AYASA

AYASA
milk (37)


__ADS_3

Hujan berhenti dan mentari muncul


"gress,cepat siap siap"sahut berly bunda gress


berdiri dan melangkah maju ke arah kamar mandi,hari ini hari pernikahannya dengan achel,senang,sedih dan kecewa hanya sedikit senang nya,ini semua gara gara achel,menelan semua akibatnya kini nasi telah jadi bubur


"bisa tidak di undur aku belum siap"celetuk gress dari kamar mandi berteriak ke arah berly


"tidak,sebaliknya kau malu dengan keadaan perutmu yang semakin membesar"teriak bunda marah,gress hanya menangis sambil melihat ke arah perutnya itu,tidak tahan dengan semua ini rasanya malu dan benci ke pada.achel tapi senang karna impian menikah dengan achel sedikit lagi,


"uhh dasar memalukan"celetuk gress sambil mengomel menggosok giginya itu


mandi dan mandi,memakai handuk dan para perias pengantin mengetuk pintu,dan masuk ke kamarnya,berpakaianlah yang bagus walau begini hasilnya


"berapa bulan kandungan mu"sahut perias itu sambil merapikan baju pengantin yang gress kenakan itu,


"hampir 7 bulan"jawab gress dengan raut wajah datar tanpa senyuman sekalipun,acara ini tidak begitu mewah yang ia inginkan duduk di ruangan untuk keluarga itu mengumpul untuk acara akad nikah,berjabad tangan dengan penghulu di depan mereka,


"sahh"jawab semua saksi yang ada di acara tersebut

__ADS_1


"sepertinya akan ada acar nanti malam di kamar kita"bisik achel yang ada di kamar gress sambil beristirahat sebentar untuk membawa gress kerumahnya nanti malam


"dasar br*ngs*k,kau punya mata atau tidak"celetuk gress yang duduk di depan cermin itu di kamarnya sambil melepaskan aksesoris kepalanya


"perutmu,tidak akan sakit,usahakan memberikan sebuah hadiah"ujar achel tanpa rasa bersalah


"dasar kau,aku benar benar membencimu,tidak ingin sekamar dengan mu nanti malam"celetuk gress sambil keluar dari kamar.


RUMAH KEDIAMAN MEREKA


aku berharap aku menemukannya,menemukan tetes darah musuh kerajaan ku,


"tidak hari ini dan besok,karna libur"jawab bima sambil melihat layar PS dari balik punggung ayasa


"mau temani aku nanti malam gak"


"kemana?"


"sudah temanin aku ya"

__ADS_1


"iya aya"


rumah hari ini sunyi juga seperti biasa,bunda mengecek tokonya hari ini,eittss tunggu pasti kalian mikir apa hayo kalau rumah mereka sunyi,ahaaaa,iya iya nih.


"bima,makan dirimu"sahut ahsan dari ruang tv


"iya nanti,owh iya kamu sudah makan aya"tanya bima sambil memainkan rambut ayasa dari belakang


"sudah kok tadi,bimanya aja masih tidur"


mungkin tidak hari ini,ahsan membuka kulkas dan menuangkan susu ke dalam gelas kaca di atas meja sambil memakan sepotong buah apel berwarna merah,pintu kamar terbuka,ayasa langsung mengambil sepotong apel itu dari mangkuk di atas meja


"ini enak,manis"sahut ayasa sambil melirik ahsan


"memang enak,dan manis kayak kamu"jawab ahsan menggodanya,bima mengambil piring dan nasi serta duduk di atas meja makan sambil membuka tutup lauk di atas meja


"ahaaa,aku kan memang manis"keeh ayasa sambil membuka kulkas dan mengambil snack duduk disamping ahsan dan di depan bima,sambil mengucek ngucek matanya itu


"merah nanti aya"sahut bima sambil berdiri dan mengecek mata ayasa di condongkan badan nya sedikit,sampai wajah mereka tidak ada jarak sama sekali,memeriksa mata ayasa dan di tiupnya dgn lembut

__ADS_1


"jangan membuat adegan romantis disini"celetuk ahsan sambil meneguk susu.


__ADS_2