Balasan Untuk Suami Kejam

Balasan Untuk Suami Kejam
Ribut Besar


__ADS_3

Nelson melotot kearah pria tua itu," aku berhak karena aku ini adalah kakaknya! jadi pergilah kamu dan jangan coba ganggu adikku lagi! apakah kamu nggak berpikir jika kamu sudah tua dan bau tanah, dengan percaya dirinya mendekati adikku yang masih muda!"


Pria tua itu tidak terima dengan semua hinaan dari Nelson," ok, aku akan pergi. Tapi ingat satu hal, aku akan membalas semua penghinaan darimu. Dan kamu Dina, aku juga akan membalas sakit hatiku padamu juga!"


Setelah mengucapkan ancaman tersebut, pria tua itu berlalu pergi dari hadapan Dina dan Nelson. Sementara Nelson dengan kasar menarik tangan Dina membawanya melangkah menuju ke parkiran mobil. Dan mendorong Dina masuk ke dalam mobil.


"Masuk, bikin malu saja!" umpatnya kesal.


"Aauhhh...kasar banget sih Mas Nelson.. Sakit tahu!" Dina terjerembab masuk kedalam jok mobil akan tetapi kepalanya sempat terbentur.


Nelson melajukan mobilnya arah pulang, terlebih dahulu ia meminta izin kepada presiden direktur bahwa dirinya hanya bekerja setengah hari karena ada suatu kepentingan.


Selama dalam perjalanan pulang, Nelson hanya diam saja. Ia sengaja tidak mengatakan apapun karena sedang mengemudikan mobilnya. Begitu pula dengan Dina, ia justru teringat akan ancaman dari pria tua itu.


"Aduhhh... bagaimana ini? jika Om Tidar benar-benar mewujudkan ancamannya," batinnya ketakutan.


Tak berselang lama, sampai juga di rumah Bu Eka. Nelson memerintah Dina untuk segera keluar dari mobil," cepat keluar sekarang juga!"


Nelson kembali mencekal lengan Dina dengan kasar yang membuat Dina meronta," mas, sakit tahu! tolong lepaskan, aku bisa berjalan sendiri!"


Namun Nelson tidak merespon perkataan dari Dina. Justru ia menyeret Dina dan mendorong tubuhnya ke atas sofa yang ada di ruang tamu. Kebetulan Bu Eka sedang melintas dan ia sempat melihat sikap kasar Nelson pada Dina.


"Nelson, ada apa? baru pernah kamu kasar dengan adikmu. Ada masalah apa sih?" tegur Bu Eka.


Nelson pun dengan penuh kemarahan menceritakan tentang perilaku Dina. Sontak saja Bu Eka terperangah, ketika a menutup mulutnya sendiri dengan kedua tangannya," astagaaaa... menjijikkan sekali perbuatanmu itu Dina! kamu ini seorang mahasiswi, masa iya berpacaran dengan seorang lelaki yang lebih pantas menjadi kakekmu? dimana otakmu itu, hah?" Bu Eka benar-benar kesal di buatnya.


Tapi Dina sama sekali tidak merasa malu atau merasa bersalah, ia justru membela dirinya," kalian nggak usah menyalahkanku, terutama kamu Mas Nelson. Semua yang aku lakukan ini karena terpaksa, semua ini salah mamah dan Mas Nelson!'


PLAK!


Satu tamparan mendarat di pipi Dina," kurang ajar kamu ya. Kesalahanmu di lemparkan padaku!" umpat Nelson kesal.


"Lantas aku harus menyalahkan siapa? semua memang salahmu mas, karena sudah tidak pernah memberikan uang lebih padaku. Sejak kamu menikah dengan si anak preman itu, pelitnya minta ampun!"


"Mamah juga, jika diminta uang susah minta ampun. Alasan Mas Nelson nggak pernah memberikan jatah lagi."


Bu Eka tidak terima dirinya disalahkan," seenaknya saja kamu menyalahkan mamah! semua ini salah mamasmu!"


