Backstage - Strange Things Behind the Spotlight

Backstage - Strange Things Behind the Spotlight
CHAPTER 21 - The Barrier


__ADS_3

“Ne. Anyeonghaseyo. Han Hye Rim imnida. Jal, jinaesseoyo?” salam Hye Rim sambil membungkukkan badannya sedikit, kemudian tersenyum canggung.


Tidak ada jawaban dari kedelapan pemuda di depannya.


“Eoh? Kalian sudah saling mengenal?” tanya Sutradara Hwang menatap Hye Rim.


Hye Rim tersenyum dan kini suasana terasa menjadi lebih cair.


“Hyung!!”


Teriakan seseorang dari arah sebelah kanan mereka menghentikan senyuman mereka. Delapan pemuda itu serentak menolehkan kepalanya ke kiri, begitu juga Hye Rim. Gadis itu sontak menolehkan kepalanya ke kanan. Saat itu juga jantungnya mulai berdetak kencang, matanya sedikit terbelalak dan sebuah perasaan takut mulai merasuki dirinya.


Seorang pemuda terlihat berjalan dan tersenyum ke arah mereka. Sesekali menyalami setiap orang yang dilewatinya. Tapi tiba-tiba langkah pemuda itu memelan. Pemuda itu menatapnya. Menatapnya dengan ekspresi sedikit terkejut. Kini mereka saling menatap. Dua pasang mata yang penuh dengan tanda tanya di dalam benak mereka masing-masing.


“Tae Hyung-ah! Kemarilah!” panggil Sutradara Hwang sembari melambaikan tangannya ke Tae Hyung.


*


Tae Hyung berlari kecil menuju ruangan yang tidak jauh lagi dari dirinya sekarang. Segera ia membuka pintu studio dan menutupnya. Dengan nafas yang sedikit tersengal ia membalikkan badannya dan berjalan menuju gerombolan pemuda yang terlihat sedang tertawa, tak lupa ia menyapa staf yang ia lewati.


“Annyeonghaseyo.” Ucapnya sambil sesekali mengamati sekitar. Mencari kedelapan Hyungnya yang telah berangkat lebih dulu tadi. Tap tiba-tiba ia tersenyum.


“Hyung!!” panggilnya sambil berjalan cepat menuju kedelapan pemuda, Sutradara Hwang dan seorang gadis yang sedang tersenyum. Secara serentak kedelapan Hyungnya dan Sutradara Hwang menolehkan kepalanya. Diikuti oleh gadis berbaju hijau itu. Gadis itu menoleh pelan dan kini menatapnya.


Astaga!


Jantungnya mulai berdegub kencang, langkahnya mulai memelan dan matanya masih menatap gadis itu. Gadis yang juga menatapnya dengan terkejut.  Untuk beberapa saat ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang, tapi semakin ia mendekat ia mulai yakin kalau gadis itu adalah gadis yang selama ini ia rindukan, gadis yang telah membuatnya sakit dan gadis yang telah membuat kehidupannya sedikit berantakan.


“Tae Hyung-ah! Kemarilah!”


Panggilan Sutradara Hwang seketika menyadarkannya. Ekspresinya langsung berubah. Ia kembali tersenyum sambil berjalan perlahan mendekati Sutradara Hwang.


“Annyeonghaseyo. Maafkan saya Sutradara.” Ucapnya sambil membungkuk sedikit.


Sutradara Hwang tersenyum, kedelapan Hyungnya tersenyum bahagia, tapi gadis itu tidak. Masih terlihat di wajahnya ia terkejut. Pucat pasi dengan mata yang menatap ke bawah.


“Hye Rim ini Tae Hyung. Ah aku lupa! Kalian berteman kan?”


Tae Hyung menatap Hye Rim yang masih menundukkan kepalanya.


“Eoh,  apa kau baik-baik saja?” tanya Sutradara Hwang khawatir melihat gadis yang tiba-tiba berubah. Tadi ketika bersama dirinya gadis itu terlihat bahagia dan selalu tersenyum tapi kini, ia terlihat pucat. Hye Rim mengangkat wajahnya perlahan dan tersenyum menatap Sutradara Hwang.


“Tidak Sutradara. Saya baik-baik saja.” Ucapnya perlahan. Matanya sama sekali tidak menatap Tae Hyung yang berdiri di sebelahnya.


“Baguslah. Kalau begitu bisa kita mulai sekarang? Aku telah memberitahu Hye Rim tentang bagaimana ia akan ber akting hari ini dan sekarang aku akan memberi tahu apa yang harus kalian berdua lakukan. Ayo!” Sutradara Hwang mulai melangkah.


Berdua?


