
Jam dinding berbunyi menunjukan pukul 17.00,sore bunga bermekaran di halaman depan rumah,yang membuat suasana indah nan sejuk dengan warna wan yang sedikit berubah warna menjadi orange,sesya keluar dari rumah dan mengambil hanpone nya dari dalam laci meja mini di ruang tidur nya itu,menekan beberapa teks chat disana
*kapan,lo ceraikan dia chel*
*gue harap lo masih,pegang janji lo ke gue*
mengirim sebuah pesan yang bercentang satu ke no itu,dengan geramnya ia menggenggam kuat hanpone miliknya dan mengayunkan tubuhnya di atas kursi ayunan yang sedang ia duduki sekarang.
"sialan,bisa bisanya gue percaya"celetuknya sambil menenangkan dirinya sendiri dengan menatap chat yang baru saja ia kirim ke pada achel
Menganggap semuanya santai dengan keadaan,ayasa masuk ke dalam rumah bersama bima,sementara lelaki itu masih meninggalkan perasaan heran,bisa saja kekuatannya ayasa semakin besar dan aku jauh tidak sebanding dengan kedudukannya,gadis itu menoleh kebelakang dan menatap ke dua mata milik laki laki itu,dengan mata yang masih terheran
"seterusnya,aku akan berhasil menjagamu"ujar bima sambil masuk ke kamar untuk mandi
senyum tipis terukir di wajah ayasa yang cantik nan manis itu,ia juga masuk ke kamar untuk membersihkan badannya
"ahsan,nanti ke toko bunda ya,cek produk"ujar bunda yang sedang berada di lantai 2
__ADS_1
"siap bos"jawab anak laki laki itu sambil membereskan dirinya dan lalu mengambil kunci mobil dan berjalan ke arah toko butik milik keluarga itu
"tant.....,ehy gue kira tante mutia"celetuk nabilla sambil tersenyum kecut dan menghitung uang kasir
"and kalo gue lo gak suka gitu"
"menurut lo?"
"ahaaa,mata kamu terlalu jujur bil"
"gue lihat,dress vayer banyak yang habis,dan hels brow juga,sama tas fryor"cakup nabilla sambil berjalan mendekati ahsan yang sedari tadi melihat ke arah outfit di toko ini
"gak ngerti gue,catat"
"semua lo,emang gak ada yang ngerti"celetuk nabilla sambil mencondongkan tubuhnya ke arah ahsan dan hampir tidak ada jarak di dekat mereka
"setidaknya lo tau,kenapa susah"jawabnya sambil menarik pelan rambut nabila dan berjalan meningglkan perempuan itu
__ADS_1
"dasar cowok stress, SIM mati lo kubur"tawanya membuat ahsan menoleh ke arah nya
"iya,kan toh juga udah mati,sekalian lo gue kubur"balasnya dengan melontarkan senyum liciknya
ahsan berjalan mengitari toko butik itu sambil melihat beberapa patung yang outfitnya sudah di beli pelanggan lain,dengan jahilnya ia memegang dada dari patung itu,nabilla yang melihatnya hanya terbelalak lebar dan menutupi dadanya dengan kedua tanganya
"geli,gak usah gila san"
"makanya lo pakaikan baju"
"baju naon,habis"
"sudahlah pulang sana,gak usah tambah buat aku gila lah"celetuk faris iru sambil menyerahkan catatan baju baju yang telah habis itu,dan meyodorkan nya ke arah ahsan
"setidaknya baju mu letakkan,mata ku rusak walaupun patung,untuk tidak lo"ahsan pergi meninggalkan toko butik itu dengan membelakangi wajah nabilla dengan punggung belakangnya itu
"bisa bisanya,dia stress ngajak gue,salah minum susu mungkin dulu"sahut nabilla sambil memijat tengkuk bagian lehernya,karna lelah.
__ADS_1