
Arya telah salah paham hanya gara-gara cerita dari Sefelin. Seketika itu juga nyalinya menciut untuk mengutarakan rasa cintanya pada Zie, apa lagi untuk memperjuangkannya.
"Jika seperti ini aku sudah kalah terlebih dahulu, dan secara tidak langsung aku akan alami patah hati. Kenapa sih, pada saat aku kembali merasakan cinta yang telah lama mati. Malah seperti ini? apakah aku nggak berhak untuk berbahagia?" batin Arya merutuki diri sendiri.
Arya terus saja melamun setelah mendengar cerita dari Sefelin. Hingga Sefelin pun heran dan menegur," Om Arya kok malah bengong sih?"
Arya pun terhenyak kaget," maafkan om ya sayang. Coba lihat tugas sekolahnya."
Arya tidak ingin berlarut dalam lamunan kembali, ia pun segera mengajari tugas sekolah Sefelin. Walaupun didalam hatinya merasa tidak tenang dan terus saja memikirkan kata-kata Sefelin.
Satu Jam Kemudian...
Sefelin pulang ke rumah, dan ia pun menghampiri Zie," mah, tadi Om Arya kok bengong nggak seperti biasanya."
Ucapnya polos.
__ADS_1
Tiba-tiba Sefelin mengatakan banyak hal pada Zie, hingga Zie sempat berpikir di dalam hatinya," apakah ini membuktikan jika Mas Arya benar-benar cinta padaku?apa yang di pikirkan Mas Arya hingga bengong pada saat Sefelin memberitahu tentang Mas Nelson? kenapa sejak semua orang mengatakan bahwa Mas Arya cinta padaku, kok aku jadi tidak tenang seperti ini ya?"
Kembali lagi Sefelin heran," mah, kok bengong juga seperti Om Arya sih?"
Sontak saja Zie terlonjak kaget," astaghfirullah aladzim, maafkan mamah."
"Sef, heran pada mamah dan Om Arya. Sebenarnya ada apa dengan mamah dan Om Arya? kok sama-sama bengong?" tanya Sefelin.
Zie menghela napas panjang," itu hanya serba kebetulan saja Sef. Sudah dech nggak usah terlalu dipikirkan ya."
Sejak saat itu sikap Arya seolah ingin menjauh dari Sefelin dan Zie. Hal ini bisa di rasakan oleh Zie, apa lagi oleh Safelin. Karena pada saat Sefelin meminta di ajarin mengerjakan tugas sekolah, kini Arya beralasan banyak hal yang membuat Sefelin merasakane kecewa.
Bahkan sejak Arya berusaha menjauh dari Sefelin, kini tidak ada lagi wajah ceria Sefelin. Ia benar-benar sangat kehilangan Arya. Hal ini tentu saja membuat Zie turut merasakan sedih.
"Sef, apa kamu sakit? berapa hari mamah melihat kamu murung dan nggak berselera makan," tegur Zie.
__ADS_1
"Aku sedih mah, karena sekarang Om Arya sudah berubah. Dia selalu alasan banyak kerjaanlah inilah itulah, jika aku minta tolong padanya untuk mengajariku mengerjakan tugas sekolah," ucap polos Sefelin.
"Sef, mungkin saja memang Om Arya sedang sibuk dan banyak pekerjaan. Seharusnya kamu juga ga boleh tergantung seperti itu pada Om Arya. Kalau nggak, nanti Mamah carikan guru les saja buatmu ya?" saran Zie.
Tetapi Sefelin tidak mau, ia justru meminta Zie untuk membujuk Arya supaya bersikap seperti dulu lagi padanya.
"Mamah sayang nggak sih sama aku?" tanya Sefelin membuat Zie memicingkan alisnya.
"Kok kamu ngomong begitu? jelas saja mamah sayang sama kamu sangat sayang malah," ucapnyae Zie.
"Mah, kalau mamah sayang sama aku. Aku ingin Mamah bantu aku, bujuk Om Arya biar mau bantu aku mengajari setiap tugas sekolah yang aku tidak bisa kerjakan. Aku nggak mau guru les selain Om Arya, mah. Aku gampang paham jika di ajari sama Om Arya."
Permohonan atau permintaan Sefelin, tidak mudah untuk dikerjakan oleh Zie. Dengan begini Zie harus mengesampingkan egonya.
"Aduhhhh.... bagaimana ini?" batin Zie di buat bingung.
__ADS_1