Tae Hyung melihat Sutradara Hwang yang tiba-tiba berhenti dan berbalik.


“Kenapa masih diam? Aku akan menunjukkan kalian apa yang harus dilakukan pasangan model di MV ini. Beautiful December.”


Secara serentak sembilan pasang mata pemuda terbelalak. Hal yang baru saja mereka dengar benar-benar mengejutkan bahkan sebagian dari mereka secara reflek membuka mulutnya dan menutupnya dengan tangan. Kini pandangan mereka berpindah, mereka menatap Hye Rim dan Tae Hyung secara bergantian, dua model utama yang juga terlihat terkejut, sama seperti mereka.


Untuk beberapa detik Tae Hyung benar-benar terkejut, hal yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya ini telah membuat pikirannya sedikit menghilang. Perlahan ia melihat Hye Rim. Ekspresi gadis itu memperlihatkan kalau gadis itu sangat terkejut bahkan sepasang mata indah Hye Rim hanya berkedip beberapa kali.


Ah, kau sepertinya juga tidak mengetahui tentang hal ini


Tapi tiba-tiba satu perasaan bahagia mulai merasuki dirinya dan menuju hatinya. Segurat senyuman pun terukir di wajah tampannya.


**


Sudah lebih dari sepuluh menit Hyun Woo dan Joo Woon berkeliling gedung besar tempat Hye Rim menjalankan jadwal perdananya hari ini. Ditempat ini ternyata ada dua gedung besar yang kedua-duanya terlihat sedang dipakai sekarang, tapi sayangnya Jae Hwan hanya memberitahu alamat gedung ini tanpa memberitahu gedung mana yang digunakan Hye Rim, gedung A yang terdapat di sebelahnya atau gedung B yang terletak kurang dari dua puluh meter dari dirinya berdiri sekarang.


“Permisi, apa anda tahu studio yang digunakan untuk syuting MV hari ini?” tanya Hyun Woo pada seorang staf yang membawa beberapa setelan untuk perempuan.

__ADS_1


“MV? U-Girls? Mereka sedang take di gedung B sekarang. Maaf anda siapa?”


Hyun Woo sedikit terkejut. Sebuah grup vokal perempuan?


“Tapi, kudengar gedung A juga tengah digunakan sekarang. Tadi kulihat beberapa staf Je Sang yang keluar masuk di sana dan juga satu boyband, TheBoys, kurasa mereka yang sedang menggunakan gedung itu sekarang.” Lanjut staf itu.


Serentak kedua pemuda itu terkejut.


Tanpa bertanya lagi Hyun Woo langsung berterima kasih dan melangkah menuju  gedung A yang terlihat sibuk. Joo Won terlihat sedikit berlari kecil mengikuti langkah Hyun Woo yang tergesa-gesa. Hyun Woo tidak pernah menyangkan bahwa satu grup yang menjadikan Hye Rim sebagai model wanitanya adalah TheBoys. Sebelumnya manajer Hye Rim, Yoon Jae Hwan hanya mengiriminya pesan kalau adiknya akan syuting MV di daerah ini dan pada jam ini tanpa memberitahu MV siapa itu. Kini kedua pemuda itu telah memasuki gedung itu, melewati waiting room, menuju satu pintu besar yang tidak jauh dari mereka.


“Harusnya aku bertanya kemarin. Itu berarti gadis itu sedang bersama Tae Hyung sekarang?” sedikit emosi yang tertahan tersirat di wajahnya. Joo Won memperhatikan semua itu, ia yakin kalau saat ini Hyun Woo pasti kecewa dan mungkin hal yang tidak inginkan akan terjadi nanti, ketika Hye Rim, Hyun Woo dan TheBoys bertemu. Tiba-tiba saja ia memiliki keberanian untuk mengatakan satu hal yang sudah ia sembunyikan sejak beberapa bulan yang lalu dan itu sekarang.


“Hyung.”


Hyun Woo terdiam sambil tetap melangkah.


“Hyung aku sudah mengatakan semuanya tentang aku, Hyun Woo Hyung dan Joo Ni Nuna. Semuanya.”


Sontak Hyun Woo terhenti, matanya menatap Joo Won bingung.


“Kepada Tae Hyung.” Lanjut Joo Won.


“Apa katamu?”


Kini tepat didepan pintu studio yang terdapat satu grup laki-laki yang tengah menarikan koreografi single terbaru mereka, kedua pemuda itu berhenti. Saling menatap tajam satu sama lain.


