Backstage - Strange Things Behind the Spotlight

Backstage - Strange Things Behind the Spotlight
CHAPTER 20 - GOOD DAY


__ADS_3

“Annyeonghaseyo.”


Entah sudah berapa kali gadis itu mengucap salam dan menundukkan kepalanya kepada semua orang yang berpapasan dengannya. Para staf, hairstylist bahkan sampai paman pengantar jjajangmyeon yang melewatinya. Saat ini ia sedang berjalan menuju studio tempat dimana take 1-8 dari 15 take akan dilakukan disana.


“Bagus. Lanjutkan seperti itu Han Hye Rim.” Ucap seorang pemuda berusia 25 tahun yang sedari tadi berjalan disebelahnya.


“Ne, Jae Hwan Oppa. Manajerku yang terhormat.” Canda Hye Rim. Hari ini adalah hari perdana Hye Rim menjalankan kewajibannya sebagai rookie entertainer Korea Selatan. Satu minggu yang lalu ia telah menceritakan semuanya kepada keluarganya, tentang perjanjian kontrak dan penundaan kontrak yang telah ia lakukan empat tahun yang lalu. Tepat setelah membalas pesan pemuda itu tiba-tiba saja ia merasa ia sudah siap. Ia sudah siap menghadapi semuanya yang akan terjadi kedepannya jika ia menyampaikan keinginannya yang sebenarnya. Pada awalnya tidak ada yang mempercayainya, bahkan kakaknya hampir pergi meninggalkan dirinya sampai ia mengeluarkan satu map putih. Map yang berisi dokumen-dokumen penting itu.


“Tapi Oppa. Apa Oppa akan terus menyembunyikannya? Penyanyi mana yang akan bekerja sama denganku hari ini?” tanyanya sekali lagi. Entah sudah berapa kali ia menanyakan tentang siapa idol yang akan menjadikannya sebagai model MV nya hari ini. Dari kemarin, setelah empat hari sebelumnya ia diantar oleh kakaknya –tentunya dengan tatapan sedikit tidak ikhlas dari kakaknya- ke manajemen yang selalu menghubunginya selama ini, Je Sang Ent. Manajernya itu tetap tidak mau menjawab, pemuda itu hanya menjawabnya dengan satu jawaban yang sama.


“Nanti ketika kau sudah sampai di studio, kau akan tahu sendiri siapa mereka.”


Aneh sekali apa yang terjadi dengan manajernya hari ini. Kemarin manajernya telah berjanji kepada Je Sang Sajangnim akan mengkomunikasikan semua jadwalnya kepada dirinya. Sebenarnya ia memang mengkomunikasikannya tapi sayangnya hanya rentetan jadwal selain yang satu ini. Dua hari yang lalu ia hanya diberi sebuah script MV dan diberitahu bahwa yang harus ia lakukan hanyalah berlatih keras dalam perannya kali ini. Penyanyi mana yang membawakan lagu ini, ia tidak tahu.


“Ah itu dia! Kau ikutilah lorong ini.  Nanti kau akan menemukan sebuah pintu. Itulah studionya. Aku akan kamar mandi sebentar. Ah perutku,,” kata Jae Hwan tiba-tiba yang kemudian berlari kecil dan masuk kedalam toilet pria.


“Oppa!”


**


Sebuah studio yang berukuran sebesar ruang serba guna di sekolahnya dahulu menyambutnya. Seorang gadis yang memakai dress hijau tua selutut, wedges mocca dan beberapa asesoris berwarna peach dan putih. Ruangan yang sebagian luas dari ruangan itu telah diisi oleh tiga setting latar berbeda. Kamar tidur perempuan, kamar tidur laki-laki dan ruang tamu yang lengkap dengan furnitur dan pernak-pernik yang membawakan tema MV kali ini.

__ADS_1


“Han Hye Rim?” tanya seorang pria berusia 40 tahunan yang telah berdiri di sampingnya. Hye Rim mengangguk dan mengucapkan salam.


“Kita sudah berkenalan kan? Ayo ikut aku. Aku akan mengatakan semua yang harus kau lakukan.” Kata pria itu sembari berjalan yang diikuti Hye Rim.


“Iya, Sutradara Hwang.” Jawab Hye Rim sambil tersenyum.


“Baiklah, pertama kita ke set tempat tidur perempuan.” Sutradara Hwang kemudian masuk ke dalam set kamar tidur  perempuan dan duduk diatas tempat tidur. Sekilas dibacanya sebuah script yang dibawanya dan kemudian mulai menerangkan adegan seperti apa yang harus dibawakan oleh Hye Rim. Dengan perhatian tingkat tinggi, Hye Rim memperhatikan setiap kata dan adegan yang dicontohkan oleh Sutradara Hwang. Sesekali ia menirukan dan Sutradara Hwang hanya tersenyum sembari mengangguk-angguk. Bahkan sesekali mengangakat ibu jarinya. Mengakui kemampuan akting Hye Rim.


“Bagus Hye Rim. Sekarang aku baru mengerti alasan Je Sang Sajangnim memilihmu menjadi model MV kali ini. Kau mempunyai kemampuan akting yang sangat bagus. Apa kau pernah bermain film atau drama sebelumnya mungkin?” tanya Sutradara Hwang.


“Tidak, sa-,”


“Eoh! Kalian sudah datang? Ayo kesini!” baru saja Hye Rim akan menjawab pertanyaan Sutradara Hwang tiba-tiba pria itu berdiri dari tempat tidur dan matanya menatap sesuatu di belakang dirinya. Sontak saja Hye Rim memutarkan kepalanya, mengikuti kemana pandangan Sutradara Hwang tertuju.


TheBoys? Ini MV TheBoys?


“Kenapa lama sekali. Bahkan model perempuannya yang sampai dulu.”


Kedelapan pemuda itu tersenyum.


“Maafkan kami Sutradara Hwang. Tadi kami terlambat karena jadwal kami sebelumnya. Sekali maafkan kami.” Ucap J.E. Leader TheBoys.

__ADS_1


“Aku hanya bercanda. Ah iya! Kudengar kalian belum bertemu dengan model perempuannya. Ini-, eoh? Ada apa denganmu?” kata Sutradara Hwang mencoba memperkenalkan Hye Rim tapi terhenti melihat Hye Rim yang membelakangi mereka.


Hye Rim menoleh sedikit menatap Sutradara Hwang yang bingung.


“Ini klien pertamamu. Sapalah mereka. Tidak perlu malu.”


Hye Rim mendesah pelan. Sepertinya tidak ada hal lain yang bisa ia lakukan sekarang kecuali membalikkan badannya. Memberi salam, membungkukkan badan dan tersenyum. Dengan terus mengendalikan degub jantungnya ia mulai membulatkan tekad. Perlahan ia membalikkan badannya dan mengangkat wajahnya. Menatap delapan pemuda di depannya.


“Eoh? Kau-,” kata Henry dengan raut wajah terkejut, bingung dan tidak percaya.


“Han Hye Rim??” ucap Hyun Joon sambil menunjuk Hye Rim. Ia terkejut.


Hye Rim mengangguk. Segurat senyuman canggung terukir dibibirnya.


“Ne. Anyeonghaseyo. Han Hye Rim imnida. Jal, jinaesseoyo ?”


Ucapnya akhirnya. Masih dengan canggung ia menatap satu persatu anggota TheBoys yang menatapnya dengan terkejut. Bahkan Baek Hyun, Henry dan Se Hoon terlihat sedikit menganga. Tapi sebentar! Kenapa hanya berdelapan?


Kemana pemuda itu?


***

__ADS_1


 


 


__ADS_2