Backstage - Strange Things Behind the Spotlight

Backstage - Strange Things Behind the Spotlight
CHAPTER 1 – A WHITE MIRACLE IN DECEMBER


__ADS_3

Jum’at, 20 Desember 2018


‘Habislah aku,, aku benar-benar tidak tahu dimana aku berlari sekarang,,’


Seorang pemuda yang wajahnya tertutup hoodie itu tetap berlari tanpa memperdulikan sekitarnya, sebenarnya bisa saja ia melepas hoodie nya sekarang, karena memang tidak ada seorang pun yang berada di luar sekarang, di lingkungan itu tepatnya. Tampaknya semua orang memang tidak ada yang berada di diluar,


terjebak dalam kedinginan malam yang sangat.


“Hhh.. apa mereka sudah tidak ada?” langkahnya terhenti di sebuah persimpangan, tepat di depan sebuah minimarket.


“Kurasaaku bisa istirahat disini sebentar.” perlahan ia mulai duduk di atas bangku yang terdapat di sebelah minimarket tersebut. Untuk saat ini, sepertinya langit sedang membantunya, tidak ada orang sama sekali yang melintas di jalan ini, satu-satunya orang yang berada dengannya sekarang hanyalah seorang kasir yang tentunya tidak benar-benar bersamanya sekarang, karena kasir itu sekarang tengah mengecek beberapa produk yang sudah habis, didalam minimarket.


“Dingin sekali malam ini, brr,,” perlahan ia merapatkan jaketnya dan mulai meniup kedua


telapak tangannya yang terasa membeku.


“Hhh.. sebaiknya aku menelefon Manajer Kim, menyuruhnya untuk menjemputku disini.” Ia pun mengambil smartphonenya dan mengetikkan satu nama di kotak pencarian nomor telepon.


“Eoh?!” tapi seketika tangannya terhenti dan menatap kepada dua orang perempuan yang sepertinya tengah mencari sesuatu atau mungkin seseorang?


“Yaa! Kau bilang Oppa berlari ke arah sini, tapi kenapa tidak ada seorang pun disini?”tanya seorang perempuan yang masih mengenakan seragam sekolah putih-krem itu.


Dilihatnya, temannya, seorang perempuan yang memakai topi bertuliskan nama Boyband nya itu hanya terdiam sembari tetap memperhatikan sekitar, mencari seseorang yang tengah melihatnya, melihat kedua perempuan itu, kini.


Perlahan Tae Hyung mulai memasukkan smartphone dan memakai jumper nya, bersiap untuk segera pergi dari sini, karena sepertinya ia tahu siapa dua perempuan yang masih berseragam sekolah menengah pertama itu, ya, mereka adalah salah dua dari beberapa perempuan yang tengah mengejarnya dari tadi. Dan jika kali ini ia tertangkap, entah akan ada artikel apa yang muncul keesokan harinya.


Dengan sangat pelan, ia mulai berdiri dan mulai berjalan perlahan dari tempat itu, ia tidak ingin pergerakannya mencuri perhatian kedua gadis itu. Sesekali ia melihat ke arah kedua gadis itu yang masih saja sibuk mencari dirinya. Perlahan tapi pasti ia mulai pergi menjauh dari depan minimarket itu. Satu hal terpenting yang harus ia lakukan sekarang adalah, segera pergi dari tempat itu, tentunya dengan ‘selamat’, karena jika ia-


“Eoh? Tae Hyung Oppa?!” untuk sesaat tatapannya dan salah satu gadis itu bertemu dan tentu saja, untuk seketika ia terhenti, terdiam.


“Astaga!!” sontak ia sadar dari tatapan kosongnya itu, segera ia berlari sekuat mungkin dari gadis itu.


“Yaa! Tae Hyung Oppa!! ITU TAE HYUNG OPPA!!” teriak gadis itu ke gerombolan gadis


yang baru saja tiba.


“OPPAAAA!!”.


