Balasan Untuk Suami Kejam

Balasan Untuk Suami Kejam
Membalas Perkataan Pedas


__ADS_3

Zie sudah siap untuk menghadapi Mila," ada apa ya?" tanya Zie ketus.


"Heh janda gatel, seharusnya tahu diri dech! sudah menggugat cerai lantas untuk apa pula tinggal di seberang rumah Mas Nelson sih? sengaja untuk menggodanya lagi ya? menyesal ya sudah menggugat cerai Mas Nelson, dan sekarang sedang berusaha untuk mencari perhatian darinya lagi supaya kamu bisa rujuk lagi dengannya bukan?"


Mila sangat tidak sopan dengan menunjuk-nunjuk kearah Zie. Sontak saja Zie emosi apa lagi Mila menuduh bukan lagi berkata. Menuduh Zie yang bukan-bukan. Arya juga emosi dan pada saat Arya akdn turut berkata, Zie melarang," Mas Arya nggak usah terpenting emosi. Biar aku saja yang bicara padanya!"


Arya menurut, dan dia pun menjadi pendengar setia.


"Ini kedua kalinya ya, kamu bersikap tidak sopan padaku dan menuduh banyak hal padaku. Asal perlu kamu tahu ya, justru aku sangat menyesal karena pernah menikah dengan Nelson. Dan aku sama sekali tidak pernah bermimpi untuk rujuk dengan pria bertabiat buruk seperti dirinya."


"Perlu kamu tahu juga, aku sebentar lagi akan menikah dengannya. Pria yang jauh lebih baik dari Nelson."

__ADS_1


Tanpa ada rasa sungkan, Zie bergelayut di lengan Arya. Arya hanya diam, ia justru sangat senang dengan perlakuan Zie tersebut.


"Oh ya satu hal lagi, aku memang sengaja membeli rumah di seberang jalan rumah suamimu itu. Karena aku ingin memperlihatkan padanya dan pada keluarganya yang dulu sering menghinaku, dengan sebutan udik dan tidak berpendidikan."


"Aku ingin memperlihatkan kepada mereka semua bahwa wanita yang tidak berpendidikan ini bisa sukses. Wanita yang selalu dianggap pembantu ini justru kesuksesannya melebihi mantan suaminya."


"Kamu nggak perlu khawatir, aku nggak ada niat sama sekali untuk balik dan rujuk dengan Nelson. Mana mau aku jatuh ke lubang yang sama. Justru sekarang Nelson sudah cocok kok menikah dengan wanita modelan seperti dirimu itu. Eh sudah ya, aku dan calon suamiku sedang sibuk untuk mengurus segala keperluan pernikahan kita."


"Yuk sayang, kita pergi sekarang juga. Karena waktu kita berharga. Kita rugi loh, waktu kita beberapa menit terbuang sia-sia hanya untuk sesuatu yang tidak berguna. Pembahasan tidak penting."


Zie mengajak Arya melangkah masuk menuju ke mobilnya. Sementara Mila bertambah kesal," heh janda gatel! aku belum selesai bicara, jangan pergi kamu ya!"

__ADS_1


Teriakan Mila terdengar oleh ibu-ibu yang kebetulan sedang berkumpul menunggu tukang sayur keliling langganan mereka datang.


"Eh lihat tuh istrinya Nelson, masih saja ganggu Zie," ucap ibu A.


"Iya benar sekali, tadi aku juga sempat mendengar loh. Dia ketakutan kalau Zie suatu saat nanti rujuk dengan Nelson," ucap ibu B.


"Hah, masa sih? belum tahu saja dia ya? kalau Zie sebentar lagi akan menikah dengan Mas Arya," ucap ibu C


"Dia belum tahu saja, jika Mas Arya lebih kaya dan lebih terhormat. Status masih lajang juga," ucap ibu D.


"Zie beruntung ya, dapat calon suami kaya raya dan sangat tampan pula," ucap ibu A.

__ADS_1


"Itu karma baik Bu, karena dulu Zie selalu menderita pada saat menjadi istri Nelson," ucap ibu B.


Terus saja mereka mengatakan banyak hal yang membuat telinga Mila panas, dan ia pun memutuskan untuk kembali ke rumah.


__ADS_2