Balasan Untuk Suami Kejam

Balasan Untuk Suami Kejam
Tak Bisa Berkutik


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Nelson sengaja tidak mengatakan apapun pada Mila. Ia ingin membersihkan tubuhnya dulu dan setelah itu ia akan makan karena perut terasa lapar. Akan tetapi pada saat dirinya membuat tudung saji, tidak ada satu makanan sama sekali.


Pada saat ia akan memanggil Mila, istrinya sudah datang dan bergelayut manja di bahunya," maaf sayang, aku sengaja meminta bibi nggak memasak hari ini. Karena ayah ingin kita makan di luar."


Nelson menelan salivanya, ia tidak bisa membantah jika sudah ada kata-kata Ayah Gondo. Ia tidak berani sama sekali dengan ayah mertuanya yang sangat garang tersebut.


"Baiklah, yuk sekarang juga kita ke cafe," ajak Nelson dengan penuh keterpaksaan.


Nelson hanya bisa berkeluh kesah didalam hatinya," jika seperti ini aku urungkan dulu niatku untuk bertanya pada Mila tentang jatah bulanan untuk Mamah dan yang lain. Sebenarnya aku tidak suka dengan cara Mila ini tapi aku tidak ingin dihajar oleh Gondo! sialan, aku terperangkap seperti ini menikah dengan anak preman!"


Nelson juga tidak setuju pada saat Mila sudah mempekerjakan seorang asisten rumah tangga. Padahal pada saat dulu dirinya bersama dengan Zie, tidak ada asisten rumah tangga sama sekali. Semua urusan rumah di kerjakan oleh Zie seorang diri.

__ADS_1


Didalam hati Mila juga sedang bergumam," aku tahu mas, jika barusan pasti keluargamu mengadu banyak hal padamu. Ternyata seperti ini sifat asli keluargamu, pantas saja mantan istrimu tidak betah dengan dirimu. Tetapi aku yang akan merubah semua, dimana kamu yang tidak kerasan dengan keluargamu."


Tak berapa lama, Mila dan Nelson serta Ayah Gondo sudah sampai di sebuah cafe. Mila tidak lupa mengabadikan moment tersebut pada kamera ponselnya dan ia gunakan untuk membuat story WhatsApp.


Dina sempat melihatnya, dan ia segera melapor kepada Bu Eka," Mah, lihatlah! Mas Nelson sedang makan enak bersama Mila dan ayah mertuanya dicafe langganan kita."


Bu Eka mendengus kesal," kurang ajar, kita disini kelaparan karena biasanya kita tergantung dengan masakan Zie. Tetapi sejak Nelson menikah dengan Mila, kita sama sekali tidak bisa meminta masakan yang ada di rumah masmu itu! asisten rumah tangganya berani menentang kita!"


Baik Dina maupun Bu Eka begitu kesal, tetapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Karena mereka datang ke cafe untuk melabrak Mila, pasti Gondo akan segera bertindak.


"Mah, woa mungkin Mas Nelson sama sekali tidak menegur Mila ya?" oceh Dina.

__ADS_1


"Pusinggggggg.... sudah diem nggak usah bicara tentang menantu durhaka itu!" bentaknya seraya memijit pelipisnya berulang-ulang.


Satu Jam Berlalu...


Kini Nelson dan Mila sudah ada di rumah mereka sudah ada di dalam kamar. Kesempatan ini digunakan oleh Nelson untuk berkata banyak hal.


"Mila, aku ingin bicara padamu tentang...


"Aku sudah tahu mas, tentang keluargamu bukan? aku tahu jika mereka telah mengadu banyak hal padamu iya bukan? asal kamu tahu, aku sudah memberi jatah bulanan sesuai dengan yang kamu perintahkan untuk mamah, Dina, dan juga untuk Mas Sony si pemalas itu. Tetapi mereka saja yang pemboros, hingga hanya dalam sekejap uang itu habis entah untuk apa saja,' ucap Mila sengaja berbohong.


Dia tidak akan memberikan jatah bulanan kepada Bu Eka dalam jumlah yang cukup banyak. Ia tahu jika ibu mertuanya itu memiliki banyak perhiasan emas.

__ADS_1


"Seenaknya saja ingin menguasai gaji suamiku, ini tidak akan pernah terjadi. Biar saja, toh ibu mertua punya banyak perhiasan, supaya ia gunakan untuk keperluan sehari-hari dirinya dan Dina," batin Mila tersenyum puas.


"Apalagi di benalu Sony dan si ganjen Sasa, mereka juga tidak akan bisa menikmati uang Mas Nelson sepeserpun" batinnya lagi.


__ADS_2