
Sesampainya di rumah Bu Eka, Dina dan Sony memicingkan alisnya seraya saling berpandangan satu sama lain.
"Mas Sony-Dina," Nelson agak ragu pada saat menyapa mereka, karena melihat tatapan mereka yang tidak bersahabat.
"Mah, untuk apa mamah membawa si cacat itu kemari? yang ada hanya menambah beban saja bagi kita," ejek Sony sinis.
"Iya mah, aku juga nggak setuju jika Mas Nelson tinggal bersama kita. Biarkan saja ia tinggal di rumahnya seorang diri. Jadi ia bisa merasakan seperti apa jika tinggal sendirian. Selama ini dia kan tidak pernah peduli pada kita," ucap lantang Dina.
Nelson hanya tertunduk, ia tidak bisa membalas hinaan dari kakak dan adiknya. Hanya Bu Eka yang menengahi," kalian tidak boleh seperti itu, harus punya sedikit hati nurani sebagai seorang manusia, sebagai saudara Nelson. Ia sudah tidak punya mobil dan rumah, karena sudah dijual dan digadaikan secara diam-diam. Jika bukan kita yang menampung lantas siapa? ingatlah pada saat Nelson dulu selalu mencukupi kebutuhan kita."
Sony dan Dina semakin tidak mengerti dengan sifat Bu Eka yang tiba-tiba membela Nelson.
"Ada angin apa, mamah berubah seperti ini? jika kita menampungnya lantas siapa yang akan mencari nafkah? selama ini bukannya mamah selalu jual perhiasan, untuk makan kita?" protes Dina.
__ADS_1
Sejenak Bu Eka menarik tangan Dina agak menjauh dari Nelson dan Sony," Mamah sudah punya rencana jitu untuk Nelson. Nanti kamu juga bakal tahu apa yang akan Mamah lakukan kepadanya. Intinya kamu nggak usah khawatir, karena Nelson pasti bisa menghasilkan banyak uang."
Bu Eka berbisik pada Dina.
Sikap Bu Eka membuat Nelson dan Sony curiga. Didalam hati masing-masing berpikir dan menerka-nerka apa yang akan dilakukan oleh Bu Eka.
"Sebenarnya apa yang akan Mamah lakukan padaku ya? kok aku merasa sikap mamah ini sangat mencurigakan sekali ya? sepertinya ada hal yang tidak baik yang akan terjadi padaku," batin Nelson.
Dua anak lelaki Bu Eka terus saja bertanya-tanya didalam hati mereka melihat gelagat aneh pada diri Bu Eka.
Tetapi tidak ada satupun diantara mereka yang berani bertanya untuk menghilangkan rasa penasaran mereka.
"Apakah aku bertanya pada Dina saja ya? apa sebenarnya rencana mamah di balik semua ini? karena aku perlu tahu, masa iya cuma Dina saja yang diberi tahu oleh Mamah. Sedangkan aku ini juga anaknya, bahkan anak sulungnya," protes Sony didalam hati.
__ADS_1
Setelah berbisik-bisik pada Dina, Bu Eka menghampiri Nelson dan mendorong kursi rodanya ke arah kamar yang dulu Nelson tempati pada saat dirinya belum beristri.
Selagi Bu Eka sibuk mengurus Nelson, kesempatan ini tidak di sia-siakan oleh Sony. Ia pun lekas menghampiri Dina," ust... tadi mamah bilang apa sama kamu pakai bisik-bisik begitu?" tanyanya lirih.
Dina tidak langsung menjawab, ia justru tersenyum," ih kepo, mau tahu bangetttt ya? mamah nggak mengatakan apapun kok mas. Yang jelas ya tidak mengatakan hal buruk tentangmu."
Sony kesal mendengar perkataan Dina," sudah mulai main rahasia. Ya sudah, jika aku dapat hasil ojek banyak kamu nggak akan aku kasih."
********
Mohon maaf baru bisa up date. Ini saja masih sibuk urus orang tua yang kecelakaan.🙏🙏🙏🙏🙏
Terima kasih atas pengertiannya.
__ADS_1