**


Seorang pemuda terlihat duduk di sebuah sofa beige yang terletak di sebelah tiga french window besar dengan korden putih transparan yang menutupi  masing-masing jendela. Sebuah cahaya temaram senja menembus ketiga jendela, melewati korden transparan yang meliuk-liuk tertiup angin, tepat menghujani wajah, tubuhnya dan ruang itu, dimana hanya terdapat satu buah sofa beige, tiga french window besar, satu meja kayu terracotta dengan sebuah flower box diatasnya dan satu buah day bed putih dengan bed kuning gading di depannya. Sisanya dipenuhi oleh cermin berbagai ukuran dan puluhan potret seorang gadis dengan berbagai ekspresi yang terpasang menutupi dinding berwarna putih gading itu.


Dari beberapa menit yang lalu pemuda itu hanya duduk terdiam dengan mata sayu yang memandang tepat ke arah depan. Cahaya temaram senja yang melapisi tubuh dan wajahnya membuat auranya memancar memenuhi ruangan itu. Di dalam tatapannya tergambar kebahagiaan, kerinduan dan rasa tidak percaya, tatapan yang menghujam tepat kepada seorang gadis yang sedang berdiri di depan daybed. Gadis yang juga memandangnya dengan sedih.


Perasaan sama yang mengendap di dalam hatinya membuat tubuhnya bergetar dan air mata mulai menetes dari sepasang mata indah gadis itu. Rindu dan bahagia memenuhi tubuh dan pikirannya. Kini ia menundukkan kepalanya dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya, ia mulai menangis, cukup deras sehingga membuat pemuda yang sedari tadi hanya diam terduduk akhirnya beringsut dan berjalan pelan menuju gadis itu.


Kini mereka berdua berpelukan, erat.


**


Tae Hyung akhirnya berdiri dari duduknya dan berjalan pelan menuju Hye Rim yang tengah menangis. Ditariknya pelan Hye Rim ke dalam pelukannya. Ini adalah kesempatan terakhirnya untuk dapat bersama Hye Rim tanpa diganggu oleh siapapun. Mereka tengah melakukan pengambilan take terakhir hari ini untuk MV Beautiful December. Ia rasa saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya sejak pagi tadi, ketika ia bertemu gadis itu.


Tae Hyung melirik sedikit Hye Rim yang tengah berada dalam pelukannya.


“Aku sangat senang bisa melihatmu lagi.” Bisiknya pelan.


Hye Rim terdiam.


“Kuharap kau juga senang bertemu denganku.” Lanjutnya tapi gadis itu masih terdiam.


“Hye Rim-ah.” Panggil Tae Hyung pelan. Kali ini ia berharap sutradara tidak akan meng-cut- adegan ini sebelum ia menyampaikan semuanya kepada Hye Rim.


“Tae Hyung, mari kita selesaikan ini dengan cepat. Aku harus pulang.” Bisik gadis itu tiba-tiba. Tae Hyung sedikit terkejut tapi kemudian ia mengerti.


“Karena Hyun Woo Hyung? Kau tidak perlu takut lagi, aku akan melindungimu.”


Hye Rim terdiam. Didalam pikirannya kini hanya ada satu hal, kenapa Sutradara Hwang tidak segera meng-cut adegannya sehingga ia bisa pergi dari tempat ini?


“Aku sudah tahu semuanya. Hyun Woo Hyung, Joo Won Hyung dan Joo Ni Sunbae.”


Hye Rim reflek menggerakkan sedikit kepalanya menatap Tae Hyung yang terlihat tersenyum tipis di sebelahnya.


Ia sudah tahu? Dari siapa?


“CUT!!”


Belum sempat Hye Rim bertanya, Sutradara Hwang sudah mengakhiri adegan itu dan berjalan pelan menuju mereka. Tapi Tae Hyung masih belum melepas pelukannya.

__ADS_1


“Lepaskan pelukanmu.”


Tae Hyung bergeming.


“Kau tidak dengar apa yang baru saja dikatakan Sutradara Hwang? Lepaskan pelukanmu. Ini sudah berakhir.” Kata Hye Rim sambil memperhatikan Sutradara Hwang yang hampir mendekati mereka. Tapi seketika fokus matanya berubah dan jantungnya mulai berdegub kencang melihat dua orang pemuda yang tengah berdiri disamping manajernya, tepat di belakang kursi sutradara. Salah satunya tengah menatapnya dengan datar, tajam dan tidak suka.


Dari kapan Oppa berada disana?


“Lepaskan.” Akhirnya dengan sedikit memaksa keluar dari pelukan Tae Hyung, ia bisa keluar. Segera ia memalingkan badannya menatap Sutradara Hwang yang tersenyum ke arah mereka sambil mengacungkan jempol kanannya.


