
“Kita sampai!” kata Hye Rim. Ia terlihat sangat bahagia sekarang.
Tepat pukul 06.30 KST, Hye Rim dan Hyun Soo sampai di depan sekolah itu. Sekolah yang cukup besar untuk ukuran Sekolah Menengah Atas di Korea Selatan dengan tiga gedung besar, dua lapanganbesar yang terdapat tepat di depan ketiga gedung, satu stage besar yang biasa digunakan untuk mengadakan showcase, satu dome besar, beberapa taman yang mengelilingi sekolah itu, dan satu lahan luas yang digunakan untuk tempat parkir kendaraan para staf disana, sekolah itu benar-benar terlihat besar dan mewah, terlebih desain bangunan sekolah itu sangat modern, berbeda dengan sekolah pada umumnya, ditambah sekarang beberapa mobil, mobil mewah bahkan van tertata rapi di dalam area sekolah itu dan bahkan sampai ke luar area sekolah.
“Nuna[1], tidak bisakah Nuna menghentikan tatapan itu? Nuna tampak seperti seorang yang datang dari desa,” ucap Hyun Soo tiba-tiba. “Yang baru sekali datang ke kota dan melihat gedung-gedung megah berderetan dengan mata melotot dan mulut menganga.” Lanjut pemuda itu.
Mata melotot dan mulut menganga?
“Hei!
aku tidak seperti itu, mataku masih wajar dan ini, mulutku masih tertutup
rapat.” Balasnya dengan menunjukkan bibir mungilnya yang tertutup rapat.
Hyun
Soo hanya terdiam, seperti biasanya. Pemuda itu terlalu sibuk untuk membalas
tanggapan Nuna nya baru saja, kini
matanya tengah sibuk memperhatikan beberapa mobil dan van yang bergantian
memasuki sekolah itu, tepat di depan mereka berdua. Dan tak ketinggalan
beberapa orang yang keluar dari van itu, orang-orang yang biasa ia lihat di TV.
“Kenapa?
mereka cantik bukan?” tanya Hye Rim. Melihat adiknya tengah menatap dengan
tatapan ‘seperti itu’, ia mengerti apa yang tengah dipikirkan adiknya, kini.
“Jangan menatapnya seperti itu, kau tampak seperti seorang yang datang dari desa yang baru sekali datang ke kota dan
bertemu langsung dengan para member girlband itu.”
Dilihatnya
Hyun Soo langsung mengalihkan matanya ke smartphone yang tengah
dipegangnya kini. Ia pasti malu, pikir Hye Rim.
“Ahh,,
aku tidak menyangka kalau aku akan bersekolah disini Dengan mereka.” Godanya
sambil bergantian melirik Hyun Soo dan beberapa member girlband yang
mulai turun dari van mereka satu persatu. Berharap adiknya dapat mengeluarkan
satu ekspresi yang dapat dibuatnya menjadi bahan ejekan untuk adiknya, karena
selama ini, hanya ia yang selalu di ’bully’ dengan ejekan yang berbau
idola itu, ia tidak bisa menemukan siapa idola Hyun Soo, itu membuatnya lemah
dan hanya bisa menerima apa pun yang dikatakan Hyun Soo tanpa pernah bisa
membalasnya.
‘Kau
selalu mengejekku tentang idola-idolaku itu, nyatanya kau,’ batin Hye Rim yang
masih melihat adiknya, entah apa yang dilakukannya dengan smartphone itu, tapi tangan adiknya benar-benar terlihat sibuk.
“Kau
ingin aku meminta tanda tangan mereka? siapa diantara mereka yang kau gemari? Nuna
dengan senang hati dan lapang dada akan membantumu. Jangan khawatir.” Katanya
sambil menepuk bahu adiknya, pelan.
Tiba-tiba
saja terdengar satu pengumuman yang menyuruh dirinya- Hye Rim- dan murid-murid
baru lainnya untuk segera berkumpul di dome terbesar yang terletak di
tengah-tengah kompleks sekolah itu, sekarang. Sekilas ia melihat ke arah jam
tangannya.
