Balasan Untuk Suami Kejam

Balasan Untuk Suami Kejam
Iri


__ADS_3

Melihat Zie diam saja pada saat berada didalam mobil, Arya merasa iba," Zie, apakah kamu baik-baik saja?" tegurnya seraya fokus mengemudi.


"Aku nggak apa-apa kok mas, kamu nggak usah khawatir. Fokus saja mengemudi," jawab Zie sejenak menatap kearah Arya seraya tersenyum.


Didalam hati Zie masih saja kesal dengan sikap Mila," aku nggak habis pikir dengan istri Mas Nelson, padahal aku sama sekali tidak ada niat untuk rujuk dengan Mas Nelson. Jangan sampai aku kembali pada lelaki yang jahat sama sekali tidak tanggung jawab! heran saja kenapa juga dia seperti cinta banget sama Mas Nelson. Apa dos belum merasakan bagaimana sikap buruknya keluarga suaminya itu ya?"


Terus saja pikiran Zie traveling memikirkan Mila. Sementara saat ini Mila sangat kesal karena mengetahui ternyata Arya lebih kaya dari Nelson.


"Sialan, bagaimana bisa seorang janda bisa mendapatkan seorang lajang yang sangat kaya raya. Kenapa aku malah kalah dengan seorang janda ya? aku pikir aku sudah beruntung punyakue suami seorang manajer, ternyata mantan istri Mas Nelson justru lebih beruntung dariku."

__ADS_1


"Masa iya aku yang seorang lajang malah mendapatkan duda, sedangkan Zie yang seorang janda malah mendapatkan seorang lajang dan lebih tampan lebih kaya. Aku ingin mempermalukan Zie, malah aku yang dipermalukan oleh para ibu-ibu tadi."


Terus saja Mila mengumpat, mengeluh, ia mulai iri dengan Zie. Awalnya ia merasa Zie yang ingin merebut kembali Nelson.


Mila tetap saja gelisah, sampai Gondo pun heran. Karena kebetulan saya ini Gondo sedang ada di teras halaman, ia sedang bersantai.


"Mila, kamu darimana dan kenapa murung seperti itu?" tegurnya menyelidik.


Mila memicingkan alisnya," maksud ayah bagaimana?" tanyanya heran.

__ADS_1


"Astagaaaa Mila, masa iya kamu nggak paham juga sih? jika kamu nggak hamil, kamu bisa menguras semua harta Nelson, setelah itu kamu tinggalkan dia. Jika kondisimu hamil, lebih lama lagi kita bertahan disini bukan sampai anakmu lahir. Bahkan kamu mungkin bisa bertahan selamanya dengan hidup berumah tangga dengan Nelson karena adanya seorang anak. Nggak mungkin kamu tega meninggalkan bayi yang tidak berdosa."


"Jika kamu tidak hamil, mungkin saat ini kita sudah berhasil menguras semua harta milik Nelson. Jadi kamu tidak perlu iri dengan Zie, karena dari segi pemikiran dia lebih cerdas dari pada kamu yang berpendidikan tinggi."


Mila merasa kesal karena dirinya malah di banding-bandingkan dengan Zie," ayah, kenapa malah memuji Zie? seharusnya ayah memberikan sebuah solusi yang tepat untukku, bukan malah seperti ini."


Gondo kembali tersenyum sinis," ayah nggak mau pusing lagi. Apa kamu lolupa dengan pesan ayah yang terakhir jika ayah sudah angkat tangan. Ayah enggan untuk memikirkan rencana. Sudah, jalani saja kehidupan rumah tanggamu ini. Toh salahmu sendiri nggak mendengarkan dan nggak mengikuti saran ayah dulu."


Gondo bangkit dari duduknya, ia berlalu masuk ke dalam rumah tanpa menghiraukan Mila yang terus saja dia terpaku menatap masuknya Gondo.

__ADS_1


"Hidup kok seperti ini ya? punya seorang ayah nggak peduli lagi padaku. Bukannya memberikan sebuah saran atau solusi, malah masa bodoh seperti ini!"


Mila hanya bisa menepuk jidatnya sendiri seraya menghela napas panjang.


__ADS_2