Balasan Untuk Suami Kejam

Balasan Untuk Suami Kejam
Masih Juga Iri


__ADS_3

Zie sangat penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Arya, hingga ia tidak fokus pada saat dirinya mendampingi Arya menemui para rekan kerjanya. Bahkan ada satu rekan kerja Arya yang diam-diam tertarik padanya," wah istri Atua cantik sekali. Bahkan jika aku amati, walaupun dia nggak ber make up tetap cantik. Walaupun janda tapi sangat menggoda. Jika saja aku yang terlebih dahulu bertemu dengannya, pasti akan berbeda dech."


Sementara Zie sama sekali tidak sadar jika dirinya terus saja diperhatikan oleh si Risky. Ia malah terus saja penasaran dengan perkataan Arya," sebenarnya apa yang maksud kata-kata Mas Arya. Ih kenapa Mas Arya lama sekali sih ngobrolnya, aku akan penasaran banget," batin Zie.


Selagi mereka terus berbicara, Arya tak sengaja menatap kearah Rizky. Didalam hati Arya mulai ada rasa curiga," kenapa Mas Risky terus saja menatap kearah Zie terus saja? apa lagi cara memandangnya itu seperti seorang pria yang sedang mengagumi seorang wanita. Aku harus berhati-hati jika seperti ini karena aku tidak ingin istriku yang sangat aku cintai di rebut oleh pria lain. Aku harus lebih waspada dengan Mas Risky, apa lagi aku dengar dari banyak orang jika ia itu mata keranjang."


Tak berapa lama, Arya menggandeng tangan Zie kearah depan dimana sengaja dibuat seperti mimbar dan di beri kursi pengantin bahkan ada sebuah layar LCD yang begitu besar. Zie bingung untuk apa layar tersebut, ia berpikir jika Arya akan memutar sebuah film layar lebar.


"Untuk semuanya, mohon perhatiannya sebentar. Karena saya ingin berbagi sedikit kebahagiaan dengan memberi tahu hadiah pernikahan dariku untuk istriku tercinta."

__ADS_1


Arya memberikan kode kepada petugas LCD tersebut untuk menyalakannya. Setelah itu terpampang sebuah pusat perbelanjaan yang sangat ramai dan besar.


"Zie, aku sudah membangun sebuah pusat perbelanjaan untuk hadiah dirimu. Semua aku persiapkan sebelum kita menikah."


Semua yang hadir bdi acara pernikahan Zie dan Arya begitu terpukau karena pusat perbelanjaan tersebut adalah pusat perbelanjaan yang diminati oleh semua orang.


Sementara Mila yang melihatnya sangat panas hatinya," lagi-lagi aku kalah oleh janda gatel itu! sialan sekali, aku datang ke pernikahan ini bukannya senang malah semakin kesal!"


Begitu pula dengan Bu Eka dan Dina, mereka saling berbisik satu sama lain.

__ADS_1


"Mah, lihatlah! Mbak Zie cuma seorang janda dan tidak berpendidikan tinggi, tetapi ia malah mendapatkan seorang sultan!" bisik Dina iri.


"Iya, mamah juga tidak mengira jika mall yang sering kita datangi ternyata milik suami Zie. Memang apa yang kamu katakan benar, seharusnya kamu yang bersama dengan pria kaya itu," bisik Bu Eka.


Mereka benar-benar panas hatinya dan bahkan mereka ingin membuat Arya meninggalkan Zie dan bisa bersama dengan Dina.


"Mah, lakukan sesuatu bisa nggak ya? supaya pria itu bisa menjadi milikku bukan menjadi milik Mbak Zie. Kalau perlu permalukan Mbak Zie sekarang juga dihadapan orang banyak," bisik Dina terus saja membujuk Bu Eka.


"Kamu gila ya? masa iya Mamah diminta terang-terangan mengatakan banyak hal di hadapan khalayak ramai? nggak ah mamah malu," tolak Bu Eka.

__ADS_1


"Please mah, demi anakmu ini. Jika pria kaya itu bisa bersamaku, tentunya mamah akan ikut kecipratan uangnya bukan?" bujuk Dina.


Senyum Bu Eka mengembang, ia sama sekali tidak berpikir jernih dan ia menuruti saja kemauan dari Dina. Dengan percaya diri, Bu Eka melangkah ke depan. Bahkan semua orang yang hadir di acara pernikahan tersebut semua menatap kearah Bu Eka.


__ADS_2