Babi Betanting Vol. 5 Sayembara Ranti

Babi Betanting Vol. 5 Sayembara Ranti
bab 6. Ritual


__ADS_3

Sedangkan Ranti yang berada di dalam pendaringan padi, dia hanya terdiam tidak bergerak sedikitpun. pekerjaannya hanya berpikir mencari akal agar dia bisa menghadapi kesusahannya, karena kalau nanti usaha Mang sarpu berhasil, dia akan berubah wujud kembali menjadi manusia biasa. sudah pasti Jana akan benar-benar menjalankan niatnya yang hendak menikahi dirinya.


Ranti tidak ingin menerima orang yang seperti Jana, karena pemuda itu sudah salah langkah untuk mendapatkan hatinya. Jana lebih mirip seperti perampok atau pembegal yang mengambil dirinya dari tangan Eman, Bahkan dia Sampai berani menyiksa orang yang tidak memiliki dosa, mengakibatkan Ranti harus berpisah dengan Pujaan hatinya.


Kalau tidak berpikir ulang, Ranti yang sudah dipenuhi dengan rasa amarah, rasa benci terhadap Jana. Dia ingin kabur dari tempat pendaringan padi, ingin terbebas dari rumah Mang sarpu. karena menurut pemikirannya, kalau hanya untuk meloloskan diri itu sangat mudah, karena dinding rumah Mang sarpu terbuat dari bilik anyaman bambu. mungkin kalau Ranti mau, sekali menubruk saja dinding itu sudah ambrol. Tali hati Ranti berkata lain, kalau dia meloloskan diri dia takut kalau tidak bisa bertemu kembali dengan orang yang bisa mengobatinya. karena kalau mengandalkan orang tuanya, dia takut ketahuan oleh tetangganya, yang akhirnya Walaupun dia bisa selamat, nanti Ranti bisa menjadi bahan gunjingan para warga kampung Ciandam. jadi pemikiran Ranti kalau dia bisa diobati oleh Mang sarpu, kesusahan Itu akan sedikit sirna, karena dia bisa menyembunyikan kelakuan Nista orang tuanya.


Dihadapkan dua pilihan antara kabur dan tetap tinggal di rumah mang sarpu, Ranti tidak bisa memilih jalan mana yang harus ia tempuh, karena semua jalan sudah memiliki risiko masing-masing dan tidak menguntungkan dirinya sama sekali.


"Ambu, Abah. tolong Ranti.....!" akhirnya hanya kata itu yang terucap dari mulutnya, karena Ranti tidak bisa memutuskan antara kabur dari rumah Mang sarpu atau tetap tinggal menerima pertolongan tuan rumah. Dari sudut mata sang babi ngepet Kembali keluar cairan bening yang membasahi pipi, dipanggil oleh rasa sedih dan rasa sengsara.


Waktu terus berjalan Tak Begitu Terasa, keadaan di luar rumah matahari sudah tidak terlihat, bahkan menghilangnya pun tidak diketahui, karena langitnya dipenuhi oleh awan hitam. Rumah Mang sarpu terasa Menjadi sepi seperti berada di kuburan, bahkan Ranti pun bisa merasakan kengerian itu.


Ketika waktu kira-kira sudah keluar Lembayung senja, Mang sarpu yang dari tadi berdiam diri di tengah rumah, dia pun bangkit dari tempat duduk kemudian dia mengencangkan ikat pinggang dan ikat kepala, bersiap seperti hendak maju ke medan perang.


Mang sarpu terlihat menarik nafas dalam, kemudian menghembuskannya dengan pelan. lalu berjalan menuju ke pintu Pendaringan padi, karena waktu itu adalah waktu yang tepat untuk melakukan ritual penyembuhan untuk menolong Jana,Ranti dan bah Abun. Tangannya memegang handle pintu Kemudian dia melepaskan kuncinya.

__ADS_1


Cklek...!


Pintu Pendaringan pun terbuka terlihatlah seekor babi yang sedang tengkurap, telinganya terlihat tertarik ke atas, matanya terlihat terkejut, karena kaget ada orang yang membukakan pintu.


