Babi Betanting Vol. 5 Sayembara Ranti

Babi Betanting Vol. 5 Sayembara Ranti
Bab 27 Bertarung


__ADS_3

"Enak aja kalau bicara, jangan asal nguap, dasar aki-aki peot....! Siapa orangnya yang mau dihajar oleh orang lain? hanya orang bodoh yang mau seperti itu.....!" ujar Eman sambil menyunggingkan senyum, sinisnya membuat amarah Surya Jaya semakin memenuhi dadanya.


Dengan perlahan dia pun mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah Eman, membuat Pemuda Sukamaju itu meningkatkan kewaspadaan. tapi walaupun sudah mempersiapkan diri menerima semua kemungkinan Surya Jaya yang sangat pintar ketika bertarung, dengan segera dia menampar kembali pipi Eman.


Plak! plak! plak!


Tamparan itu mengenai wajah samping kanan kiri Eman, sehingga membuat kepala Eman menoleh ke samping kanan kiri terbawa kuatnya tamparan yang dilayangkan oleh Surya Jaya. wajah itu terlihat sangat memerah, air mata Eman mulai keluar tak sanggup menahan kerasnya siksaan. Bahkan bukan hanya Air mata saja yang keluar, dari sudut bibir Eman keluar darah kental yang membasahi dagu. bahkan terasa ada benda keras yang berada di dalam mulut, mungkin itu adalah gigi yang copot akibat kerasnya tamparan Surya Jaya. membuat Eman semakin meringis menahan rasa sakit yang tak tertahankan.


"Ayo lawan.....! buktikan ucapanmu....! jangan sok jago, dasar ingusan.....!" ujar Surya Jaya sambil mendorong tubuh Eman, giginya terlihat mengancing dengan sempurna menandakan bahwa dia sangat marah matanya membulat menatap ke arah musuhnya.


Eman yang sudah terlentang, dia mencoba bangkit untuk duduk tapi dia tidak bisa. dia hanya bisa menopang tubuh itu menggunakan sikut, kepalanya terasa sangat pening, penglihatannya mulai berkunang-kunang, keadaan sekitar terasa berputar. bahkan langit pun terasa mendekat. tapi terbawa hati yang sudah dipenuhi amarah dan rasa khawatir disertai tanggung jawab yang begitu luar biasa terhadap keselamatan Ranti. Eman menguatkan diri tangannya yang kiri, ditekankan ke tanah untuk bisa terduduk tapi itu sangat susah.


Melihat Eman yang sangat kesulitan untuk berdiri, Surya Jaya memiliki keyakinan bahwa Eman tidak akan sanggup bangkit lagi, tidak akan sanggup mengganggunya lagi. karena ketika melihat kenyataan yang sudah kepayahan, sehingga dia pun meninggalkan pemuda itu lalu mendekati babi yang bernama Ranti yang semua kakinya sudah dia ikat.


Mata babi itu terlihat sembab, dia merasa kasihan melihat Eman yang disiksa. Padahal baru saja dia merasakan kebahagiaan karena terbebas dari cengkraman Dadun dan Jana. tapi kebahagiaan itu sangat singkat karena dia bertemu kembali dengan pawangnya yang bernama Surya Jaya, Ranti merasa putus asa dengan semua cobaan yang terus menimpanya, rasanya ingin bangkit dan menyerang Surya Jaya sampai titik darah penghabisan. Namun sayang itu hanya angan-angan belaka, karena tubuh Ranti sudah diikat oleh ikatan yang sangat kuat.

__ADS_1


"Gogi kamu Jangan sampai membantah keinginanku, karena kalau kamu sampai membantah, nanti aku bisa menyembelihmu. sekarang ayo kita pulang ke kampung Ciandam, kita temui Bapak Abun untuk meresmikan kebahagiaan kita yang sebentar lagi akan menjadi pasangan terbahagia di dunia ini.....! kita akan membangun rumah tangga yang sakinah, mawadah, warohmah dan menjadikan anak-anak kita sebagai pelengkap kebahagiaan," ujar Surya Jaya yang diakhiri dengan suara tawa dipenuhi dengan kebahagiaan.


