
Nelson sangat kaget," Mas Sony, apa-apaan ini?" tanyanya heran.
Kebetulan Mila saat ini sedang ada di dalam kamarnya, ia pun segera melangkah keluar kamar pada saat mendengar suara piring pecah.
Sony tiba-tiba mencengkeram kerah baju Nelson," jadi diam-diam kamu telah berselingkuh dengan Sasa?"
Dengan amarah yang membara, Sony melotot kearah Nelson. Nelson tentu saja kaget mendengar perkataan Sony," kamu ngomong apa sih mas? aku sama sekali nggak mengerti, kok tiba-tiba kamu menuduhku selingkuh dengan Mbak Sasa?" tanya Nelson bingung.
Sony meraih ponsel Nelson," buka ponselmu dan lihat saja chat pesan yang ada di WhatsAppmu!" perintahnya dengan menahan kekesalan.
Nelson pun membukanya, ia begitu heran dan terperangah pada saat melihat chat pesan masuk yang ada di ponselnya dari Sasa.
"Kenapa aku sama sekali tidak tahu jika Mbak Sasa mengirimkan chat pesan ini?" batin Nelson semakin bingung karena chat pesan tersebut dalam kondisi sudah terbuka.
Sejenak ia diam dan pada saat ia akan memanggil Mila, Istrinya tersebut sudah ada di ambang pintu ruang tamu," nggak usah heran seperti itu mas. Aku yang membuka chat pesan yang dikirim oleh Mbak Sasa. Aku sama sekali tidak menyangka mas, kamu bisa bercinta dengan istri kakak kandungmu sendiri."
Nelson menghela napas panjang, ia bingung harus bagaimana caranya menjelaskan pada Mila dan pada Sony bahwa waktu itu dirinya yang digoda oleh Sasa.
"Lancang sekali kamu membuka ponselku, padahal selama ini aku juga tidak pernah membuka ponselmu bukan?" oceh Nelson kesal.
"Jadi kamu nggak terima per selingkuhan dirimu dengan Mbak Sasa terbongkar? jangan-jangan setelah kita menikah pun kamu masih selingkuh dengan Mbak Sasa ?" oceh Mila.
"Kamu jangan memperkeruh suasana di hadapan Mas Sony. Duduklah Mas, kita bisa bicarakan semua ini dengan kepala dingin. Jangan dengan amarah seperti ini," pinta Nelson menatap sendu pada Sony.
__ADS_1
Akhirnya Sony luluh, dan amarahnya mereda. Ia pun duduk di teras halaman tepat dihadapan Sony. Sedangkan Mila tetap berdiri di ambang pintu ruang tamu, hingga Nelson meminta Mila untuk duduk di sampingnya.
"Kamu juga duduk, jangan berdiri seperti itu tidak sopan!" perintahnya pada Mila
Setelah semua duduk dengan nyaman, barulah Nelson bercerita bahwa ia hanya sekali saja melakukan hubungan badan dengan Sasa. Itupun Sasa yang waktu itu menggoda dirinya.
Untuk menghindari supaya dirinya tidak digoda oleh Sasa lagi, Nelson memutuskan untuk menikah lagi yakni dengan Mila.
"Mila, aku melakukan itu dulu sebelum menikah denganmu dan ini hanya sekali saja. Aku juga merasa sangat bersalah padamu Mas Sony. Semua di luar kendaliku, aku mohon maafkan aku. Tetapi asal perlu kamu tahu mas, jika aku tidak pernah menggoda Mbak Sasa. Justru ia yang tiba-tiba datang kemari," ucap Nelson seraya menangkupkan kedua tangannya di dada meminta maaf pada Sony.
Tetapi Sony tidak mau tahu, ia tetap marah pada Nelson dan bahkan ia memutuskan untuk putus persaudaraan dengan Nelson.
"Aku tidak akan pernah memaafkan dirimu, dan aku putuskan kita sudah tidak ada ikatan persaudaraan sama sekali. Aku tidak akan menganggapmu adik lagi. Dan jika kura bertemu dimanapun anggap saja tidak saling kenal."