“Bagus sekali! Aku suka dengan akting kalian.” Pujinya sambil kemudian menepuk pundak Tae Hyung yang tengah tersenyum dan kemudian berterima kasih kepadanya.


“Kalian ingin melihatnya?” tawar Sutradara Hwang yang kemudian berjalan kembali dan duduk di tempatnya, tepat di depan monitor dan kemudian me rewind nya. Kedua model itu hanya mengangguk sambil berjalan dan kemudian duduk di dua kursi kosong yang terdapat di sebelah Sutradara. Tiba-tiba saja, delapan member TheBoys yang sejak tadi hanya duduk memperhatikan Tae Hyung dan Hye Rim berakting di deretan kursi yang terdapat di belakang kamera serentak berdiri, mereka ikut mengecek video musik bersama Tae Hyung dan Hye Rim. Beberapa diantara mereka tersenyum.


“Annyeonghaseyo.” Sapa seorang pemuda tiba-tiba.


Sontak kumpulan orang yang tengah memperhatikan video tersebut menolehkan kepalanya. Tak terkecuali Hye Rim yang terkejut dan Tae Hyung dengan tatapan sedikit terganggu. Tiga orang pemuda kini tengah berdiri di depan mereka.


“Perkenalkan, saya Han Hyun Woo. Kakak laki-laki Hye Rim.”


“Sutradara, sepertinya saya harus pergi sekarang. Maaf. Terima kasih atas bantuannya hari ini.” kata Hye Rim tiba-tiba. Sutradara Hwang mengangguk dan tersenyum, ia kemudian berdiri dan berjalan menuju manajernya.


“Ayo kita pergi Jae Hwan Oppa.”


“Kakakmu ingin mengantarmu pulang.” Kata Jae Hwan sambil melihat Hyun Woo yang tengah menatap dirinya dan Hye Rim. Gadis itu membelakangi Hyun Woo.


Hye Rim menggeleng. Matanya menatap Jae Hwan dengan penuh harap.


“Baiklah, ayo.” Hye Rim langsung mengambil mantel putih panjang dari tangan Jae Hwan, memakainya sembari berjalan tanpa menoleh kebelakang. Jae Hwan sekilas menatap Hye Rim yang baru saja keluar dari studio. Tangannya kemudian mengambil ranselnya lalu  berpamitan kepada sebagian member TheBoys, Hyun Woo, Joo Won  yang terlihat bingung dan Sutradara Hwang yang tengah mengecek videonya dengan Baek Hyun.


“Han Hye Rim, tunggu!” teriak Hyun Woo yang kemudian menundukkan kepalanya pelan di hadapan TheBoys dan Sutradara Hwang, mengucap salam dan berbalik, mengejar adik perempuannya dan manajernya yang baru saja menghilang di balik pintu.


Semuanya kini tengah menatap Hyun Woo dengan sedikit bingung.


“J.E-ssi, bolehkah aku meminjam Tae Hyung sebentar? Ada yang ingin kubicarakan dengannya.” Kata Joo Won yang langsung memecah kebingungan di antara mereka.


Tae Hyung sontak menatap Joo Won.


***


“Tidak semua hal baik menurut pemberi akan menjadi hal yang baik bagi si penerima, Hyung.” Tae Hyung akhirnya membuka mulutnya. Ia tahu kalau Hyun Woo Hyung hanya ingin melindungi Hye Rim, tapi masih banyak cara lain yang bisa ditempuh selain ini.


Joo Won tersenyum. Ia mengangguk-angguk kecil.


“Iya. Aku tahu itu dan sayangnya aku baru memikirkannya akhir-akhir ini. Sejak aku menceritakan semuanya kepadamu. Tentang hubungan kami, aku, Hyun Woo Hyung dan Joo Ni Nuna, kakak perempuanku. Maafkan aku.”


Kedua pemuda itu masih menatap lurus kedepan. Tidak menatap satu sama lain.


“Tapi-,” potong Tae Hyung tiba-tiba. Sontak Joo Won menoleh.


“Sepertinya Hye Rim telah mengetahui tentang hal ini.”


“Ketika aku mengatakan kalau aku telah mengetahui semuanya tentang hubungan kalian bertiga tadi, ia hanya terdiam, tanpa bertanya apa maksud perkatannku.” Lanjutnya. Untuk sejenak kedua pemuda itu terdiam, mereka terlihat berpikir.


“Hyun Woo Hyung?” celetuk Tae Hyung tiba-tiba.


Joo Won sedikit tersentak. Ah iya! Pasti Hyung telah memberitahunya.


“Jika itu benar, kurasa suasana dirumahnya pasti sedang sangat buruk sekarang.”


***


 


 

__ADS_1


__ADS_2