
“Pada comeback kali ini, kita akan memakai seorang rookie model untuk MV terbaru TheBoys. Bukan Cha Se Na, gadis itu tidak berada lagi di Seoul.” Kata Cha Je Sang yang kemudian terdengar mendesah berat. Tepat dua minggu yang lalu, putrinya benar-benar melakukan apa yang ia katakan. Gadis itu telah menyelesaikan jadwalnya sebagai seorang penyanyi dengan baik, bahkan ia juga sempat mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal untuk para penggemarnya. Ia juga berjanji ia akan menjadi yang terbaik di Broadway dan akan kembali di Korea dengan penampilan dan prestasi yang lebih baik. Untungnya para media tidak terlalu membesar-besarkan kasus putrinya dan perusahannya tidak harus merugi karena saham perusahannya yang sebelumnya ia perkirakan akan jatuh, ternyata tidak . Sama sekali. Ia bersyukur ia masih bisa tidur sampai saat ini.
“Kalian sudah tahu bukan apa yang terjadi dengan putriku? Aku bahkan tidak mengerti kenapa gadis itu bisa membuat drama di kehidupan nyata seperti ini.” tanyanya pada ke sembilan pemuda di depannya. Delapan pemuda menjawabnya dengan anggukan pelan dengan senyuman tipis. Beberapa dari mereka reflek melirik satu pemuda yang tengah tertunduk. Perlahan pemuda itu mengangkat wajahnya.
“Maafkan saya Sajangnim. Saya tidak tahu kalau akan menjadi seperti ini.” Katanya.
“Tidak apa-apa. Kau tidak perlu merasa bersalah seperti itu, lagipula ini bukan salahmu. Putriku saja yang terlalu berlebihan. Kedepannya aku berharap kau tidak akan memikirkan hal ini lagi. Aku tidak ingin mendengar dari manajermu tentang kau yang masih merasa bersalah karena kepergian Se Na ke Amerika. Kau mengerti?” kata Cha Sajangnim yang berjalan menghampirinya dan menepuk bahunya pelan.
“Baiklah! Kita akan melanjutkan meeting kali ini. Konsep MV Beautiful December kali ini adalah manis. Sesuatu yang manis yang kalian temui di bulan Desember. Kalian sangat bersyukur dapat bertemu gadis itu hingga kalian menganggap gadis itu adalah sebuah keajaiban yang dikirim oleh Tuhan kepada kalian. Bahkan ketika kalian harus berpisah dengan gadis itu untuk beberapa waktu , kalian rela karena kalian tahu dan yakin bahwa keajaiban itu hanya akan menjadi milik kalian. Gadis itu akan kembali kepada kalian.”
Kesembilan pemuda itu masih memusatkan perhatian kepada Presdirnya yang sedang presentasi kali ini. Ini adalah sebuah kesempatan langka yang sangat jarang sekali terjadi pada artis-artis manajemen ini. Sebelumnya presdirnya tidak pernah membawakan sebuah presentasi hanya untuk menjelaskan konsep MV anak asuhnya. Tapi kali ini tidak, entah alasan apa yang membuat presdirnya melakukan ini.
“Oleh karena itu, untuk mendukung MV kalian agar terlihat lebih manis, aku telah men casting beberapa talent untuk menjadi model di MV kalian. Dari banyak gadis yang mendaftar, aku telah mendapatkan satu gadis yang sangat cocok untuk MV kalian. Ah! Untuk model prianya, kudengar kalian telah mengajukan Maknae kalian. Benar?” tanyanya.
“Iya, Sajangnim. Kami ingin Tae Hyung bisa mengambil tempat yang lebih dalam comeback kali ini dan juga kami ingin agar penggemar masih dapat mengenali wajah Tae Hyung TheBoys dengan baik. Kami takut setelah satu bulan vakum, para penggemar akan susah mengenali wajah Tae Hyung lagi.” Sahut Baek Hyun sambil melirik ke arah Tae Hyung yang diikuti oleh tawa ringan dari ketujuh member di sekitarnya.