"Aku sama sekali tidak menyangka jika kamu bisa melakukan hal sekeji ini padaku, Nelson. Tidak ada alasan apapun, intinya selingkuh ya tetap selingkuh."
"Justru bagimu ini adalah suatu kesempatan dikala kamu sedang kesepian sejak kamu bercerai dengan Zie. Hingga kamu langsung saja menerima godaan dari Sasa."
Nelson sama sekali tidak keberatan pada saat Sony memutuskan tali persaudaraan.
"Mas, aku ini cuma manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. Jika kamu ingin memutuskan tali persaudaraan itu justru sangat kebetulan sekali. Lagi pula selama ini aku tidak diuntungkan dengan memiliki saudara seperti dirimu. Justru aku rugi karena selama ini kamu hanya bisa menengadahkan tangau padaku. Kamu hanya bisa menjadi benalu saja, tidak ada manfaatnya punya saudara seperti dirimu," ejek Nelson.
"Dasar kurang ajar!"
__ADS_1
Sony mengangkat tangannya akan menampar Nelson.
Namun kebetulan Gondo pulang, dan ia tepat ada dibelakang Sony. Hingga secepat kilat mencekal lengan Sony," turunkan tanganmu! jangan coba-coba berbuat kasar pada menantuku. Ia sudah aku anggap seperti anak kandungku sendiri. Jadi jika kamu ingin membuat masalah dengannya, kamu harus berhadapan denganku terlebih dahulu!"
Gondo memutar tangan Sony hingga kesakitan," aaahhhh sakit om! tolong lepaskan tanganku, bisa patah jika seperti ini!"
Gondo melepaskan dengan kasar tangan kanan Sony. Dan Sony segera berlalu pergi dari rumah Nelson sembari terus memegangi tangan kanannya yang terasa sangat sakit," gila tuh orang! kasar banget! untung saja tanganku tidak sampai patah!"
Terus saja Sony menggerutu didalam hatinya. Sesampainya di rumah, ia mendapati Sasa di ambang pintu rumah sedang menyeret kopernya. Dan Jeselin menangis histeris," mamah.... jangan tinggalin aku!"
"Lepas! kamu di sini saja hidup sama papahmu yang kere itu! mamah sudah tidak kuat hidup miskin dengan papahmu!" dengan sangat kasar, Sasa menepis cekalan tangan Jeselin hingga terjatuh.
Sontak saja Sony sangat kesal melihatnya," heh Sasa! tega banget kamu ya, dengan anak kandungmu sendiri! apa kamu nggak ingat pada saat mengandungnya selama sembilan bulan lamanya?"
Sasa hanya tersenyum sinis," justru aku ingat dan aku sangat menyesal karena telah melahirkan benih dari seorang pria miskin seperti dirimu! aku masih muda dan cantik, aku masih bisa mencari pria yang lebih baik darimu!" umpatnya.
Jeselin sudah bukan anak kecil lagi, ia sudah memasuki tahap remaja karena saat ini dirinya duduk di bangku SLTP tepatnya kelas satu SLTP. Hingga ia bisa merekam semua perkataan Sasa," Mah, baiklah, aku tidak akan lupa dengan perlakuan mamah ini terhadapku dan Papah! seumur hidup akan selalu aku ingat!"
Sasa kembali lagi tersenyum sinis, ia berlalu pergi dari rumah tersebut. Sementara Jeselin terus saja menangis meraung-raung di peluk oleh Sony.
Sedangkan di rumah Nelson, ia sangat senang karena ayah mertuanya membelanya," ayah terima kasih ya."
"Hem, jangan GeEr dulu ya. Aku melakukan ini demi Mila. Karena Mila sangat cinta kepadamu, dan jika terjadi hal yang tidak diinginkan padamu, ia pasti bisa sedih."
__ADS_1
"Aku hanya nggak ingin Mila sedih, apa lagi sedang hamil muda. Makanya kamu harus selalu membuat Mila senang. Itu juga demi calon anakmu juga!"
Setelah mengatakan hal itu, Gondo berlalu masuk kedalam rumah.