Teriakan itu sekali lagi ia dengar, kali ini tanpa menoleh sedikit pun ia terus berlari menuju jalan yang sama sekali tidak ia kenal, saat ini ia hanya memikirkan keselamatannya, tidak perduli dimana ia berlari sekarang, jika ia selamat, ia pasti akan baik-baik saja, dan tentunya untuk beberapa hari kedepan.


Hhft,,aku mimpi apa semalam?? kenapa mereka terus mengejarku seperti ini?


“Hhh,, rasanya tubuhku akan membeku,, aku harus mempercepat langkahku.”


Cepat Hye Rim melangkah melewati rumah-rumah yang tertutup rapat. Jalanan sepi malam ini benar-benar menyeramkan, padahal hampir setiap hari ia melewati jalan ini dan bahkan lebih malam dari saat ini. Tapi suasananya benar-benar berbeda, mungkin karena dingin yang mencapai 18 derajat celcius malam ini, semua orang enggan untuk keluar dari rumahnya masing-masing, keluar dari selimut hangat atau beranjak dari depan penghangat.


“Eh? sepertinya aku mendengar sesuatu,,” ia berhenti sejenak. Ditolehkannya kepalanya ke arah belakang tapi, sayangnya tidak ada seorang pun dibelakangnya, sepi. “Aku yakin aku mendengar sesuatu, ahh,, kumohon, kau jangan muncul sekarang, aku sedang tidak ingin memikirkanmu sekarang.” Gumamnya sembari kembali melangkah dan tentunya mempercepat langkahnya.

__ADS_1


Kali ini Hye Rim benar-benar tidak perduli siapa atau apa yang telah dilewatinya, matanya memandang lurus tanpa menoleh ke kanan atau ke kiri, ya , Hye Rim memang penakut, sangat penakut. Walaupun dirinya adalah seorang pemegang sabuk hitam taekwondo, tapi ketakutannya pada hal-hal mistis masih saja tertinggal di dirinya.


“OPPAAAA!!”.


‘Kenapa aku terus mendengar suara-suara itu? tidak mungkin kan kalau mereka adalah arwah para penggemar yang gentayangan?’ saat ini memang tubuhnya masih fokus berjalan lurus menuju rumahnya, tapi sialnya, pikirannya mulai tidak fokus, semua cerita-cerita mistis yang pernah di dengarnya sampai dengan penampakan ‘mereka’ yang pernah ia lihat di beberapa film dan drama di televisi semuanya muncul, bergantian.


“Oppaa!! Tae Hyung Oppaaa!!”


Seketika ia terhenti, Tae Hyung? Kim Tae Hyungg?? Seorang member dari The Boys, boyband rookie yang tengah menjadi topik di tengah media karena multitalenta itu? seseorang yang ia idolakan selama tiga bulan terakhir ini? yang baru saja ia tonton di televisi sebelum ia pergi berbelanja??


‘Apa benar Tae Hyung? ingin rasanya aku mengeceknya atau paling tidak menoleh kebelakang, tapi,’ dalam keheningan malam batin dan pikiran penakutnya masih saja ‘berperang’, dan itu yang menyebabkan ia masih berdiri terpaku tepat di bawahlampu jalan yang memberikannya sebuah cahaya ivory kecoklatan yang sangatindah. Tapi, tiba-tiba saja ia mendengar suara langkah kaki, ah bukan! tepatnyasuara derap kaki seseorang yang tengah berlari, dan sepertinya menuju dirinya, karena semakin lama ia mendengar suara itu, suara itu semakin dekat. Kali ini


sepertinya batinnya telah memenangkan ‘debat’ kali ini, sontak ia menolehkan kepalanya dan,


“Arghh!!”


Sebuah lengan yang cukup kuat menarik tangan kanannya dan memaksa tubuhnya untuk mengikuti kemana tangan kanannya itu ditarik masuk. Sontak saja satu tas plastik penuh berisi barang itu terjatuh dan untuk saat ini ia hanya bisa terkejut dan terdiam. Entah alasan apa orang tersebut tiba-tiba memeluknya begitu saja seperti ini tapi yang pasti orang ini, pemuda ini tepatnya adalah orang asing pertama yang berani memeluknya.


