengir,rambut yang terurai panjang,dengan dress berwarna putih bercorak bunga pink itu pun terombang ambing dengan angin yang meniup pakaian nya itu serta rambut ke tiga itu pun juga,pria tampan untuk 1 wanita.
"lihatlah kamu masih sangat sempurna di mataku bima"celetuk ayasa sambil melirik ke arah kian yang dari tadi masih terdiam
"Iya,aku akan pergi bersamamu"ujar ayasa sambil jinjit dan melihat ke arah belakang rambut kian
"rambut mu bagus"celetuk ayasa
"mau kemana"ujar bima
"mau mencari info tentang aku,pulanglah duluan jika kamu lelah menungguku bima"ujar ayasa sambil mencium pipi bima yang langsung memerah dan perlahan berjalan ke arah air bersama kian dan menjauh dari pandangan bima
"selalu saja begini"celetuk nya sambil memanfaatkan air teluk yang berwarna biru cerah itu diterpa oleh sinar rembulan
__ADS_1
"terlalu bodoh menganggap semuanya baik baik saja,dasar dua insan"celetuk bima lagi sambil berjalan dan memasuki mobilnya dan beristirahat didalam nya
"ekor mu cantik kau tau"
"aku mengetahui nya,diamlah"jawab ayasa dengan datar
"seperti nya kau belum ngantuk gress"ujar achel sambil mengelus rambut gress dengan lembut,yang sedang memandangi cermin di ruangan kamar achel
"tidak jadi pindah kamar,atau pisah kamar"celetuk achel dengan menggoda,
"kau kira,kamar lain cukup untuk nuansa ku"jawab gress dengan marah dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut di atas tempat tidur
"kesukaan mu,terlalu mewah untuk itu,jika niat pergilah,nyatanya kau ingin ku terkam"jawab achel sambil membuka baju tidurnya,menampakan roti sobeknya di bagian perutnya hanya masukkan celana tidur panjang berwarna hitam,
"aku muak dengan sandiwara mu"jawab gress dan berbalik badan
"iyakah jika mencobanya tidak ada kata muak bukan,sayang ku"jawab achel sambil menaiki tempat tidur dan menarik selimut yang gress tutupin untuk tubuhnya itu
dengan gaya seksi nya dia menarik gresik kedalam dekapannya,yang selimutnya sudah jatuh di bawah dan terlepas dari genggaman gress
"pergilah jangan mengganggu malam ku"celetuk gress sambil memukul dada achel
"malam mu,malam ku juga"jawab nya sambil mencium bibir gress tanpa henti sampai gress lelah dengan semuanya,menarik ikatan pita putih yang menempel di dada gress,terbuka hanya satu jarinya achel
__ADS_1
"ini bagus,kau merawatnya,untukku"celetuk achel sambil memainkan jarinya dan masuk ke dalam baju yang dikenakan gress,ingin melawan tapi yah sudahalh,terhanyut dalam pikiran malam ini.