
Bu Eka menyeret paksa Dina untuk pergi dari pesta pernikahan Zie. Walaupun Dina enggan pergi karena ia masih ingin makan makanan yang enak.
Nelson pun ikut menyusul mempercepat langkahnya hingga di luar gedung, Nelson marah-marah pada Bu Eka.
"Mah, mamah sadar nggak sih? jika apa yang Mamah lakukan tadi membuatku malu!'
Belum juga Bu Eka merespon perkataan Nelson, Mila sudah terlebih dulu berkata karena tiba-tiba ia sudah ada di samping Nelson," mamahmu mana sadar mas, dia kan nggak punya rasa malu."
Bu Eka kesal mendengar ejekan dari menantunya," dasar menantu durhaka dan kurang ajar!"
"Hahahaha yang kurang ajar itu mamah, tiba-tiba ke depan dengan percaya dirinya menawarkan Dina pada suami kayanya, Zie? ngaca donk mah, mana mau dia mau sama gadis yang statusnya bukan perawan," ejek Mila terkekeh.
Nelson melirik sinis kearah Mila, barulah Mila diam," Ups maaf mas, habisnya mamahmu itu lucu banget sih. Dengan percaya diri maju ke depan."
Mila menutup mulutnya sendiri dengan satu tangannya, setelah itu ia berlalu pergi dari hadapan Bu Eka dan Dina serta Nelson. Ia lebih memilih menunggu Nelson di dalam mobil.
Sementara Nelson terus saja marah-marah pada Bu Eka yang sudah bertindak memalukan sekali," mah, lain kali kalau ingin bertindak itu mikir dulu jangan ceroboh dong... disini reputasiku juga yang dipertaruhkan tahu nggak?"
"Maafkan Mamah, semua itu karena permintaan Dina yang terus saja membujuk mamah untuk mengatakan banyak hal pada pemuda tampan itu," ucap Bu Eka tertunduk lesu.
Nelson menatap kearah Dina yang sedari tadi tidak menghiraukan pertengkaran antara dirinya dan Bu Eka, ia malah asik bermain ponsel seraya terus senyam senyum sendiri. Sontak saja Nelson semakin kesal dan merebut ponselnya, hal ini membuat Dina naik pitam," Mas Nelson, berikan ponselnya! nggak usah ganggu kenapa, aku sedang...
"Sedang chat dengan aki-aki tua itu? Kamu nggak mendengarkan apa yang sedang aku katakan pada mamah, hah? untuk apa juga kamu meminta mamah berbicara dengan suami Zie, hah? kamu lupa dengan kejadian di cafe waktu itu dimana kamu jalan dengan aki-aki bau tanah? itu Zie melihatmu juga dengan pemuda yang sekarang sudah menjadi suaminya, makanya dia bisa berkata seperti tadi!" umpat Nelson kesal.
Reaksi Dina hanya menepuk jidatnya sendiri," OMG, jadi waktu itu ada si sultan tampan itu? ya... gagal deh, pantas saja ia langsung mengatakan hal buruk tentangku.. Tapi nggak apa-apa, masih banyak lelaki kaya selain dia kok. Sudah Mas, berikan ponselku dan ayok kita pulang sekarang juga toh yang terpenting aku sudah makan banyak makanan enak di pesta pernikahan Mbak Zie. Bahkan aku juga sempat ambil, nech aku masukkan didalam tas."
__ADS_1
Entah watak apa, Dina sama sekali tidak merasa malu. Ia melangkah menuju ke arah mobil Nelson dan masuk kedalam tanpa menatap kearah Mila. Karena mereka saling bermusuhan satu sama lain.
"Pantas saja tadi pemuda itu mempermalukanku, gara-gara ia pernah melihat Dina dengan pria tua di cafe. Dasar anak tidak tahu diri! sudah memerintahku malah sendiri berbuat yang sangat memalukan!" umpat Bu Eka dan ia juga melangkah ke arah mobil Nelson.
Kini tinggal Nelson yang masih saja bengong seorang diri. Entah apa yang sedang ia pikirkan didalam hatinya.
"Ternyata seperti ini rasanya dipermalukan oleh orang. Tega banget kamu Zie mempermalukan mamahku di depan banyak orang. Apa kamu lupa, bagaimana pun dia itu nenek Sefelin. Dan kamu juga jahat telah meracuni pikiran Sefelin hingga ia menolakku. Anakku sendiri menolakku," gumam Nelson.
