AYASA

AYASA
flower (39)


__ADS_3

Air laut menggumpal,ditepi pantai,ikan lumba lumba menari diatasnya,masih menikmati suasana indah di pantai,pagi ini mereka tidak pulang hanya menunggu ayasa untuk naik kedaratan,menyambut kedatangannya walau cuaca dingin menerpa seluruh tubuhnya,rambut nan hitam tertiup oleh angin pantai,kaca mobil nya ia buka,untuk mendamaikan tubuhnya,entah sudah berapa laki laki itu terdiam di dalam mobil sendirian membuka hp dan mendengarkan lagu dari earphone.


sosok tubuh imut tampak muncul dari permukaan air pantai itu bersama laki laki tadi,ayasa menghampiri daratan dengan kian,laki laki yang sedari tadi berdiam diri di dalam mobil langsung tersadar dari lamunanya dan mengambil kain dari bangku belakang mobil,menghampiri ayasa,sangat perduli


"tunggu,pakai ini dulu"


mengangguk dan memakai nya


"sesuatu yang menjaga mu itu berharga"sahut kinan sambil berdiri dengan kedua kaki nya setelah ekornya berubah


"Terimakasih bima,kenapa masih menungguku"


"lebih baik,kita pulang sama"jawab nya sambil melirik mata ayasa,rambut kian yang masih basah itu terhuyut oleh gerakan angin,begitu juga dengan ayasa,sedari tadi bima dan kian hanya terdiam melihat sosok lawannya


"aku akan kembali,mengobrol denganmu aya"kian pun pergi dari sisi mereka dan berenang kembali menjadi seekor duyung


"setidaknya,jika ada masalah saja,jangan lebih"ujarnya cemburu sambil menarik tangan ayasa pelan masuk ke mobil


dunia itu luas dan jika memang bertemu lagi suatu saat berarti tuhan memang mentakdirkan kita,percayalah tuhan itu adil


*krieekkkkkk*pintu rumah terbuka dengan suasana sepi di dalamnya hanya lampu dapur yang menyala,


"sudah jam berapa"


"02.30 aya,tidur lalu bermimpi yang indah"mengelus rambutnya sambil menutup pintu depan rumahnya


"kamu juga bima"senyumnya melekat indah di wajah ayasa


tidak ada yang lebih indah jika kita bersama seseorang yang membuat kita nyaman,berpisah sampai di depan pintu,meninggalkan suara pintu terbuka

__ADS_1


"kamu,tidak lebih"sahut hatinya bima sambil membaringkan tubuhnya ke atas tempat tidur yang dingin itu.


"Aku gak pernah percaya dengan kedatangan perempuan itu kemari"ujar achel sambil sarapan pagi


"siapa?"


"kau"


"sial,enyahlah"


"sangat kasar bagiku,menghargainya"


serapan pagi diruang itu sungguh bising untung disana hanya masukkan mereka berdua.


ayasa selain suka air dia juga suka bunga,mendatangi taman bunga bersama bima,sangat indah,duduk di bawah pohon rindang nan cantik dengan bentangan kain kemah,menyakitkan beberapa snack diatasnya


"bagaimana dengan suasana ini"


"ingin sandwich"ujarnya sambil mengambil sepotong sandwich dan memeberikannya kepada ayasa


"bisa buatkan aku,yang ini untuk lain waktu bima"


"tentu ayasa"


perlahan ketenangan itu hilang ,ketika ayasa melihat achel juga disana bersama gress,ia memalingkan wajahnya ke arah wajah bima


"kenapa"ujarnya sambil melihat sekeliling


"tidak ada bima,tawarkan aku beberapa minuman manis"

__ADS_1


"berymarsh,ini sangat enak,ingin bersulang"


"tentu,"semua tata cara bahasanya sekarang sudah bisa jauh dikondisakan sebelum awal mereka bertemu


"tidak ingin melihat bunga lain aya"


"ingin"


mereka berjalan meninggal kan tempat mereka menyelusuri taman bunga indah disana,sangkik damainya,ayasa yang ingin mengetahui semua perihal itupun langsung berpisah dengan bima sosok laki laki yang sedari tadi didepannya,berjalan sendirian sambil menciumi beberapa bunga lavender ungu disana


"bagaimana dengan dendam mu"celetuk achel yang tiba tiba muncul dari arah belakang ayasa,ia segera memalingkan badan nya ke arah depan tempat suara itu berasal


"aku akan memusnahkanmu,siren"jawabnya sambil pergi meninggalkan achel,laki laki itu lantas menarik lengan tangan milik ayasa dengan kuat hingga memerah dengan cepat


"tidak bagus jika terus berlari duyung"achel menatap tajam iris mata milik ayasa yang berwarna orange menyala dengan sendirinya ketika ia sudah membenci seseorang itu terlebih keturunan yang membunuh kedua orang tua ayasa


"berhenti,mengicau,lepaskan tangan ku"bentak ayasa dengan nada kuat yang membuat orang lain melihat ke arah mereka


"maaf,sepertinya kau akan lebih daripada ini"jawab achel sambil melepaskan lengan ayasa,tapi dengan sedikit kekuatannya ia membuat dengungan suara lonceng ke arah telinga ayasa,yang membuat perempuan itu menutup telinganya dan berbalik ke arah belakang tempat achel tadi


"jangan marah,kenapa tidak bisa melawanku dengan hal kecil,dasar lemah"celetuk achel sambil mendekat ke arah ayasa dan menarik rambutnya,orang yang sekitarnya hanya menatap dan melihat kejadian itu,gerombolan itu membuat bima terpancing kesana dan langsung melihat ayasa bersama achel sedang berdiri disana


"why,kenapa menangis,ahaa kamu lucu"kata achel sambil mengangkat tubuh ayasa dengan cara rambut perempuan itu ditariknya ke udara


"see,pangeranmu datang"ujarnya kembali sambil menatap bima yang sedang mengepalakan ke dua tangannya bersiap memukul achel,dan sru pukulan mendarat di pipi laki laki itu dengan kuat,hingga cairan merah keluar dari mulut achel


"dasar manusia j*la*g"dengan emosi achel menatap perih mata bima


tetapi ayasa tau kekuatan apa selanjutnya yang dipakai achel,ia langsung memanggil ombak laut dan menepiskan matanya untuk sementara ia,cara fantasi yang hanya bisa dilihat ayasa dan dirasakan oleh achel yang kini tiba tiba pandangan matanya berubah buram

__ADS_1


"ayo pulang bima"sahut ayasa dengan santainya sebelum meninggalkan tempat itu,dan juga menghapus semua memory ingatan orang yang berada disitu kecuali bima,dan achel


__ADS_2