
Orang itu berjalan dengan sangat lambat, mungkin sudah sangat kecapean. pakaiannya sudah terlihat dekil, rambutnya terlihat sangat kusut seperti yang tidak pernah disisir. wajahnya terlihat sangat kebingungan, langkahnya seperti tidak memiliki semangat. semakin lama orang itu semakin mendekat ke arah Eman dan babi ngepet yang bernama Ranti.
Takdir tidak bisa dipungkir, kadar tidak bisa dihindar. walaupun sudah benar niatnya, walaupun sudah benar tujuannya ingin selamat, kalau yang Maha Agung belum mengizinkan, itu tidak akan terlaksana. begitu juga dengan apa yang dialami oleh Eman dan Ranti.
Kedua makhluk berbeda jenis itu terus berjalan menyusuri jalan besar, namun ketika ada belokan setelah melewati rumpun bambu haur, mereka bertemu dengan orang yang tadi berjalan ke hadapannya. tidak bisa dihindari, orang yang bertemu dengan babi terlihat menghentikan langkah, bahkan terlihat membalikan tubuh untuk melarikan diri. begitupun juga dengan Ranti yang merasa kaget tapi tidak bisa membalikkan tubuh, karena pertemuan itu tidak diperkirakan sebelumnya. namun hanya Eman yang tidak terlalu terkejut karena dia belum mengenal orang itu.
Tapi berbeda dengan Ranti, Dia mengenal orang itu. Bahkan bukan hanya mengenal saja, tapi sangat kenal karena orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Surya Jaya yang beberapa minggu yang lalu menjadi majikannya. semenjak Kehilangan babi beranting miliknya, Surya Jaya terus mencari sampai hari itu.
Surya Jaya yang tadinya merasa kaget karena melihat seekor babi, tapi ketika dia mau berlari Dia teringat dengan tujuannya yang sedang mencari babi aneh, babi ngepet, babi yang memiliki anting. dengan segera dia pun membalikkan tubuh lalu menatap ke arah babi, setelah ditatap agak lama dia pun semakin yakin bahwa babi itu adalah babi miliknya. apalagi ada Eman yang berdiri karena kalau babi jarah atau babi hutan, tidak akan bisa seakrab itu dengan manusia.
"Hahaha, Hai Gogi.....! selamat bertemu kembali. dasar rezeki walaupun kamu berlari ke Ujung Gunung, walaupun kamu berlari membelah bahtera. aku tetap bisa menemukanmu....! hahaha, selamat, selamat datang kembali. Aku sudah lama mencarimu Gogi, karena aku sangat menyayangimu. ayo ke sini jangan ragu-ragu, ini adalah orang tuamu.....!" ujar surya jaya yang terlihat melambai-lambaikan tangan memanggil babi yang pernah ia pelihara, mungkin kalau tidak malu dia ingin meregangkan tangannya agar Ranti bisa berlari ke dalam pelukannya.
Aneh bin ajaib, Ranti seperti orang yang terkena hipnotis, sedikit pun dia tidak niat untuk pergi. dia hanya terpaku tanpa bergerak sedikit pun, matanya terlihat menatap dengan lekat, jantungnya terasa berdegup membuatnya menjadi salah tingkah, tidak tahu dengan apa yang harus ia kerjakan.
Surya Jaya yang memiliki ketangkasan dan kewaspadaan yang sangat tinggi, ditambah gelarnya yang seorang pakar babi yang sudah sangat hafal dengan segala bentuk kelemahannya, ditambah lagi dia sudah sangat ahli mendidik dan mengajarkan hewan penjarah itu.
Melihat Ranti yang terdiam tanpa melakukan apa-apa. dengan segera Surya Jaya melepaskan tambang yang dililitkan di pinggang, ditutupi oleh baju. setelah tambang itu dikeluarkan dengan segera dia pun melemparkan tambang itu menirukan koboi yang sedang menangkap sapi liar dengan tali ****, sehingga tidak jauh beda dengan apa yang dialami oleh Ranti, tambang itu dengan segera masuk ke dalam kepala melewati leher. dengan segera Surya Jaya pun menarik tambang itu sehingga tak Ayal lagi leher Ranti terjerat dengan sempurna, membuat Ranti merasa sangat kaget, seperti orang yang sedang melamun dikejutkan.