Ibu dan anak semua menyalahkan Nelson. Hingga membuat Nelson sangat kesal," kalian memang tidak pernah bisa bersyukur. Selalu saja kurang dan kurang. Jika ing uang lebih ya kerja, tapi kerja yang halal bukan dengan menjadi pacar pria tua! mamah juga, jika ingin uang yang banyak ya kerja. Lagi pula tubuh mamah masih sehat bukan? banyak loh yang seumuran mamah bekerja."

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu, Nelson pun berlalu pergi dan ia lekas masuk ke dalam mobilnya, tetapi pada saat dirinya membuka pintu mobil, Sony memanggil," Nelson tunggu, kamu mau kemana?"


Sony berlari ke arah Nelson, hingga Nelson mengurungkan dirinya masuk ke dalam mobil.


"Ada apa Mas Sony, aku mau pulang. Mau tidur, kepala sakit banget," ucapnya menatap sinis kearah Sony.


"Bagi duit dong, untuk bayar sekolah Jeselin."


Dengan gampangnya, Sony menengadahkan tangan kanannya.


"Ini lagi, sama saja seperti Dina dan Mamah. Memangnya aku ini gudang duit apa mas? gampang banget minta duit padaku. Anakmu ya menjadi tanggung jawabmu, masa aku yang bayarin sekolahnya. Usaha sana!"


Nelson masuk kedalam mobilnya tanpa memperdulikan Sony yang terus saja menatap kearahnya. Di dalam hati Nelson mendadak ingat iada Sefelin," aku seharusnya bertanggung jawab terhadap Sefelin. Tetapi aku sama sekali tidak pernah memberikan nafkah padanya. Ah biarkan saja, toh sekarang Zie sudah kaya raya banyak uang."


Nelson melajukan mobilnya menuju ke rumah sendiri. Sementara Sony menghampiri Dina dan Bu Eka.


"Mah, jok sekarang Nelson berubah drastis ya?" ucap Sony.


"Karena bujukan Mila pastinya, karena dulu dia nggak seperti ini. Sejak menikah dengan Mila, Nelson jadi pelit dan juga tidak peduli lagi pada kita," ucap Bu Eka.


Mereka bertiga bahkan merencanakan hal jahat pada Mila. Supaya Mila tersingkir dari kehidupan Nelson untuk selamanya. Entah apa yang sedang mereka rencanakan.


"Nggak ada apa-apa, aku cuma kurang enak badan. Ingin istirahat di rumah makanya aku izin kerja setengah hari," ucap Nelson berbohong.


Karena baginya percuma saja jika ia bercerita tentang keluarganya yang meminta uang. Toh Mila pasti cuma mengejek saja dengan mengatakan keluarganya benalu atau parasit.


"Ya sudah tidur sana mas! atau mau makan siang dulu, kamu pasti belum makan siang bukan? mau aku ambilkan?" Mila menawarkan makanan padanya.


"Boleh dech, tapi aku mau ke kamar mandi dulu. Nanti makanannya di letakkan di sini saja ya. Aku ingin makan di teras halaman saja."


Nelson melangkah masuk kedalam rumah dan ia meletakkan ponselnya begitu saja dimeja.


Drr drt drt drt drt drt drt


Satu notifikasi chat pesan masuk ke dalam nomor ponsel Nelson.


Mila penasaran, ia segera membuka chat pesan tersebut.


[Nelson, kenapa sekarang kamu nggak peduli lagi padaku. Tidak seperti pada saat kamu masih menjadi suami Zie? Nelson, bagi duit donk buat ke salon seperti dulu lagi. Dan juga buat bayar sekolah Jeselin. Masa iya kamu tega melihat penampilanku kucel nggak cantik, dan tega jika keponakanmu itu belum bayar uang sekolah?]

__ADS_1


Mila melotot membaca chat pesan dari Sasa," kurang ajar! jadi kakak iparnya juga suka minta-minta uang pada Mas Nelson? apakah dulu Zie tahu atau tidak ya? benar-benar satu keluarga benalu semuanya."


Mila sengaja tidak menghapus chat pesan dari Sasa, dan juga tidak membalasnya. Hingga satu notifikasi chat pesan masuk lagi.