“Sepertinya
aku harus masuk sekarang.” Hye Rim mulai merapikan dirinya. Merapikan rambut,
seragam, merapikan segalanya. Ia tidak ingin di hari pertamanya ini, ia menjadi
seseorang yang ‘tidak terlihat’, itu karena ia harus bersaing dengan
gadis-gadis cantik itu, gadis-gadis yang bahkan bisa mencuri perhatian Han Hyun
Soo, adiknya yang selama ini seperti tidak perduli perempuan sama sekali itu.
“Sepertinya
semua sudah sempurna, aku masuk dulu.”
“Nuna,
jaga ekspresi wajah Nuna, jangan terus menerus tersenyum seperti itu, aku takut
teman-teman Nuna nanti akan menganggap Nuna aneh.” Kata Hyun Soo yang sontak
membuat ekspresi Hye Rim berubah sekertika.
Cih
“Dan
jangan pernah mencoba untuk menggoda pemuda-pemuda itu, fokus ke pelajaran Nuna.”
Lanjut pemuda itu.
“Menggoda?
hei,, memangnya aku perempuan seperti apa?” jawabnya, reflek. Oke, ia memang
cantik –itu kata ibu dan mendiang ayahnya- tapi maaf ia bukan perempuan
murahan.
“Baiklah, aku mengerti, aku akan
menurutimu,, tapi kalau memang mereka menyukaiku, aku tidak tanggung jawab, aku
pergi!”
Tanpa
menunggu jawaban dari adiknya, ia langsung berlari masuk ke dalam area sekolah
itu, berjalan cepat melewati kumpulan orang tua yang mengantar anak-anaknya dan
tentunya para manajer yang menemani ‘anak asuh’ mereka, walaupun hanya sampai
di depan gerbang. Ia tahu hari ini memanglah hari terbaik baginya, hari ini ia
akhirnya dapat mewujudkan semua mimpinya sejak tiga tahun yang lalu, karena
sebelumnya mimpinya adalah menjadi seorang arsitek seperti mendiang ayahnya
yang telah meninggal lima tahun yang lalu. Tapi semenjak ia mulai mengenal apa
itu musik, bagaimana cara bermain dan menikmati musik, ia mulai berpikir untuk
mengubah arah hidupnya.
Tapi
__ADS_1
walaupun ini adalah hari terbaiknya, di sisi lain ia juga harus mulai
mempersiapkan diri untuk menghadapi satu masalah, masalah yang pasti akan
membesar jika ia bersekolah disini, tentang seseorang yang sebenarnya
benar-benar menentang semua ini, tentang sekolah ini, dirinya dan masa
depannya, orang itu Han Hyun Woo, kakak laki-lakinya.
*
‘Wah,,
bagaimana bisa gedung sekolah seperti ini?’
Matanya
masih saja mengeilingi bangunan bertema modern futuristik itu. Tiga gedung
utama yang masing-masing terdiri dari lima tingkat berjejer rapi di depannya,
dengan dinding-dinding gedung itu yang 80% terdiri dari susunan jendela-jendela
kaca dan pintu kaca tentunya, membuat hampir seluruh aktifitas yang sedang
berlangsung di dalam terlihat dari luar Dari tempat berdirinya sekarang,
sekitar dua puluh meter dari deretan tiga gedung itu. Tiga gedung itu
dihubungkan oleh tiga buah jembatan yang masing-masing ‘tergantung’ manis
diantara gedung satu dan gedung dua, gedung dua dan gedung tiga dan terakhir
gedung satu dan gedung tiga. Jembatan itu memang tergantung karena desain dari
jembatan itu sendiri adalah jembatan
gantung yang ‘berbahan utama’ bambu dan tentunya ditopang oleh beberapa bambu
besar kualitas terbaik yang berbaris rapi di kanan kiri jembatan itu ditambah
dengan beberapa tali besar yang sengaja diletakkan secara tidak beraturan tepat
di atas jembatan itu, berfungsi sebagai penahan jembatan tersebut disamping
bambu-bambu dibawahnya. Walaupun sedikit kontras dengan tiga gedung modern di
sekitarnya, itu masih terlihat bagus di mata Hye Rim, unik, pikir gadis itu.
