
Melihat Arya terlihat gelisah, Zie pun heran.
"Apakah Mas Arya baik-baik saja? atau sedang kurang fit, duduklah mas supaya tidak terlalu cemas seperti itu," pinta Zie.
Arya dan Zie duduk di teras halaman rumah Arya.
"Mas, aku ingin menjawab keputusanku dari pernyataan Mas Arya waktu itu. Tetapi aku lihat kondisi Mas Arya kok tidak memungkinkan ya? apa sebaiknya aku tunda saja ya mas?" ucap Zie agak sedikit ragu karena melihat raut masam Arya.
"Jangan-jangan-jangan! aku sudah menunggu waktu ini loh, masa iya aku harus menunggu lagi? aku tidak apa-apa kok, justru dari tadi aku gelisah menunggu kedatanganmu," ucap Arya.
"Maafkan aku mas, baiklah akan aku jawab sekarang supaya hati kita sama-sama lega dan tindak gelisah lagi. Mas Arya setelah aku memikirkannya hampir satu Minggu lebih, aku putuskan kalau aku menerima tawaran Mas Arya," ucap Zie tiba-tiba dia gugup dan bicaranya tersendat-sendat.
Arya terus saja menatap manik cokelat Zie tanpa berkedip, hingga Zie kini yang salah tingkah.
"Zie, ayok lanjutkan! kenapa malah dowm seperti itu?" Arya sudah tidak sabar ingin mendengar kelanjutan perkataan Zie yang tiba-tiba terputus dan tidak berkata lagi.
Zie mencoba menenangkan dirinya yang tiba-tiba salah tingkah," iya maaf mas. Begini mas, aku memutuskan untuk menerima mas menjadi papah sambung Sefelin."
"Horeeeeee.... Alhamdulillah ya Allah!!!!!"
tanpa sadar Arya meloncat kegirangan.
Setelah itu ia merasa malu sendiri setelah menyadarinya," hehehe... Maaf ya Zie. Karena aku sangat bahagia mendengarnya."
Arya pun duduk kembali seraya celingukan kesana kemari khawatir ada yang melihat tingkahnya yang heboh barusan.
__ADS_1
Arya benar-benar sangat bahagia karena pada akhirnya Zie luluh juga. Walaupun Zie sebenarnya belum merasakan cinta pada Arya. Ia hanya ingin membuat Sefelin bahagia. Karena ia menyadari jika Sefelin juga membutuhkan sosok seorang ayah.
Zie kadang merasa heran dengan Nelson yang sangat kejam pada anak kandungnya sendiri. Padahal dirinya tidak ingin meminta uang sepeserpun. Tetapi setidaknya Nelson peduli moada Sefelin.
Sejak Zie tinggal diseberang rumah Nelson, tidak pernah satu kali pun Nelson datang untuk menjenguk Sefelin. Benar-benar Nelson tidak perhatian sama sekali terhadap Sefelin.
"Zie, jika kamu bersedia untuk menikah denganku. Apakah kamu bersedia juga jika aku ingin kita segera menikah?" tanya Arya ragu khawatir ada penolakan dari Zie.
"Aku terserah Mas Arya saja sih, tapi memang lebih cepat lebih baik. Jangan sampai hubungan kita mendapatkan gunjingan dari warga setempat," ucap Zie.
"Siap Zie, aku tidak akan membuatmu malu kok. Percaya saja padaku, dan aku juga sangat yakin jika warga disini baik-baik tidak seperti di desaku yang sedikit-sedikit main gerebeg saja. Lantas pernikahan seperti apa yang kamu inginkan Zie? karena aku benar-benar ingin membuat semua orang terkesan dengan pernikahan kita," tanya Arya.
Zie mengatakan jika bagi dirinya yang penting sah dimata agama dan di mata hukum. Ia tidak ingin pernikahan mewah. Ia lebih suka pernikahan sederhana.
"Bukan pernikahan mewah meriah di hotel berbintang lima. Tetapi kelanggengan pernikahan kita yang bisa membuat semua orang terkesan pada kita. Maaf ya mas, tetapi jika mas ingin mengadakan resepsi ya silahkan. Aku hanya mengutarakan pendapatku saja."