[Nelson, seharusnya kamu itu menikah denganku bukan dengan Mila si anak preman itu! apakah kamu lupa dengan percintaan yang kura lakukan pada saat kamu kesepian karena sudah berpisah dari Zie? aku rela bercinta denganmu tanpa sepengetahuan Mas Sony, karena aku dari awal cintanya sama kamu bukan sama Mas Sony. Hanya saja waktu itu kamu sudah menikah terlebih dahulu dengan Zie.]


Kembali lagi mata Mila melotot membaca chat pesan tersebut," astagaaaa... jadi mereka pernah... dasar tidak tahu diri! pantas saja Sasa berani minta macam-macam pada Mas Nelson.


Mila langsung mengkopi chat pesan yang dikirim oleh Sasa dan mengirimkannya ke nomor ponselnya sendiri. Ia juga sengaja mengirimkan chat pesan tersebut ke nomor ponsel Sony dengan menggunakan ponsel Nelson.


Mila segera meletakkan kembali ponselnya tanpa menghapus chat pesan dari Sasa. Tetapi ia menghapus chat pesan dirinya ke nomor ponsel Sony yang menggunakan nomor ponsel Nelson.


"Untung saja Mas Nelson lama berada di kamar mandi hingga aku bisa membaca semua chat pesan dari Sasa di genit itu," gumamnya di dalam hati.


Sementara di rumah, Sony merasa kesal pada saat melihat chat pada yang dikirimkan oleh Nelson," apa ini? jadi istriku pernah melakukan hubungan suami istri dengan Nelson?"


Dengan amarah yang teramat sangat, Sony masuk ke dalam kamar. Dan ia merebut ponsel Sasa yang sedang di gunakan oleh Sasa untuk menunggu balasan chat pesan dari Nelson.


Sontak saja Sasa terhenyak kaget," mas Sony, kembalikan ponselnya! "


Tetapi Sony tidak memberikannya, ia justru mengecek ponsel Sasa. Hal ini membuat wajah Sasa berubah pias dan dirinya panik.


"Aduhhh... bagaimana ini? chat aku ke nomor ponsel Nelson belum sempst aku hapus. Mampus aku!" batin Sasa gelisah dan ketakutan apa lagi melihat wajah marah Sony.


"Apa ini, hah? jadi selama ini kamu cinta pada Nelson? kamu juga pernah tidur dengannya? berapa kali kamu bercinta dengan adikku, hah? tega banget kamu selingkuh dariku, dan lebih parahnya lagi kamu selingkuh dengan adik kandungku sendiri! dasar wanita murahan!" umpat Sony.


PRAKKKK!


Sony membanting ponsel Sasa hingga pecah berantakan dan tidak bisa digunakan lagi. Sontak saja Sasa terbakar amarah juga," mas, apa yang kamu lakukan hah?"


"Seharusnya kamu itu koreksi diri kenapa aku cinta pada adikmu? jika dulu aku tahu kamu cuma seorang pengangguran, aku mana mungkin mau menikah denganmu. Aku memang cinta pada Nelson karena ia yang bisa memanjakanku dengan uangnya. Sedangkan kamu apa? hanya tukang ojek yang bisanya juga meminta uang pada Nelson!" ejek Sasa kesal karena ponselnya di banting oleh Sony.


Mereka terlibat cekcok begitu lamanya, hingga akhirnya Sony berlalu pergi dari kamar tersebut. Ia pun memutuskan menyambangi rumah Nelson.


Sementara Sasa merasa heran, dari mana Sony tiba-tiba tahu jika dirinya ada hubungan dengan Nelson," jika tidak ada yang memberi tahu mana mungkin Sony tiba-tiba merebut paksa ponselku. Apakah Nelson yang memberi tahu? tapi aku nggak mungkin dech," gumam Sasa.


Sementara saat ini Nelson sedang asik makan siang, ia begitu kaget pada saat melihat kedatangan Sony dengan wajah masam.


PYANG!

__ADS_1


Tiba-tiba Sony merampas piring yang ada di tangan Nelson, dan melemparnya hingga pecah.


__ADS_2