__ADS_1
Dengan segera babi ngepet itu memundurkan tubuh, namun dia tidak sadar Surya Jaya yang sangat ahli dalam perbabian. dengan segera mengait kaki Ranti dengan tambang sisa. sehingga babi itu terjatuh tanpa bisa berbuat apa-apa. merasa sudah berada di atas angin, sekilat Surya Jaya mengeluarkan tambang-tambang yang lain lalu mengikat kaki Ranti dengan ikatan yang sangat kuat, sehingga membuat Ranti semakin terdesak tanpa bisa melakukan perlawanan.
"Hahaha....! ternyata hanya segitu saja kemampuanmu Gogi, mau ke mana sampai kamu pergi meninggalkan rumahku. Apa kamu sudah tidak betah, hahaha." Begitulah pertanyaan Surya Jaya sambil terus mengencangkan seluruh ikatan yang berada di kaki Ranti, sehingga babi itu semakin tidak bisa bergerak dengan leluasa.
Namun sayang pekerjaan Surya Jaya tidak semulus yang diinginkan, karena Eman yang dari tadi hanya diam memperhatikan, dia tidak akan menyerahkan begitu saja, tidak rela kalau babi yang bernama Ranti itu jatuh ke tangan orang lain.
"Eh, eh, kurang ajar.....! dasar sial4n....! sampai berani mengganggu Kekasihku. Apa kamu ingin merasakan tamparanku....! Dasar aki-aki set4n....!" ujar Eman sambil melayangkan tinjunya mengarah wajah Surya Jaya.
Bugh!
Serangan itu tepat mengenai sasaran, sehingga tubuh Surya Jaya terbawa oleh kerasnya tinjuan, tubuh tua Renta itu terjatuh ke belakang, kakinya mengangkat, pantatnya terbentur, tangannya direnggangkan seperti sedang menahan keseimbangan.
Tapi ketika mau disusul kembali dengan serangan selanjutnya, dengan segera Surya Jaya pun bangkit sambil melayangkan satu tamparan mengarah ke pipi Eman.
Plak!
Aduuuuuh!
__ADS_1
Plak! plak! plak!
Mendengar Eman berteriak dan memegangi pipinya, Surya Jaya pun menyusul dengan serangan yang lain sehingga pipi Eman terasa sangat panas, bahkan giginya terasa bergerak seperti mau copot.
"Aduh dasar gil4....!" bentak Eman sambil mengusap kedua belah pipinya yang sangat sakit, namun itu tidak lama karena dengan segera dia pun memasang kuda-kuda kembali, kemudian melancarkan satu serangan mengarah hidung Surya Jaya.
Tapi sayang sekarang Surya Jaya yang sudah lebih berhati-hati dan dipenuhi dengan kewaspadaan, melihat serangan Eman dia tidak bergerak sama sekali, serangan itu dia tangkap lalu ditarik ke arah belakang, dengan menggunakan seluruh kekuatan, kakinya menganjal kaki musuhnya. hingga tubuh Eman pun terbawa oleh kekuatannya sendiri, Tak Bisa dihindarkan tubuh itu tersungkur ke tanah, dengkulnya terasa sangat ngilu, bahkan dahinya kalau sedikit maju ke depan, mungkin bisa terbentur dengan batu yang berada di tepian jalan.
Seolahh tidak memiliki rasa sakit, Eman pun membangkitkan kembali tubuhnya yang tersungkur. dengan segera dia pun mengambil batu yang ada di hadapannya, tanpa berpikir panjang dia pun melemparkan batu itu ke arah Surya Jaya.
Haduh!
Desis Surya Jaya tertahan, hatinya terasa berdebar melihat batu yang terbang menuju ke arahnya. namun Surya Jaya yang sudah memiliki banyak pengalaman, dia tidak terlalu gugup dengan segera dia pun menghindar ke arah samping, menghindari serangan batu itu, sehingga batu serangan Eman hanya memakan angin.
Melihat serangan Eman yang sangat membahayakan, membuat amarah Surya Jaya semakin memuncak, merasa dipermainkan oleh anak kemarin sore.
"Hai bocah ingusan.....! Dasar kurang sopan, Kurang adab....! kurang ajar....! Apa kamu kurang puas dengan tamparanku?" bentak Surya Jaya sambil menatap tajam ke arah musuhnya.
__ADS_1