Kini pikiran Nelson benar-benar kacau gara-gara kejadian memalukan tadi. Ia tidak habis pikir kenapa juga ibunya menuruti saja kemauan konyol Dina.
Nelson sedih karena pada saat diacara pernikahan, Sefelin di dekati sama sekali tidak merespon bahkan Sefelin selalu menghindari Nelson.
Dengan langkah malas, ia menuju ke arah mobil karena Mila sudah melambaikan tangan kearahnya. Ia pun melajukan mobilnya arah jalan pulang. Selagi mengemudi pikirannya terus saja entah kemana. Ia tidak fokus dengan kemudinya.
"Mas, kamu kenapa murung? tolong jangan melamun mas, karena kamu sedang mengemudi. Jika perlu biar aku saja yang mengemudi karena berbahaya jika kamu tidak fokus seperti itu," tegur Mila yang mulai khawatir karena Nelson tidak fokus dalam mengemudi.
Mila menoleh," sok bagaimana maksudnya?" Mila mulai kesal.
"Iya sok mau mengemudi, kaya bisa kamu memegang kemudi," ejek Bu Eka mencibir.
"Mas berhenti! biar aku yang mengemudikan mobilnya, biar mamahmu yang tidak punya malu ini tahu jika aku bisa mengemudikan segala macam jenis mobil!" perintah Mila pada Nelson.
Tetapi Nelson hanya melirik sinis pada Mila tanpa menghiraukan perkataannya, ia tetap saja melajukan mobilnya. Hingga membuat Mila kesal," mas, berhenti kataku! telingamu masih normal bukan?"
Tetapi Nelson sama sekali tidak peduli, membuat kemarahan Mila memuncak dan ia pun tiba-tiba merebut kemudinya secara paksa," berhenti aku bilang!"
__ADS_1
"Heh Mila, lihat itu sedang banyak kendaraan bahaya tahu!" Nelson menjadi kesulitan dalam mengemudi karena ulah Mila.
"Nelson awassssss!" teriak Bu Eka.
"Mass awasssss!" teriak Dina.
"Aaaaahhhhhhhh!"
BRUGGGGG!
Mobil Nelson menabrak sebuah truk bermuatan berat, dan beberapa saat kemudian.. terdengar suara ambulance untuk segera menolong Nelson dan keluarganya.
Mereka di larikan ke rumah sakit terdekat, untuk segera mendapatkan penanganan medis.
Gondo yang sedang asik dengan seorang wanita di sebuah hotel merasa kaget pada saat mendapatkan telpon jika Mila saat ini di rawat di sebuah rumah sakit.
Dia terpaksa menghentikan aktifitasnya dengan wanita cantik bayarannya dan memutuskan untuk segera ke rumah sakit," sayang, anakku alami kecelakaan. Next time kita lanjut ya."
Wanita itu mengangguk penuh kecewa, tetapi kekecewaan itu hanya sekejap saja karena Gondo melempar segepok uang kehadapan wanita itu," nech sayang untukmu, nggak usah cemberut seperti itu."
Sejenak Gondo mengecup lembut bibir wanita itu dan ia segera mengenakan pakaiannya dan segera melajukan mobilnya arah rumah sakit.
Setelah Gondo sejenak ke pesta pernikahan Zie hanya untuk numpang makan enak, ia memilih untuk segera ke hotel bersama pacarnya.
Gondo bisa membeli mobil dari uang pemberian Mila. Tanpa sepengetahuan Nelson, Mila menggadaikan sertifikat rumah Nelson dan uangnya untuk membeli mobil. Ini juga atas saran Gondo.
__ADS_1
"Jika terjadi hal buruk pada Mila, aku tidak akan memaafkan Nelson! bagaimana bisa kecelakaan terjadi seperti itu? gara-gara Nelson juga, aku harus mengurungkan percintaanku dengan pacarku!" umpatnya seraya mempercepat laju mobilnya supaya lekas sampai di rumah sakit.
Sementara saat ini kondisi Mila belum sadarkan diri, begitu pula dengan kondisi Nelson. Sedangkan kondisi Bu Eka dan Dina baik-baik saja, mereka hanya alami luka ringan.