Taman-taman
berhiaskan beberapa bunga yang sedang bermekaran juga tersebar diantara ketiga
gedung dan sekitarnya, warna-warni bunga itu membuat taman itu tampak seperti
sebuah lukisan di atas kanvas hijau dengan warna-warna atraktif didalamnya.
Beberapa kolam dan gazebo-gazebo sedang juga ikut membuat taman-taman itu
semakin indah, dan tak ketinggalan pepohonan yang berjejer rapi juga ikut
menambah asri lingkungan sekolah ini, di taman, sekitar gedung-gedung itu
ataupun di halaman depan sekolah ini.
“Aku
tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya tapi, terima kasih telah
mengizinkanku untuk bersekolah disini. Terima kasih Tuhan.”
**
Perlahan
tapi pasti, beberapa pemuda berusia 16 tahun itu mulai memasuki halaman
itu, walaupun mereka bukan berasal dari satu tempat yang sama, mereka berjalan
masuk sembari sesekali bercanda satu sama lain, berusaha menghilangkan rasa
canggung diantara mereka.
“Teman,
kata-kata itu, aku bahkan tidak pernah membayangkan kalau aku akan berteman
dengan mereka, kukira aku akan selalu menonton mereka dari televisi. Terima
kasih Tuhan.” Gumam salah satu siswi baru.
Ya,
mungkin para gadis’biasa’ yang tengah berdiri berhimpitan itu mempunyai pikiran
yang sama. Teman, mereka pasti tidak pernah membayangkan kalau kata itu akan
menghubungkan mereka dengan idola mereka masing-masing yang kebetulan juga
bersekolah disini. Satu Sekolah Menengah Atas yang terkenal akan pendidikannya
tentang ‘performing arts’, satu sekolah yang banyak mencetak aktor,
penyanyi atau entertainer berbakat di Korea Selatan, banyak dari
beberapa murid dari sekolah ini yang keluar dan debut menjadi member boyband atau girlband, bahkan beberapa dari mereka telah di kontrak oleh
beberapa manajemen artis raksasa di Korea Selatan sebelum mereka lulus dan
tentunya menjalani masa training mereka di manajemen masing-masing selain
mereka juga harus bersekolah di sini.
Dan
beberapa pemuda yang tengah berjalan melewati kumpulan dan teriakan kecil para
gadis itu bukanlah seorang ‘newbie’ bagi gadis-gadis itu, walaupun para
pemuda itu memang newbie di sekolah ini, tapi mereka bukanlah newbie di dunia entertainment, beberapa dari
mereka bahkan menjadi hot rookie boyband tahun ini, yang itu artinya
mereka memang telah menyedot perhatian para penggemar mereka, khususnya para
gadis-gadis yang tengah memanggil nama mereka sekarang . Atau dengan kata lain,
mereka adalah penyanyi terkenal, bertalenta dan tentunya, tampan.
“Aku
tidak mengira aku akan disambut seperti ini Min Hyuk-ah, ini bahkan melebihi
ketika kita akan memasuki stasiun televisi.” Kata salah satu pemuda dari
beberapa pemuda tampan bertalenta itu.
“Ya!
haruskah kita melambaikan tangan kita? seperti yang selalu kita lakukan.” Kini
salah satu pemuda yang berjalan tepat di depan Min Hyuk mendadak berhenti.
“Ide
yang bagus! baiklah!”
Serentak
kedua tangan dari kedua pemuda itu mulai sibuk, melambai ke kanan dan ke kiri,
__ADS_1
sembari tersenyum manis, mereka terus
melakukan itu.
