Balasan Untuk Suami Kejam

Balasan Untuk Suami Kejam
Tak Tahu Diri


__ADS_3

Sepulang dari menjual salah satu perhiasannya, Bu Eka sangat kesal. Ia duduk di teras halaman sambil terus mendengkus kesal. Selagi kesal, Dina menghampiri," mah, bagi duit donk. Kebetulan hari ini aku banyak pengeluaran, untuk beli buku dan macam-macam. Aku juga lapar mah, di rumah nggak ada makanan, tolong donk mintain makanan di rumah Mas Nelson ke istrinya yang nyebelin itu!"


Dengan gampang sekali Dina menengadahkan tangannya seraya memerintah Bu Eka, hingga membuat Bu Eka sangat kesal dibuatnya," kamu bisanya cuma minta uang! seenaknya nyuruh orang tua, sama ke rumah Nelson sendiri! mamah itu lagi kesal malah kamu nambahin kekesalan mamah saja! dasar anak nggak tahu diri!" umpatnya mendengus kesal seraya melirik sinis kearah Dina.


Dina pun murung, melangkah menuju ke rumah Nelson. Sesampainya di rumah Nelson, ia celingukan nyelonong masuk lewat pintu dapur dengan harapan ia bisa dengan mudah mengambil makanan tanpa diketahui oleh Mila.


Pada saat ia sampai di ruang makan dan membuka tudung saji, ia menelan ludahnya," hem nikmat sekali, untung saja nggak ada yang melihatku masuk kemari."

__ADS_1


Tanpa sepengetahuan dirinya, dibelakangnya sudah ada Mila yang sedang berkacak pinggang.


Dina meraih piring dan menyendok lauk pauk tersebut, ia lantas duduk dan pada saat akan menyendok makanan tersebut, Mila langsung meraih piring yang berisi makanan tersebut. Sontak saja Dina kesal," Mbak Mila, pelit amat sih! lagi pula mbak bisa masak enak seperti ini juga uang dari Mas Nelson bukan, aku ini adik kandungnya loh! mau aku aduin ke Mas Nelson apa?" Dina mengancam Mila.


"Sudah tahu aku pelit, jadi nggak usah kemari lagi! memang uang yang buat masak dari Mas Nelson, dan masakan ini juga untuknya bukan untukmu! kamu memang adik kandungnya tapi nggak tahu diri, cuma bisa jadi benalu doank! pergi sana, dan jangan pernah ya kemari lagi! aku ini nggak sama seperti Zie, yang gampang ditindas olehmu dan keluargamu! justru aku yang akan menindas kalian jika kalian terus saja mengganggu rumah tanggaku bersama dengan Mas Nelson. Bilang sama mamahmu, stop jadi parasit!"


Terus saja Dina bergumam selama keluar dari rumah Mila, dan ia menoleh kerumah mewah Zie. Entah apa yang ada di otaknya, tiba-tiba ia melangkah ke rumah mewah Zie dengan penuh semangat. Apa lagi ia melihat Zie sedang ada di teras rumah, karena kebetulan tembok rumah Zie tidak begitu tinggi hingga segala aktifitas di pelataran rumah Zie bisa terlihat.

__ADS_1


"Wah, kebetulan sekali pintu gerbangnya terbuka." Dina masuk begitu saja dan menghampiri Zie yang sedang ada di pelataran rumah.


Zie terhenyak kaget melihat kedatangan Dina yang tidak sopan masuk begitu saja ke rumahnya," heh, siapa yang mengizinkanmu masuk hah? keluar sana!"


Tetapi Dina tidak bergeming, ia tidak pergi pada saat Zie mengusirnya," hehehe...Mbak Zie apa kabarnya? jangan seperti itu donk mbak, aku kemari kan kangen sama Sefelin, bagaimana pun dia itu keponakanku."


Zie merasa heran dengan sikap Dina yang tiba-tiba baik padanya," sejak kapan kamu mengakui Sefelin sebagai keponakanmu? oohhhh ya sejak hari ini ya, sejak tahu aku tinggal di sini ya."

__ADS_1


Zie heran dengan maksud kedatangan Dina kerumahnya secara tiba-tiba untuk apa?


__ADS_2