
Trang!
Suara golok yang beradu menimbulkan cahaya kembang api, hingga akhirnya pertempuran pun tidak terelakkan lagi, mereka bertiga saling sabet, saling putus, saling serang, saling membegal pati menggunakan golok, sampai mengeluarkan suara mendenging seperti kumbang, dibarengi suara trang-treng ketika golok mereka beradu ditambah dengan percikan kembang api. Membuat suasana di atas bukit itu terlihat sangat mengerikan.
Galih diserang oleh dua orang, kalau dia tidak memiliki kecepatan mungkin bisa membuat Galih terluka, beruntung dulu dia pernah belajar pencak silat di kampungnya sehingga dia bisa mengimbangi kedua serangan musuh-musuhnya. sedangkan Saipul melihat Galih dikepung seperti itu, dia tidak gugup soalnya dia sangat percaya dengan Galih, karena Galih bukan pemuda sembarangan, dia tidak mungkin jatuh dengan mudah.
Saipul yang sudah memiliki banyak pengalaman, dia tidak terlalu tergesa-gesa ketika mengambil tindakan-tindakan. bahkan dengan santainya dia menghampiri kandang yang dijadikan tandu, untuk meyakinkan keberadaan babi itu. setelah dia melihat dan diperhatikan dengan teliti, ternyata memang benar babi itu adalah babi yang sedang dicari oleh Galih dan dirinya. karena sudah jelas dan sangat nyata telinga babi itu memiliki Anting, ditambah dia sudah sangat hafal dengan babi itu, Karena dia sudah bertemu ketika dulu mencurinya dari tangan Surya Jaya, ketika melakukan pertunjukan Doger babi di kampung cisarua.
"Benar...! ternyata ini babi yang bernama si Gogi milik Surya Jaya, ternyata babi ini yang sedang dicari oleh Jang Galih. benar-benar bahagia Hidupku, ternyata perkiraan Galih tidak salah. sekarang aku harus membantu jang Galih untuk merobohkan pembawanya, agar babi ini menjadi milik kita seutuhnya." gumam hati Saipul sambil membalikkan tubuh menatap ke arah orang yang sedang saling membegal Pati melukai jiwa.
Terdengar suara sabatan golok sampai mendenging, diselingi dengan suara besi yang beradu sampai mengeluarkan kembang api, Galih terus di keroyok oleh Jana dan Dadun, namun walau sudah beberapa serangan yang dilancarkan belum ada yang terluka.
"Keluarkan kemampuan kalian ban9sat!" tantang Galih di sela-sela pertarungan,
"Jangan sombong setan....! rasakan golok ku," Timpal Jana sambil menyerang kembali musuhnya dengan membabi buta.
Saipul untuk sementara waktu dia hanya terdiam menonton, namun dia tetap Waspada dengan tetap memegang kepala golok, nanti kalau dibutuhkan dia tinggal mencabutnya. matanya yang Awas menatap ke arah jana dan Dadun, mengukur pergerakan musuhnya. Menerka-nerka apa serangan itu membahayakan atau tidak.
Setelah diperhatikan, ternyata Jana tidak terlalu membahayakan, karena Gerakannya sangat berbeda seperti tidak diperhitungkan. banyak sabetan yang ngawur, banyak Serangan yang tidak jelas aturannya, pemuda itu hanya menggunakan nafsu untuk menyerang musuhnya. tapi kalau melihat Dadun dia seperti orang yang memiliki ilmu bela diri, karena pergerakannya seperti banyak perhitungan, buktinya hampir saja dia bisa merobohkan Galih yang sedang kesusahan menangkis serangan musuh-musuhnya.
__ADS_1
"Mang...! bantuin Mang!" ujar Galih yang sempat meminta tolong kepada Saipul yang terlihat santai seperti tidak memiliki rasa persahabatan, namun ketika dipintai seperti itu, mau tidak mau dia pun harus terjun ke medan tempur
Teriakan Galih membuat kewaspadaan Dadun sedikit lengah, karena dia sempat melirik ke arah Saipul. melihat musuhnya kurang kewaspadaan dengan segera Galih memanfaatkan waktu yang singkat itu dengan melayangkan serangan menggunakan goloknya, menuju ke arah tulang kering Dadun.
Trang!
Serangan Galih di Bendung oleh Jana yang Waspada, Namun sayang serangan Galih sangat kuat, walaupun serangan itu bisa terbendung, tapi itu hanya mengalihkan sasarannya saja sehingga.
