
"Nona... " Panggil Bik Inah dari jauh. Dia mempercepat langkahnya ketika melihat Nona berhenti dan menoleh ke arahnya.
"Ada apa Bik?" Nona yang baru saja pulang sekolah, menghentikan langkahnya karena panggilan Bik Inah. Melihat Bik Inah yang tergesa-gesa menghampirinya, membuat dia sedikit bertanya-tanya. Apa lagi yang terjadi? Apa lagi yang harus dihadapinya saat ini. Rasanya, rasa terkejut karena kabar tentang transplantasi jantung yang dilakukan Ayahnya masih membuat dia belum bisa melupakan rasa sedih dan kecewanya terhadap keluarga Om Hary. Dan sekarang?
"Tuan menyuruh kamu, untuk menemuinya." Imbuh Bik Inah setelah berdiri tepat didapan Nona.
"Untuk apa?"
"Bibik juga nggak tahu, pokoknya kamu disuruh kerumahnya."
Nona mengernyitkan keningnya, haruskah dia datang sekarang juga?
"Bibik nggak kerja hari ini?"
"Kerja, ini mau berangkat kerja."
"Yaudah bareng aja."
"Kamu nggak ganti seragam mu dulu."
"Udah gak apa-apa." Nona langsung melangkah mendahului. Sebenarnya dia sudah menyampaikan pada majikannya itu, kalau dia akan berhenti bekerja.
*
*
"Langsung temui Tuan diruang kerjanya. Dia memang menunggu kedatanganmu hari ini."
Nona hanya mengangguk, lalu membiarkan Bik Inah berlalu pergi menuju dapur.
Setelah menghela nafas panjang, Nona mengambil langkah untuk menuju ruang kerja mantan Tuannya itu.
Tok!Tok!
"Masuk!" Terdengar suara dari dalam ruangan itu.
Nona membuka pintu ruang kerja Deon, lalu masuk kedalamnya dengan beribu pertanyaan yang bersarang di otaknya. Apa yang akan dikatakan mantan Tuannya kali ini.
__ADS_1
"Ayo silahkan duduk." Deon mempersilahkan Nona untuk duduk di sofa yang berada didalam ruang kerjanya itu, setelahnya dia yang sedang berada di balik meja kerjanya pun bangkit dan ikut duduk di sofa tersebut.
Nona hanya terdiam, dia duduk di hadapan Tuannya. Dengan keringat dingin membasahi telapak tangannya.
"Maaf atas kejadian kemarin."
Sudah Nona duga, tentu itu yang akan di katakan Tuannya.
Nona tidak menjawab, Nona hanya mengangguk.
"Jadi kamu akan berhenti bekerja?"
"Iya Tuan."
"Mengapa?"
"Mengapa? Dia masih bertanya mengapa? Jelas-jelas itu karena ulahnya dan istrinya." Gumam Nona.
Alih-alih menjawab pertanyaan itu, Nona justru tertarik membahas hal lain.
"Mengapa Tuan, bilang ke Nyonya akan menikahi saya?"
Pertanyaan itu membuat Nona mengernyitkan keningnya.
"Maksud Tuan?"
"Aku memang berniat akan menikahimu!"
Mata Nona terbelalak terkejut.
"Bagaimana mungkin, jika tanpa persetujuan dariku?"
"Maka dari itu aku memintamu untuk menemuiku! Jadi bagaimana pendapatmu?"
Nona hanya terdiam. Dia menelan salivanya!
Apa ada yang salah dengan Tuannya itu? Dia baru berkerja selama 7 hari. 3 hari bekerja dengan normal, 2 hari mendapatkan masalah. Dan dua harinya lagi dia tidak datang karena mengundurkan diri! Lalu sekarang, Tuannya yang bahkan tidak sepenuhnya mengenal dirinya, pun begitu dengan dia. Tiba-tiba melamarnya untuk menikah dengan cara yang tidak biasa.
__ADS_1
Nona terkekeh, takdir cukup mempermainkannya.
"Kenapa? Apa ada yang lucu?" Tanya Deon ketika melihat Nona terkekeh seorang diri.
"Apa kau salah minum obat Tuan? Atau kau terlalu stres karena masalahmu dengan istrimu?"
"Kami sudah bercerai!"
"Itu bukan urusanku!"
"Lalu apa jawabanmu?"
"Tidak!"
"Kau yakin? Coba pikirkan lagi. Aku tidak hanya menikahimu secara cuma-cuma!"
Nona kembali terdiam, apa maksudnya itu?
"Apa yang aku dapatkan jika menikahimu?"
"Apapun! Semua yang kau inginkan!"
"Kenapa kau ingin menikah denganku?"
"Sesuatu! Aku tidak dapat memberitahukannya padamu. Yang jelas, aku punya alasan mengapa ingin menikah denganmu." Tutur Deon dengan raut serius.
Yang ada didalam otak Nona saat itu, hanya uang!
Dia bisa meminta banyak uang dari Deon, dengan uang itu dia akan bisa mencari keberadaan Anggara dan keluarganya. Lalu, dengan begitu dia baru bisa membalaskan dendamnya.
"Baiklah, kalau begitu aku setuju."
Deon tertawa spontan, gelak tawanya membuat Nona sedikit bingung.
"Cepat sekali berubahnya."
"Apa kau mempermainkanku?" Nona memastikan.
__ADS_1
"Tentu saja tidak. Aku selalu serius dengan ucapanku. Kita akan menikah minggu depan."
^TO BE CONTINUED^