Perlahan tapi pasti kesadaran Hye Rim kembali, bahwa ia tengah berada dalam pelukan seseorang yang tidak kenal sama sekali, bahkan ia tidak memiliki kesempatan untuk melihat wajah orang yang tengah memeluknya kini.


“Permisi, kau siap-,”


“Kumohon tolonglah aku, kumohon jangan lepaskan pelukanmu.” Kata pemuda itu yang masih memeluk Hye Rim erat.


‘Tolong? memangnya ada masalah apa sehingga ia harus memelukku seperti ini untuk  menyelamatkannya?’ pikirnya yang masih berusaha melepaskan dirinya dari pelukan pemuda asing ini. Sebenarnya bisa saja ia menggunakan kekuatannya untuk melepaskan diri dan langsung ‘menekuk’ pemudaini, tapi, entah kenapa ada satu perasaan yang mengatakan kalau ia tidak boleh melepaskan pelukannya kali ini, entah kenapa ia merasakan itu, perasaan samar-samar yang membuatnya memutuskan untuk tidak melepas pelukan ini.


“Kang Dae-yah! apa kau lihat Tae Hyung??” tanya seorang pemuda yang perlahan menutup pintu ruangan latihan itu dan bergabung dengan tujuh pemuda lain yang tengah melakukan pemanasan sebelum latihan dimulai.


aku tidak melihatnya sama sekali hari ini.” Jawab Kang Dae yang masih sibuk dengan pemanasannya. Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, perlahan seorang pemuda lainnya masuk dan duduk di salah satu sofa yang berada di ruang latihan itu, tepat dibelakang para pemuda yang tengah melakukan pemanasan sebelum latihan dance pertama hari ini dimulai. Mereka adalah salah satu hot rookie boyband yang terdiri dari sepuluh pemuda bertalenta yang masih berusia antara dua puluh dua tahun –J.E-  hingga enam belas tahun –Kim Tae Hyung- , walaupun masih seumur jagung, yaitu kurang lebih tiga bulan yang lalu mereka debut, mereka telah memikat hati semua wanita yang berada di Korea Selatan, bahkan mungkin para wanita lain yang berada di luar Korea Selatan, juga tentunya telah banyak diperbincangkan oleh media, baik tulis, televisi atau internet.


Kali ini mereka akan mengadakan latihan perdana  single terbaru mereka untuk album pertama mereka, album yang bisa dibilang hanya membutuhkan waktu lima bulan lebih untuk membuatnya, ini semua karena reaksi yang hebat yang diterima dari peluncuran single kedua mereka dan mini album pertama mereka.


“Kukira kau Tae Hyung, Hyung.” Kata


Henry, seorang member lainnya sembari menuju sofa dan duduk tepat disebelah Hyun Joon, pemuda yang baru saja masuk itu.


“Kalian mencari Tae Hyung?” tanya Hyun Joon.


Serentak ketujuh pemuda yang berada dalam ruangan yang dikelilingi oleh cermin-cermin besar itu mengangguk, menandakan bahwa saat ini keberadaan Tae Hyung sangat dibutuhkan.


“Manajer Kim tidak memberitahu kalian? Tae Hyung pergi ke rumah sakit, menjenguk temannya, In Ho. Kata Tae Hyung, In Ho baru saja mengalami kecelakaan dan sekarang sedang dirawat di rumah sakit Seoul.” Jawab Hyun Joon kemudian. “Apa Tae Hyung belum kembali sampai sekarang? harusnya ia sudah ada di sini dari satu jam yang lalu.” Tanya Hyun Joon yang dijawab gelengan oleh setiap anggota.


Satu persatu dari mereka pun mulai menghentikan pemanasannya, berjalan perlahan menuju sofa itu dan duduk, membahas satu masalah penting kali ini, Kim Tae Hyung. Bisa gawat kalau ia tidak hadir di latihan perdana dance kali ini.


“Apa kita telfon saja Tae Hyung? bukankah belum ada yang menelfonnya sampai sekarang?” usul Se Hoon, member termuda kedua yang ada di boyband tersebut, tepat diatas Tae Hyung.