“Ckck,, kalian bahkan bukan Miss Korea, tapi kenapa melambai seperti
itu?” komentar Min Hyuk melihat dua
pemuda yang berada di samping dan depannya itu melambai seakan-akan mereka
berdua telah memenangkan kontes kecantikan dunia.
“Hahaha!
sudahlah, ini fan service,aku suka melihat para gadis itu tertawa.”
Jawab Ji Min yang tetap saja melambai seperti itu, ala Miss Korea.
Keadaan
kini semakin riuh. Para siswi-siswi itu, baik baru atau bahkan lama, mulai
berdatangan memenuhi halaman hijau luas tepat di belakang gerbang pertama,
menyaksikan sebuah pertunjukkan‘catwalk’ yang menampilkan beberapa
pemuda dari berbagai idol group maupun solois yang berjalan perlahan-dan
tentunya dengan senyuman manis- menuju dome, tempat mereka-para siswa dan siswi
baru itu- harus berkumpul.
“Kalian
ini,, “ ucap Min Hyuk sambil menggeleng-nggelengkan kepalanya.
***
“Astaga,
astaga, astaga! Apa kalian melihat siapa yang baru saja lewat tadi?” tanya Baek
Hyun menatap kesembilan anggota TheBoys di depannya. “Yoo Min Ah! seorang
penyanyi, aktris, dan model yang sangat berbakat. Idolaku yang bahkan belum
pernah kutemui sebelumnya. Dan sekarang? ia bersekolah disini??”
“Kau
benar! Bahkan walaupun kita sering bernyanyi pada satu acara yang sama, kita
masih belum pernah bisa menemuinya. Wah,, Tae Hyung-ah! kau beruntung sekali
bersekolah disini, kau memiliki Sunbae[2]yang
hebat, yaa,, walaupun ia lebih muda dariku.” Sahut seorang pemuda yang berada
di depan sembari menepuk pelan bahu pemuda berseragam kuning-coklat itu, tepat di
sampingnya.
“Bisakah
kau cubit pipiku?” pinta Baek Hyun kepada Dae Hyung.
“Ah!
Aku akan segera menemuinya dan memintanya untuk berfoto bersama!”
“Kau
yakin bisa melakukannya Baek Hyun?”
“Sebentar!
Jangan-jangan ia juga bersekolah disini, sepertinya aku harus segera pergi dari
sini.” Sahut Henry yang terlihat khawatir dan langsung merendahkan topinya.
“Siapa?
Ah! Penyanyi yang digosipkan denganmu itu?” tanya J.E
Seseorang
yang dari tadi mendengar celotehan-celotehan kelima pemuda yang berada di belakangnya
itu sepertinya sudah tidak tahan lagi, sontak ia terhenti dan berbalik, menatap
kelima pemuda itu.
“Omo!
ya! kenapa kau tiba-tiba berhenti??”
“Hhh,,
Henry Hyung, Baek Hyun Hyung, Kang
Dae Hyung, Dae Hyung Hyung, Dae
Ho Hyung, dan Ji Eun Hyung, keumanhaseyo[3], Tidak
bisakah kalian fokus hanya padaku sekarang? aku bisa telat nanti.” Kata pemuda
itu tiba-tiba.
“Ahh!
maaf ,maaf. Kami lupa kalau kami sebenarnya harus mengantarmu sampai ke dome
itu. Baiklah, kita pergi!” sahut Baek Hyun sambil menggandeng tangan maknae nya
itu dan melangkah maju diikuti oleh member lain di belakangnya. Mengantar maknae yang tahun ini resmi menjadi
siswa baru sekolah menengah atas, Kim Tae Hyungg.
[1]
Panggilan untuk seorang yang lebih tua dari seorang laki-laki kepada
perempuan/kakak perempuan
[2]
Senior
[3]
Hentikanlah
__ADS_1