Balas Dendam, Tak Berbalas

Balas Dendam, Tak Berbalas
Ep. 35 > Next


__ADS_3

"Tuan-" Bisik Nona terputus. Namun entah mengapa, semua orang dapat mendengar bisikannya dengan jelas. Hingga semua tatapan kini tertuju ke arahnya.


Wajah Nona langsung pucat pasi, menerima tatapan dari semua orang.


"Aku permisi ke kamar mandi." Lanjut Nona terbata.


Deon langsung memanggil salah seorang pelayan, dan memintanya menunjukkan kamar mandi pada Nona.


Dengan cepat, Nona langsung mengikuti langkah pelayanan itu.


Sedangkan Pak Zainal, kembali melanjutkan percakapannya yang sempat terhenti.


Walaupun ia sendiri tidak peka, dengan suasana yang sudah agak berbeda itu.


*


Nona menatap cermin besar yang berada dihadapannya. Air matanya perlahan mengalir.


"Nona, kau harus bisa memanfaatkan kesempatan ini. Tunjukkan, kau bisa hidup lebih baik tanpa mereka. Bukankah ini yang kau inginkan selama ini. Ini balas dendam yang kau inginkan bukan?"


Nona menarik nafas dalam, sambil meletakkan tangannya di atas dadanya. Ada yang berdegup kencang didalam sana. Membuat ia seakan merasa sesak.


Nona menghela nafas berulang kali. Mencoba mentralkan perasaan shock nya. Dan juga perasaan sakit ketika menatap wajah Anggara.


Nona, keluar dari kamar mandi. Namun, tangannya langsung di tarik oleh Anggara.

__ADS_1


"Anggara! Apa yang kau lakukan?" Pekik Nona. Namun Anggara tak menghiraukannya. Ia justru terus menarik tangan Nona dan membawanya ke halaman belakang rumah. Menjauh dari orang-orang yang masih berada diruang tamu.


"Anggara!" Nona menepis genggam Anggara hingga terlepas.


"Jangan sampai keluarga Pak Zainal tahu, apa yang pernah terjadi dimasa lalu!" Anggara menegaskan. Namun kalimat yang keluar dari mulutnya itu justru membuat Nona tersenyum sinis.


"Apa kau takut?" Dengan senyuman sinisnya, melihat raut tegang di wajah Anggara. Nona bisa langsung menebak. Kini kartu AS berada ditangannya.


"Kau akan tahu akibatnya jika itu sampai terjadi!" Ancam Anggara.


"Aku tidak perduli!" Nona langsung mengambil langkah. Meninggalkan Anggara disana, masih dengan raut kesalnya.


*


Nona kembali duduk ditempat semula, disamping Deon.


"Sama-sama Pak Hary, saya harap kerja sama ini bisa terus berlanjut." Ucap Pak Zainal penuh makna.


Banyak percakapan yang dilewatkan Nona saat ia berada dikamar mandi tadi.


"Om, Terimakasih." Anggara ikut berjabat tangan dengan Pak Zainal. Dan juga Deon, yang sudah berdiri dari duduknya.


"Sering-sering main kesini." Imbuh Pak Zainal lagi.


"Baik Om." Jawab Anggara di ikuti senyumnya.

__ADS_1


"Aku balik ya, Sar." Sambil melambaikan tangannya ke arah Sarah yang berdiri agak jauh. Dan itu, membuat Sarah kegirangan parah, ini untuk pertama kalinya.


"Emmpp, bye Anggara." Balas Sarah dengan ekspresi sumbringah. Membuat Pak Zainal terkekeh saat melihat tingkah putrinya itu.


*


Dan setelah kepergian keluarga Om Hary. Kini, tinggallah Pak Zainal, Deon dan juga Nona disana.


Sedangkan Sarah dan Sandra, sudah diminta untuk meninggalkan ruangan itu oleh Pak Zainal


Plakk!


Sebuah tamparan melayang dipipi Deon. Membuat Nona kaget dan terbelalak.


"Berani sekali kau mengambil keputusan itu." Pekik Pak Zainal dengan suara menggelegar.


Sedangkan Deon, hanya menunduk dalam.


"Jadi yang dikatakan Alice benar, kau berselingkuh dengan wanita ini!" Pekik Pak Zainal untuk sekian kalinya.


Mendengar kalimat itu, Nona mengernyitkan keningnya. Jelas-jelas yang berselingkuh itu Alice .


Nona mengalihkan pandangannya ke arah Deon, yang masih menunduk tampa membantah.


"Aku mencintainya." Ucap Deon kemudian, sambil menggenggam tangan Nona yang berada disampingnya. Membuat Nona kembali terbelalak dan mengangga. Ia benar-benar bingung dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi disini.

__ADS_1


^TO BE CONTINUED^


__ADS_2