Balasan Untuk Suami Kejam

Balasan Untuk Suami Kejam
Tak Bisa Berkata


__ADS_3

DEG!!!


Untuk kesekian kalinya, Zie terhenyak kaget dan terpengarah. Dia tidak menyangka jika Arya secepat itu mengutarakan rasa cintanya.


"Aku harus jawab apa apa ya pada Mas Arya? secara tiba-tiba dia mengatakan hal ini?" gumam Zie di dalam hatinya begitu dilema.


Arya bisa melihat akan kegelisahan dan dilema pada wajah Zie," aku beri kamu waktu dua Minggu untuk menyiapkan jawabannya. Karena aku yakin saat ini kamu pasti belum mendapatkan jawaban yang tepat."


Ada rasa lega di dalam diri Zie, karena memang ia belum mempunyai jawaban yang menurut dirinya tepat bagi Arya. Zie lekas berpamitan pada Arya, karena ia tidak ingin terpojok dengan pertanyaan dari Arya tentang perasaan dirinya terhadapnya.


Sesampainya di rumah Zie begitu gelisah, tetapi ia mencoba menutupi rasa kegelisahan dirinya dari Sefelin dan orang tuanya.

__ADS_1


"Bagaimana mah, sudah bicara kan pada Om Arya? terus apa jawaban dari Om Arya?" tanya Sefelin yang sudah menunggu di ambang pintu ruang tamu.


"Alhamdulillah, Om Arya akan bersikap seperti biasa lagi. Beberapa hari ini memang ia sibuk sekali, ia minta maaf padamu. Dan katanya akan selalu siap untuk membantu belajar kamu Sefelin," ucap Zie mencoba tersenyum walaupun di dalam hatinya sedang gundah gulana.


"Yeeeee..... terima kasih ya mah. Aku sangat senang sekali."


Sefelin memeluk tubuh Zie.


Sementara Arya saat ini juga lega karena mengetahui jika Zie benar-benar sudah tidak berharap pada mantan suaminya. Dan bahkan mantan suaminya sudah beristri. Ia pun tenang karena telah mengatakan isi hatinya juga pada Zie.


Mila yang sedang bersantai di teras halaman merasa heran melihat kedatangan keluarga Nelson. Tetapi ia mencoba untuk tidak panik dan berusaha biasa saja.

__ADS_1


"Nelson mana?" tanya Bu Eka tanpa menyebut nama Mila, hingga Mila diam saja dan ia tetap asik memainkan ponselnya.


"Heh, kamu budeg ya? ditanya diam saja!" bentak Dina dengan sangat berani merebut ponsel yang ada di tangan Mila dan meletakkannya di meja.


Tingkah Dina membuat Mila naik pitam," sopan sedikit, bagaimana pun aku ini istri kakakmu! ibumu saja yang tak sopan bertanya tanpa menyebut namaku, ya aku pikir ia sedang berbicara pada setan!" ejek Mila.


"Sudahlah aku tidak ingin ribut dengan kalian semua. Katakan saja apa maksud kedatangan kalian semua berbondong-bondong seperti ini? karena Mas Nelson sudah berangkat ke kantor," tanya Mila.


Bu Eka mengatakan jika dirinya ingin meminta jatah bulanan, begitu pula dengan Sony dan Sasa, serta Dina ingin meminta jatah jajan dan uang kuliah.


Mila terperangah," astagaa... yang benar saja! kalian semua meminta uang pada suamiku? memangnya dia mesin ATM kalian?"

__ADS_1


"Heh kamu Mas Sony, seharusnya kamu itu bekerja dan nafkahi Mbak Sasa serta anakmu! dan kamu Dina, bukannya kemarin Mas Nelson sudah memberikan uang , boros amat. Apa lagi ibu, sama juga borosnya. Pulanglah kalian, tidak ada uang sepeserpun untuk kalian semua. Karena gaji Mas Nelson sudah diberikan semuanya padaku!" Mila dengan lantang mengusir kelurga Nelson. Ia sama sekali tidak gentar dengan salah satu diantara mereka.


Pada saat salah satu keluarga Nelson akan melawan perkataan Mila, muncullah Gondo dari balik pintu ruang tamu dengan meregangkan otot-otot tubuhnya dan matanya melotot pada seluruh anggota keluarga Nelson, seketika itu juga mereka bubar dan kembali ke rumah masing-masing.


__ADS_2