
Zie terus berusaha mengusir Dina tapi tidak berhasil," pergilah aku tidak ada waktu untuk meladenimu Dina!"
"Mbak, apa nggak kangen pada mantan adik ipar? setidaknya izinkan aku duduk barang sejenak dan aku rindu loh dengan masakan mbak. Boleh dong sesekali aku ikut makan disini," rengek Dina sama sekali tidak ada rasa malu.
Hal ini tentu saja membuat Zie heran," apa aku tidak salah dengar ya? nggak punya etika dan nggak tahu malu ya? tidak ada kamusnya bagiku untuk bersahabat dengan orang yang sudah menghinaku dan juga keluargaku. Apa lagi menyajikan makanan untukmu, jangan terlalu berharap!"
Karena Dina tak juga pergi, Zie meminta security untuk mengusir paksa Dina dari rumahnya. Karena ia benar-benar mual dengan tingkah Dina.
"Pak, pahami wajahnya ya. Jangan sampai lain waktu dia datang lagi kemari! baik dia maupun keluarganya!" perintah Zie.
"Siap, Non Zie."
Saat itu juga security memaksa Dina pergi dari rumah Zie. Dina begitu kesal karena niatnya untuk meminta makanan gagal total. Dia tidak berhasil mendapatkan makanan malah dipermalukan.
__ADS_1
"Heh Mbak Zie, aku nggak terima dengan perlakuan kasarmu ini padaku! aku akan adukan hal ini pada Mas Nelson, dan pastinya kamu akan diberi pelajaran olehnya!" ancam Dina dari balik pintu gerbang.
Zie sama sekali tidak peduli atau tidak mengindahkan ancaman dari Dina. Ia sama sekali tidak gentar dengan ancaman Dina.
Dima mengentakkan kaki berlalu pergi dari pintu gerbang rumah Zie. Dari seberang jalan, Mila terkekeh dan mengacungkan ibu jari secara terbalik kearah Dina.
"Sialan, mantan kakak ipar dan juga kakak ipar benar-benar sudah menghinaku! ini tidak bisa dibiarkan, begitu saja! tunggu saja pembalasan dariku Mbak Zie dan Mbak Mila! kalian pikir aku akan diam begitu saja setelah eos yang kalian lakukan padaku? aku tidak akan membiarkan hidup kalian tenang!"
Terus saja Dina mengoceh sepanjang perjalanan pulang ke ruma. Ia begitu kesal karena perutnya masih saja lapar sedangkan usaha meminta makanan tidak berhasil.
Ayah dan ibu Zie heran melihat anaknya tiba-tiba mengomel sendiri. Mereka pun mencari tahu apa permasalahan yang membuat anak semata wayangnya itu tiba-tiba marah-marah.
Setelah mengetahui duduk permasalahannya, baik ayah maupun ibu nya memberikan suatu nasehat untuk tidak berlarut-larut dalam kemarahan karena itu tidak baik.
__ADS_1
Zie pun memutuskan untuk ketempat kerjanya dari pada dirinya emosi terus. Ia tidak ingin merusak suasana hatinya sendiri.
Zie berangkat ke butiknya yang belum lama ini ia dirikan dekat dengan kantor Arya.
"Alhamdulillah, ternyata dengan aku menyibukkan diri disini. Amarahku bisa hilang dalam sekejap mata," batin Zie.
Ia pun segera beraktifitas di dalam butik tersebut. Hingga tidak terasa jam makan siang pun tiba. Ponselnya bergetar tanda ada satu notifikasi chat pesan masuk.
"Siapa ya? hah Mas Arya?"
Zie membaca chat pesan dari Arya.
[Zie, mau kan makan siang bersamaku?]
__ADS_1
Zie sejenak diam, ia tidak langsung membalas chat pesan tersebut," aduh bagaimana ya? aku kan belum siap memberikan jawaban dari pernyataan cinta Mas Arya waktu itu padaku? tapi aku juga nggak enak jika menolaknya."
Zie pun akhirnya membalas chat pesan tersebut dengan bersedia makan siang bersama dengan Arya.