Srrttt!
Ujung golok Galih mengenai betis Jana, sehingga mengeluarkan darah segar membasahi tanah, membuat Jana terlihat kaget dengan segera dia pun mundur beberapa langkah, jantungnya berdegup dengan kencang.
"Setan Apa kamu mau mampus dengan golok ku.....!" bentak Dadun sambil menyabetkan goloknya mengarah dada Galih, namun dengan segera Galih mundur selangkah, sambil memiringkan badannya ke arah kanan, goloknya digunakan untuk menangkis serangan musuh.
Tring!
Kedua golok itu beradu kembali, menimbulkan suara yang sangat tidak nyaman di telinga. tangan Dadun terasa kebas akibat kuatnya bentrokan itu. tapi dia tidak menyerah dengan segera dia membalikkan arah golok menyerang ke arah samping, menyasar pinggang Galih. namun dengan segera Galih pun loncat menjauh, sehingga serangan itu hanya memakan angin.
Namun tidak cukup sampai di situ, Dadun memajukan kembali satu langkah sambil membalikkan arah goloknya menuju ke arah atas mengarah ke dagu Galih, membuat galih sedikit terkejut, karena dia belum tegap berdiri ketika tadi menghindar dari serangan, satu-satunya jalan untuk selamat hanya menggunakan golok. dengan segera pemuda itu memegang kuat kepala goloknya, menakis serangan musuh yang bisa menghilangkan jiwanya.
__ADS_1
"Mampus kau setan...!"
Trang
Golok yang dipegang Galih terbang ke atas, karena dia kalah tenaga oleh dadun yang menyerangnya dengan sekuat tenaga.
Melihat musuhnya sudah tidak membawa senjata, dalam waktu Sekejap golok Dadun sudah mengancam kembali ke arah lengan membuat hati Galih berdebar seketika merasa ngeri melihat golok setajam itu, hingga akhirnya dia pun hanya memejamkan mata menerima semua kejadian buruk yang akan menimpanya.
"Makan ini b4ngsat.....!" teriak Saipul mengalihkan perhatian Dadun yang mau membabat lengan Galih, sehingga Pemuda Sukaraja itu menghentikan serangannya, karena keselamatannya lebih penting daripada menyerang musuh. Dengan segera melirik ke arah belakang, terlihatlah satu tinjuan mengarah ke arah punduknya.
Saipul yang sejak dari tadi memperhatikan. melihat Galih sudah terdesak, dia pun tidak tinggal diam, hingga dia mulai membantu sahabatnya itu. tapi dia tetap menggunakan perhitungan dia menyerang Dadun tidak menggunakan golok, tapi menggunakan tinju, agar resikonya tidak terlalu berbahaya.
Dadun yang sudah terpancing oleh pancingan Saipul dengan segera menghindari serangan musuhnya, sambil menyambut tinjuan Saiful dengan sabetan golok mengarah ke pergelangan, maksudnya agar tinju itu terlepas dari pergelangannya. tapi sayang Saiful bukan anak kemarin sore, dengan segera dia pun menarik tangannya sambil mundur beberapa langkah, menghindari serangan golok Dadun.
Tidak sampai di situ, tangan Dadun yang terbawa oleh tenaganya sendiri, dengan cepat dipegang di tangkap oleh Saipul, namun Dadun mengerti, dengan segera dia pun menarik tangannya, dengan cara dilipatkan agar dia bisa menyerang menggunakan sikut, hampir saja mengenai pipi Saiful, sedangkan goloknya dia tetap pegang dengan kuat.
Dugh! blugh!
Saipul yang sudah memiliki jam terbang tinggi dalam pertarungan, karena umur musuhnya mungkin setengah dari umurnya. dengan segera Dia menendang kuda-kuda musuh, sambil memundurkan kepala ke belakang menghindari serangan sikut Dadun. sehingga Dadun Kehilangan keseimbangan, tangan saiful yang masih tetap memegang pergelangan tangan Dadun, dengan segera ditarik lalu melayangkan pukulan tangan kiri ke arah tangan yang sedang memegang golok itu, hingga tak Ayal lagi golok yang dipegang oleh Dadun jatuh ke tanah, dengan segera Saipul menendang golok itu dengan kencang, sampai terlihat menancap di tebing jalan, agar tidak membahayakan siapapun.
__ADS_1