Arya benar-benar kagum kepada calon istrinya tersebut. Karena tidak matre tidak memandang harta atau pujian orang. Zie benar-benar wanita sederhana akan tetapi ia tegas.
Padahal didalam hati Arya berpikir bahwa Zie akan meminta pesta pernikahan yang mewah supaya mantan suaminya tahu dan lebih panas hatinya.
"Zie, aku akan tetap mengadakan resepsi karena ini adalah suatu pernikahan sekali seumur hidup. Dan aku ingin ada kenangan pada pernikahan kita, nggak apa-apa kan Zie?" ucap Arya ragu tapi ia memang ingin mengadakan resepsi.
"Kenapa Mas Arya masih bertanya? bukankah barusan aku sudah berkata, terserah mas Arya. Aku hanya menjawab pertanyaan Mas Arya bukan? dimana mas bertanya pernikahan seperti apa yang aku inginkan?" ucap Zie sudah tidak gugup lagi dan ia kini lega.
Setelah cukup lama Zie berada di rumah Arya, ia pun berpamitan pada Arya untuk segera kembali ke rumah. Sebenernya Arya masih merasa kangen dengan Zie. Ia masih ingin bercengkrama dengan Zie.
__ADS_1
"Sayang sekali Zie sudah pulang. Nggak apa-apa toh kami akan segera menikah. Nanti aku bisa puas berduaan terus dengan Zie," gumamnya didalam hati.
Arya masuk kedalam rumah, ia pun mencari keberadaan orang tuanya dan mengajak untuk bercengkerama. Orang tua Arya sangat bahagia karena pada akhirnya Arya akan melepaskan masa lajangnya. Mereka sama sekali tidak mempermasalahkan jika Arya menikah dengan seorang janda beranak satu. Yang terpenting bagi mereka Zie memiliki akhlak yang baik dan terutama Solehah.
Zie juga sudah mengatakan kepada orang tuanya jika Arya menginginkan mereka segera menikah. Keinginan Arya mendapatkan sambutan baik dari orang tua Zie.
Mendengar kata pernikahan, Sefelin sangat senang ia loncat-loncat kegirangan seperti halnya Arya barusan. Sefelin sangat mendambakan kasih sayang seorang ayah. Apa lagi ia dekat sekali dengan Arya.
Beberapa Minggu telah berlalu dari pertemuan mereka berdua. Kini keduanya sudah tidak canggung lagk jika jalan berdua. Bahkan hari-hari mereka lalui bukan hanya berdua tetapi bertiga.
Waktu kebersamaan mereka gunakan dengan sangat baik, mereka selalu bersama untuk mengurus segala kebutuhan untuk pernikahan.
Mereka bahkan tidak menginginkan adanya prosesi pertunangan.Tetsoi bagi Arya yang paling utama adalah prosesi pernikahan. Ia ingin membuat pernikahan yang mewah, karena ia seorang pengusaha besar yang sangat sukses.
Berbeda situasi dengan kehidupan rumah tangga Nelson dan Mila. Hampir setiap hari mereka cekcok. Sejak Mila mengetahui bahwa Nelson pernah selingkuh dengan Sasa. Dan sejak Mila mengetahui bahwa Nelson masih cinta pada Zie.
Karena rasa cemburunya pada Zie, Mila nekad mendatangi rumah Zie dengan niat ingin memberikan satu peringatan.
Kebetulan Zie saat itu keluar rumah bersama dengan Arya dan Sefelin. Mila pun menghampiri mereka, Zie seperti sudah tahu apa yang akan terjadi hingga ia meminta Sefelin masuk kedalam mobil Arya yang kebetulan terparkir di luar pintu gerbang rumah Zie.
Karena barusan mereka habis pergi dan ada sesuatu barang yang terlupa tidak dibeli. Hingga mereka pulang sejenak untuk meletakkan barang dan merasa akan pergi lagi.
"Sefelin, sebaiknya kamu masuk ke dalam mobil Om Arya dulu!"
Sefelin langsung melangkah masuk kedalam mobil Arya.
__ADS_1