“Baiklah! aku akan menelfonnya.” Akhirnya salah satu dari mereka mulai mengambil smartphonenya dan mulai menekan nomor Tae Hyung. Berharap Maknae itu cepat mengangkat telfon, langsung menuju ke ruang latihan, dan tentunya dalam keadaan sehat, jasmani ataupun rohani.

__ADS_1


“Semoga ia baik-baik saja.” Kata Kang Dae, pelan.


\*\*


Kuharap mereka tidak  menyadari keberadaanku disini


Dari tadi ia masih memeluk perempuan itu, perempuan yang bahkan ia tidak kenal sama


sekali. Sebenarnya sudah beberapa kali perempuan itu seperti mencoba melepaskan


diri dari pelukannya, tapi jika perempuan tersebut melepaskan diri dari pelukannya, entah apa yang terjadi selanjutnya.


Aku tahu aku berdosa melakukan ini semua tapi, aku tidak tahu jalan selain ini, maafkan aku Tuhan


“Nona, aku minta maaf jika tindakanku kali ini sangat kurang ajar, aku berjanji nanti jika aku sudah bebas, kau boleh melakukan apapun kepadaku, memukulku atau apapun itu. Untuk sekarang kumohon bantuanmu.” Bisiknya perlahan kepada perempuan yang dipeluknya kini, perempuan yang sepertinya mulai mengerti keadaan dirinya dan membantunya kini.


Tapi tiba-tiba Hye Rim merasa ada sebuah getaran smartphone yang menandakan sebuah panggilan masuk, sontak tangannya mulai bergerak untuk  mengecek saku sweaternya, apa mungkin ini Eomma[3]?


tanyanya dalam hati, tapi sayangnya ketika baru saja ia ingin mengambil smartphone nya, seseorang telah mengambil smartphone itu dan menjawab panggilan itu yang tentu saja menghentikan getaran itu.


“Halo? Kang Dae Hyung?” jawab pemuda itu yang seketika membuat jantungnya mulai


berdetak lebih cepat dari sebelumnya, hanya dengan mendengar kata ‘Kang Dae’.


\*\*


‘Kang Dae? Jung Kang Dae??’ Hye Rim masih berkutat pada pikirannya sejak ia mendengar kata-kata itu, Kang Dae, sebenarnya bisa saja orang lain yang tengah dibicarakan oleh pemuda ini, mengingat bahwa kebanyakan penduduk Korea Selatan memiliki nama yang sama, bahkan beberapa dari mereka memiliki nama keluarga yang sama. Tapi entah kenapa walaupun berkali-kali ia mengingatkan dirinya untuk tidak terlalu berharap dengan pemuda yang tengah memeluknya kini, tidak terlalu berharap dengan seorang pemuda yang sedang dicari oleh kumpulan perempuan yang telah pergi jauh dari tempatnya kini dan tentunya tidak berharap bahwa Kang Dae ini, bukanlah Kang Dae yang ada dipikirannya, hatinya masih saja membuat dirinya yakin bahwa pemuda ini adalah Tae Hyung, Kim Tae Hyungg yang dicintainya.


Saat dirinya tengah berpikir keras siapa sebenarnya pemuda ini, tiba-tiba saja ia


merasa lengan pemuda yang sedari tadi telah bersandar di bahunya, merenggang perlahan. Pelan tapi pasti pemuda itu mulai merenggangkan pelukannya, melepaskan dirinya dan menatapnya, tepat di kedua matanya. Benar, ini Tae Hyung, pemuda yang telah memeluknya dari tadi adalah Kim Tae Hyung, idolanya.


Dan, saat itu juga kaki dan badannya terasa lemas, kepalanya pusing dan tiba-tiba


dunia gelap. Ia pingsan.


\*\*\*


[1]


Anak/ anggota termuda


[2]


Panggilan untuk seorang yang lebih tua dari seorang laki-laki kepada


laki-laki/kakak laki-laki

__ADS_1


[3]


Ibu


__ADS_2