Ketika Ranti mendengar ucapan Surya Jaya, perutnya terasa mual, bahkan kalau bisa dia ingin mengeratkan gigi, merasa kesal dengan orang yang berada di hadapannya. karena dia tidak sadar kalau dirinya sudah sangat tua, bahkan sudah masuk ke usia lanjut, hingga akhirnya Ranti pun menggelinjangkan tubuhnya ingin melepaskan diri dari genggaman sang pawang.


Melihat babinya berontak, Surya Jaya merasa kesal sehingga dia pun mengeluarkan pisau yang ada di pinggangnya, lalu menempelkan pisau itu ke leher Ranti dalam wujud babi ngepetnya.


"Jangan membantah.....! kalau kamu membantah aku akan mengantarkanmu ke akhirat," ancam Surya Jaya dengan membulatkan mata menatap mata Ranti yang terlihat sembab.


Mendapat tatapan seberingas itu, Ranti yang awalnya berniat melarikan diri, tubuhnya terasa lemas hingga dia pun menghentikan pemberontakannya, membuat Surya Jaya kembali mengeluarkan suara tawa yang menggelegar.


Surya Jaya yang sedang membetulkan tali pengikat yang berada di kaki Ranti, dia membelakangi Eman. sehingga dia tidak sadar bahwa bahaya sedang mengancam karena memang benar ketika seseorang merasa aman, sehingga mengendorkan kewaspadaan.


Eman yang terus berusaha menguatkan tubuhnya yang terasa sakit, Akhirnya dia pun berhasil membangkitkan tubuh walaupun tubuh itu sudah hancur tak berbentuk. namun semangatnya tidak sedikitpun berkurang karena rasa tanggung jawab, rasa ingin membalas kebaikan sang babi yang teramat besar.


Ketika Eman melihat Surya Jaya membelakanginya dengan segera dia pun mengambil batu sebesar kepalan tangan yang berada di sampingnya, tanpa berpikir panjang dia pun melemparkan batu itu mengarah ke kepala Surya Jaya.

__ADS_1


Bugh!


Walaaa.....! dasar gil4.....!


Lemparan Eman tepat mengenai sasaran, sehingga dengan segera dia meraba kepalanya yang terasa sakit. namun ketika dia hendak membangkitkan tubuh kepala itu terasa pening, namun dia tetap memaksakannya untuk melihat ke arah Eman. tapi sayang ketika dia menoleh ke arah belakang sudah disediakan satu tendangan yang mengarah ke arah wajahnya, sehingga Surya Jaya tidak memiliki waktu untuk menghindar.


Wallla.......!


Desis Surya Jaya yang tertahan, tubuhnya ambruk ke arah depan hampir menimpa tubuh Ranti. tapi Surya Jaya yang sudah banyak pengalaman. Walaupun dia mendapat serangan sekeras itu dia masih bisa bangkit, kemudian berdiri walaupun dengan gontai.


"Hai kurang ajar dasar gil4, dasar sialan tidak tahu berbalas Budi. kalau tahu kamu bisa melunjak seperti sekarang tadi sudah aku kirim kamu ke neraka. Tapi kamu jangan khawatir karena jalan ke akhirat masih sangat terbuka lebar, Dasar kurang ajar.....!" bentak Surya Jaya tanpa basa basi lagi dia pun mengeluarkan pisau belati yang berada di pinggangnya, pisau yang tadi dipakai mengancam Ranti.


Gemerlap cahaya matahari yang terpantul dari tajamnya pisau itu membuat silau mata Eman. Surya Jaya menggenggam gagang pisau itu dengan sangat kuat. giginya terlihat mengancing, matanya membulat Surya Jaya sudah siap menggantikan tugas malaikat pencabut nyawa. Karena dia sudah tidak sabar ingin mengantarkan eman ke akhirat.


Ranti melihat kenyataan yang mengerikan seperti itu, dia sangat khawatir yang tak tertandingi. tidak kuat melihat Eman yang hidupnya sudah diancam sehingga dia pun menjerit mengeluarkan suara babi yang sangat kencang, membuat Surya Jaya terkaget.

__ADS_1


__ADS_2