Mang sarpu pun melangkahkan kaki masuk ke dalam Pendaringan, terlihat Dia sangat berani dan dipenuhi dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi.


Setelah berada di dalam Pendaringan padi, Mang sarpu pun mendudukkan tubuh dengan tegap, menghadap ke arah sang babi yang sejak dari tadi tidak pindah tempat, hanya mengangkat kepalanya sedikit sambil terkejut.


"Sabar Nyai....! Mamang mau menolong sebisa Mamang, sekuat tenaga Mamang. kalau kamu sudah sembuh kembali, Mamang akan mengantarkan kamu ke kampung Ciandam, untuk di serahkan sama bapak Abun." ujar Mang sarpu dengan tegas, Karena dia sudah membulatkan tekad mau mengorbankan seluruh jiwa raga demi menolong sahabatnya.


Mendengar ucapan Mang sarpu seperti itu, Ranti bukannya bahagia, yang ada dia terkejut karena Ranti sudah mendengar bahwa bapaknya sedang mengadakan sayembara, Barang siapa yang berhasil menemukan dirinya, akan dijodohkan dengan dirinya. membuat Ranti semakin merasa bingung karena Iya takut kalau harus dinikahkan dengan Mang sarpu, tapi dia tidak banyak bergerak, dia hanya menundukkan kepala sambil memejamkan mata, hatinya dipenuhi dengan kegelisahan dan kebingungan menambah kekhawatiran dan ketakutan.


Mang sarpu terus memusatkan rasa dan pikirannya, menutup panca indra yang lima, batinnya terbang menuju ke Gunung Karang, roh halusnya keluar bertemu dengan Prabu uwul-uwul yang menjadi majikan. Mang sarpu, dia benar-benar mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menolong babi ngepet yang ada di hadapannya.


Setelah lama bersemedi, tangan Mang sarpu terlihat bergetar, mendekat dan meraba punduk Ranti, kemudian usapannya mulai maju menuju ke dahi, kemudian dia pun melepaskan tangannya lalu bersemedi kembali.

__ADS_1


Kreket! kreket! kreket!


Rumah Mang sarpu terasa bergetar, seperti ada orang yang menggoyangkan.


Kreket! kreket! kreket!


Rumah itu terus bergoyang, bahkan menjatuhkan kotoran-kotoran yang berada di atas langit-langit rumah. terdengar suara Deru angin yang sangat keras menerpa pepohonan sampai terlihat bergoyang-goyang seperti Mau patah, membuat para warga Kampung Sukaraja merasa kaget dengan kejadian itu. walaupun mereka sudah bisa menebak akan ada hujan badai, tapi melihat kengerian yang ditimbulkan oleh keadaan sekitar, Tak sedikit orang yang tidak merasa takut, kalau akan ada hujan badai yang bisa menjadi bencana.


Blug! blug! blug!


Terdengar seperti ada suara orang yang berjalan di atas pelupuh, langkah kakinya terdengar begitu berat, karena menimbulkan suara yang begitu keras. namun Mang sarpu dia tetap fokus dengan semedinya, hanya menarik nafas pelan itu pun sangat diatur.


Tak lama setelah itu, kepala Ranti terasa pusing, rasanya sangat berat dan mengenut. Akhirnya dia pun memejamkan mata, namun itu tidak lama dia pun kembali membuka matanya. tapi rasa pusing itu tidak hilang, hingga dia pun memejamkan matanya kembali sambil merasakan kepala yang terasa sangat sakit, keadaan sekitar terasa berputar rumah mang sarpu terasa miring.


Ranti menjadi salah tingkah dia pun bangkit dari tempat tengkurapnya, Tapi itu tidak lama. karena dengan cepat dia pun menjatuhkan tubuhnya kembali tengkurap, kaki depan di selonjorkan kaki belakang dilipat.

__ADS_1


Ngeeeeeng!


Telinga Ranti terasa mendenging dibarengi dengan belahnya ubun-ubun sang babi. kemudian belahan itu terus menuju ke arah Punduk dan dahi, awalnya terlihat sedikit namun lama-kelamaan belahan itu menjadi besar.


__ADS_2