“Aku juga setuju dengan ide Baek Hyun. Kita akan menggunakan Tae Hyung kali ini untuk memastikan kepada para penggemar bahwa Tae Hyung masih ada di TheBoys.”
“Sajangnim.” Sahut Tae Hyung yang langsung disambut tawa oleh member lainnya.
“Jangan khawatir Tae Hyung. Aku juga telah memilih seseorang yang sangat cocok denganmu. Rookie model kita kali ini adalah seorang gadis yang berbakat, baik dan sangat manis. Kurasa kau akan segera mendapatkan chemistry nya ketika kau bertemu dengannya esok hari.” Kata Cha Sajangnim yang kemudian mengambil tasnya dan mengeluarkan beberapa buah script MV kali ini.
“Ini script kalian. Pelajari baik-baik dan perbanyaklah latihan, aku sudah memberi Choi Saem satu buah. Kalian bisa mendiskusikannya ketika kelas akting nanti malam” Katanya sambil berjalan dan membagikan script itu satu-persatu kepada TheBoys. “Dan ini untukmu Tae Hyung. Kurasa kau tidak akan mengalami kesulitan, pengalamanmu sudah cukup banyak di dunia drama dan film tapi tetap, kau harus banyak berlatih dan bertanya kepada Choi Saem.” Katanya sambil menyerahkannya satu.
Tae Hyung menerimanya dan mengangguk pelan.
“Karena kau baru saja sembuh jangan terlalu memikirkan hal ini. Semuanya akan baik-baik saja, termasuk model perempuannya. Aku jamin.”
**
“Hye Rim sudah mendapatkan seorang manajer?” tanya Joo Won kepada pemuda yang tengah fokus kepada jalanan lurus dan lengang di depannya. Hari ini adalah hari perdana gadis itu memulai debutnya dan kakak dari gadis itu telah mengajaknya menuju tempat jadwal pertama Hye Rim. Satu studio di daerah Apgujeong.
Hyun Woo mengangguk.
__ADS_1
“Secepat itukah?” gumamnya pada diri sendiri.
“Bukan secepat itu. Tepatnya setepat itu. Setepat apa yang diinginkan Hye Rim dari beberapa tahun yang lalu. Kau ingat kalau aku pernah mengatakan kepadamu tentang proses training yang pernah dijalani Hye Rim selama dua tahun? Ketika ia masih berusia dua belas tahun?” tanyanya membuka sebuah memori lama yang sebenarnya tidak ingin ia buka kembali. Tetapi karena kejadian dua hari yang lalu, memori itu seketika terbuka.
“Dua belas tahun? Ah, Je Sang Ent. Hyung?”
“Iya. Ternyata dihari terakhir Hye Rim menjalani proses training gadis itu telah membuat sebuah kontrak. Kontrak yang seharusnya ia serahkan kepada kami malam itu, tapi sayangnya hal itu urung ia lakukan. Ia mengatakan kalau malam itu ia mendengar semuanya, tentang perdebatanku dengan Eomma tentang karir Hye Rim.” Jelasnya.
Joo Won terlihat begitu terkejut dan sontak menatap Hyun Woo yang sekilas menatapnya. Telah membuat kontrak? Jadi waktu itu seharusnya gadis itu sudah bisa debut?
“Dan lagi-lagi tanpa sepengetahuan kami, Hye Rim membatalkan kontrak itu dan menandatangani sebuah surat perjanjian dengan Je Sang Ent. tentang penundaan kontrak debut. Awalnya kukira gadis itu hanya asal bicara tapi setelah ia menunjukkan kedua dokumen itu, kami percaya. Bahkan di dalam surat pernyataan penundaan kontrak, disana tertulis bahwa Je Sang Ent. akan selalu membukakan pintu manajemen untuknya kapanpun Hye Rim ingin kembali dan itu diberikan oleh presdisnya sendiri. Cha Je Sang.”
“Itu artinya, sebenarnya Hye Rim bisa debut kapanpun ia mau, Hyung?”
Hyun Woo mengangguk.
