AYASA

AYASA
dasar kamu! (22)


__ADS_3

Ruangan yang damai kini berubah menjadi keadaan yang sangat berisik sampai terdengar di desir kuping bima,yang tiba tiba ia berdiri dari bangku nya


"bima,awas aja kalo kamu gak tanggung jawab ke aku"ngoceh nara yang langsung duduk dengan santai nya sementara orang disekitar nya bertanya tanya,karna krmbalinya nara ke dalam kelas dengan keadaan berantakan dengan gigitan di lehernya,


"ngomong itu gosah ngaco lo,end gak usah pakai acara godain gue di kamar mandi,gak guna juga"celetuk bima sambil berdiri ke arah nara yang masih duduk sambil menulis catatan nya


"nara,bima keluar sekarang" tegas dosen laki laki yang berdiri disana,dengan cepat bima berjalan ke arah luar,kelas nya begitu juga dengan nara


"apa,sekarang apa lagi"celetuk bima


"gadak tuh,cuman lo nya aja gak mau ikuti maunya gue"sahut nara sambil mengedipkan matanya


"idihh,gadak gunanya ngomong ama lu"celetuk bima sambil masuk lagi ke kelasnya,dan meyakinkan ke teman temanya dan dosennya,ini semua,ulah nara,ia kembali duduk dan melanjutkan catatan nya,sementara nara masih diluar kelas ia malah menyelusuri lorong lorong koridor dan berjalan ke arah taman depan yang terlihat sunyi,


"tante mutia"sahut nara sambil nagis untuk mengadu ke bundanya bima,sontak membuat bunda terkejut dan memeluknya


"kenapa nangis nara"sahut bunda kepada nara dengan nada lembut


"bima jahat bunda,dia buat hal jelek ke aku"jawab nara,yang mengarang cerita itu

__ADS_1


ketika bunda ingin menjawab nya tiba tiba saja ayasa yg terdiam jadi ikut serta dalam bicara


"bima,punya aku,dan kamu bukan punya dia"tegas ayasa sambil memelototi nara,yang membuat nara terdiam langsung


"tapi dia udah jahat sama aku"jawab nara meyakinkan ayasa


"aku gak percaya,manusia memang pembohong ya,iya terutama kamu"tegas ayasa lagi sambil mengubah rilis matanya yang semula nya warna coklat kini berubah orange,terang seperti rembulan di tengah malam


"ayasa,ayuk masuk,nara tante masuk ya"sahut bunda


seketika itu juga mata ayasa berkedip dan kembali lagi ke warna awal,untung nya bunda tidak melihat perubahan mata ayasa tadi karna warna matanya yang orange tadi hanya akan terlihat dengan orang yang ia anggap akan jadi musuhnya,apalagi orang yang bohong ke padanya


"bunda maaf ya,ayasa tadi nada bicara nya naik,pasti bunda terkejut"sahut ayasa ketika mereka masih berjalan melewati koridor ruangan kampus


Dari pintu koridor sebelah sudah sangat ramai sekali anak kampus pulang termasuk bima dan ahsan,ayasa dan bunda yang tiba tiba itupun langsung duduk menunggu bima,dan ahsan pulang walau di kelas yang bebeda,


"bimaaaaaa"teriak ayasa sambil memeluknya


"loh aya kenapa kemari,kangennya"sahut bima ke pada ayasa,

__ADS_1


"(pedenya kau bima Astaga,kayaknya hal lain deh)"hati bima pun menjawab nya


"iyaa bima"jawab ayasa


"loh bunda gak jadi belanja"sahut bima


"enggak,tadi bunda pikir pikir belanja bareng ayasa sama kalian lebih seru"jawab bunda sambil tersenyum


"bundaa,ku cintaa"teriak ahsan saudara bima dan ayasa itu dari kejauhan dan langsung memeluk bundanya


"bima,pulang barengan yuk"ujar nara,yang kembali kelokal untuk mengambil tasnya


"bima,pulang nya sama aku"celetuk ayasa sambil memeluk bima dengan erat,bima,ahsan dan bunda kekeh melihat reaksi cemburunya ayasa ke pada bima


"bising amat lu cecunguk kampr*t"celetuk nara sambil masuk ke kelasnya


"udahlah ayok pulang bunda,aya"sahut ahsan untuk mengalihkan pembicaraan


"bimaaa"sahut ayasa memanggil bima sambil mengelus perutnya,sontak saja membuat bima terkejut dengan hal itu otaknya sudah traveling entah kemana

__ADS_1


"iya,kenapa ayasa"jawab bima dengan nada lembut dan tenang


"aku laper,dari tadi perutku bunyi muluu"jawab ayasa,yang membuat semua orang tertawa .


__ADS_2