“Baru pertama kali aku mendengar sesuatu seperti ini. Bahkan di manajemenku tidak ada peraturan seistimewa itu. Beruntung sekali Hye Rim, itu berarti Cha Je Sang telah memperlakukannya sebagai anak emasnya.” Ucapnya tiba-tiba.
“Kumohon hentikan semua ini, Hyung.” Ucap Joo Won tiba-tiba.
Hampir saja Hyun Woo menekan pedal remnya. Ia terkejut.
“Aku tahu apa yang dirasakan Hye Rim. Walaupun ia tidak pernah memberitahuku tentang hubungannya dengan Hyung, tapi semuanya tergambar jelas di wajahnya. Sering kulihat ia menjauhi teman-teman idolnya, duduk sendiri di sebuah taman sambil memandang kosong kedepan. Ia terlihat begitu sedih.” Lanjut Joo Won yang kemudian terdiam.
“Yaa, Joo Won-ah. Ada apa denganmu? Kenapa kau tiba-tiba berubah seperti ini?”
“Gadis itu dengan patuhnya telah menuruti apa yang Hyung inginkan. Mulai dari membuat pernyataan penundaan kontrak, menjauhi teman-teman idolnya yang selalu mendekatinya sampai pergi ke Amerika. Sudahi semua ini Hyung.” Pintanya.
“Im Joo Won, kau, kau ini kenapa? Dua tahun lalu kau melaporkan semua yang terjadi di Jinhae antara Hye Rim dan Tae Hyung. Bukankah itu berarti kau juga memiliki perasaan kepada adikku?”
Joo Won sontak terdiam. Apa ini terlalu terlihat jelas?
“Jangan seperti ini. Tetaplah membantuku, aku berjanji akan menjadikanmu dengan Hye Rim. Bagaimana?”
__ADS_1
***
Seoul- salah satu broadcast station- dua minggu setelah proses penyembuhan Tae Hyung
“Aku akan ke kamar mandi sebentar Manajer Hyung.”
Joo Won berjalan turun dari stage sambil mengeluarkan handphonenya. Tangannya kemudian menekan satu kontak dan menelfonnya.
“Hyun Woo Hyung?”
Diperhatikannya sekitar, mencari satu pintu yang bertuliskan kamar mandi. Tak lama ia menemukan ruangan itu. Ia pun membuka pintunya dan masuk. “Bagaimana kabar Hyung? ahh, syukurlah kalau semuanya baik-baik saja. Aku? Aku sedang take di salah satu program musik. Seperti biasa Hyung.” Katanya lewat telfon sambil memandang ke kaca yang terpasang diatas wastafel sambil membenahi rambutnya.
“Ah iya Hyung? Apa Hye Rim baik-baik saja?” tanyanya tiba-tiba. Tatapannya berubah menjadi khawatir. Dibelakangnya terdengar satu pintu dari tiga pintu toilet terbuka.
“Iya. Pasti Hye Rim sangat marah. Aku bisa membayangkannya Hyung.” Katanya sambil membuka kran. Dijepitnya handphonenya dengan bahu kanan dan pipi kanannya, kemudian dibasuhnya kedua tangannya. Tapi tiba-tiba pikirannya teralih. Ia yakin ia telah mendengar suara pintu terbuka di belakangnya, tapi kenapa tidak ada yang melewatinya?
Dikeringkannya kedua tangannya dengan selembar tissue dan handphone itu pun kembali ke genggaman tangan kananya. Perlahan ia menolehkan kepalanya kebelakan. Sontak ia terkejut. Hampir saja ia menjatuhkan handphonenya.
“Hye Rim? Jadi apa yang selama ini kupikirkan itu benar Hyung?”
Seketika kamar mandi itu terasa senyap dan dingin. Hanya suara air keran yang belum sempat dimatikan Joo Won yang masih terdengar.
“Apa maksud ini semua. Joo Won Hyung??”
Pemuda yang berdiri di depan Joo Won menatap Joo Won tajam. Pemuda yang sama dengannya. Seorang idol yang juga mempunyai jadwal di acara musik pagi ini.
“Tae-, Tae Hyung?”
***
__ADS_1