Balasan Untuk Suami Kejam

Balasan Untuk Suami Kejam
Pernikahan Mewah


__ADS_3

Beberapa Minggu Kemudian...


Pernikahan Zie dan Arya dilaksanakan begitu mewahnya tidak seperti yang diinginkan oleh Zie. Karena Arya menginginkan semua orang tahu siapa yang ia pilih untuk menjadi istrinya. Dan satu hal yang terpenting yaitu ia sengaja melakukan itu supaya mantan suami Zie merasa panas hati dan malu.


"Maafkan aku Zie, sengaja mengadakan pernikahan mewah seperti ini. Supaya orang-orang yang sudah menghina dirimu merasa malu. Aku juga merasa tidak rela pada saat tahu dulu kamu diperlukan tidak baik oleh mantan suamimu dan juga keluarganya."


"Aku juga ingin membalas mereka dengan memperlakukan dirimu sebagai seorang ratu didalam hidupku. Karena memang kamu layak menerimanya dan kamu juga berhak bahagia."


"Bukan hanya padamu saja Zie, aku juga akan memperlakukan Sefelin seperti anak kandungku sendiri. Aku tidak akan menganggapnya orang lain. Aku juga iba pada saat tahu Sefelin sama sekali tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah."


"Aku tidak akan mengatakan semua ini secara langsung padamu Zie. Tetapi aku berjanji didalam hatiku dengan aku akan membuktikan lewat sikap dan perbuatanku padamu dan juga pada Sefelin."


"Aku yakin, mereka yang telah menyakiti kalian berdua akan menysal seumur hidup. Dan mereka juga akan mendapatkan balasan yang setimpal dari perbuatan buruk mereka semua."


Begitulah janji Arya didalam hatinya. Ia bukan tipe pria yang mudah obral kata-kata, tanpa ada suatu pembuktian.


Semua berbanding terbalik dengan apa yang sedang Zie pikirkan didalam hatinya. Apa lagi Arya sengaja mengundang semua orang, tanpa terkecuali. Keluarga Nelson pun turut serta di undang. Bahkan tanpa ada rasa sungkan atau malu semua datang ke acara resepsi pernikahan Zie dan Arya.


"Padahal aku sudah mengatakan pada Mas Arya, supaya pernikahan kami diselenggarakan secara sederhana saja. Aku pikir diadakan resepsi tidak semewah ini, hanya mengundang kerabat dan sahabat dekat saja. Ternyata malah seperti ini."


"Herannya, Mas Arya kok mengundang keluarga Mas Nelson sih? apa maksudnya ya? padahal aku sama sekali tidak ingin berurusan dengan keluarga yang parasit itu. Sudahlah, mau bagaimana lagi. Semoga saja mereka tidak membuat onar."

__ADS_1


Zie terus saja bergumam didalam hatinya. Seperti halnya dengan Nelson, yang terus saja menatap tidak suka kepada sang mempelai yang benar-benar terlihat mempesona dengan balutan baju pengantin yang harganya begitu mahal.


Mila melirik kearah Nelson, dan ia berbisik," kenapa murung seperti itu mas? jangan bilang kamu cemburu melihat mantan istrimu menikah dengan pria lain."


Sontak saja Nelson kesal," kamu ngomong apa sih? sebenarnya aku juga enggan datang ke acara pernikahan ini jika bukan karena ayahmu yang meminta karena aku tidak ingin di kasari sama ayahmu."


Didalam hati Nelson sangat kesal," aku memang cemburu, karena Zie menikah lagi. Seharusnya ia tidak boleh menikah lagi, cukup aku saja yang menikah! heran, kenapa sih pria itu mau dengan Zie? padahal aku sudah punya rencana jika Mila sudah melahirkan aku akan menalaknya, karena aku sudah tidak kuat hidup dengan wanita yang selalu saja mengadu pada ayahnya. Dan aku ingin menebus salahku pada Sefelin. Ah kenapa aku kok jadi seperti ini ya? hatiku berubah-ubah tidak jelas seperti ini. Aku benar-benar tidak punya prinsip hidup."


Terus saja Nelson merutuki diri sendiri.


Suasana pesta pernikahan Zie dan Arya sangat meriah. Bahkan Dina dan Bu Arka juga datang. Mereka tidak malu sama sekali, dengan apa yang mereka lakukan yakni memakan semua menu makanan yang ada di pesta tersebut.


Bahkan pada saat para tetangga yang hadir melihat hal itu, mereka juga tidak peduli dan asik makan dengan rakusnya.


"Maksudnya apa yang Bu, kok mengatakan kami seperti tembok?" Bu Eka menghentikan makannya dan menegur ibu A.


Si ibu A masih saja tersenyum sinis," masih nggak paham juga? jelas saja kalian ini seperti tembok, muka tembok nggak ada rasa malunya sama sekali."


Dina menghampiri ibu tersebut," memangnya apa yang kami lakukan hah? kak nggak berbuat kesalahan loh, nggak mencopet atau mencuri!"


Dina sudah tersulut api amarah tetapi kedua ibu yang memang tetangga dekat Dina juga sama sekali tidak gentar dengan Dina.

__ADS_1


"Apa perlu kami jelaskan padamu dan ibumu? apa kalian lupa dengan apa yang telah kalian lakukan dulu pada Zie? kalau kita sih malu ya. Sudah berbuat jahat pada Zie dan Sefelin, eh datang ke acara pernikahan Zie bahkan tanpa ada rasa malu menikmati semua makanan yang ada di sini," ejek Ibu B.


Terjadilah perdebatan antara kedua ibu dengan Dina dan Bu Eka. Hingga Zie yang sempat melihat kearah mereka segera menghampiri.


"Jika kalian berdua ingin berbuat onar di acara pernikahanku, sebaiknya kalian pulang saja!" usir Zie pada Bu Eka dan Dina.


Sontak saja Dina dan Bu Eka tidak terima mereka di usir. Dina pun berkata," mbak Zie bagaimana sih? sudah mengundang kami, dan kami juga tidak keberatan datang kemari kok malah di usir? maksudnya apa ya? lagi pula kami tidak mendahului keributan ini, harus Mbak Zie mengusir mereka bukan kami!"


Zie pun tidak tinggal diam, ia membalas perkataan Dina," asal kamu tahu ya, aku sama sekali tidak mengundang kalian dan juga Mas Nelson dan istrinya. Yang mengundang kalian itu, Mas Arya. Aku ogah dan jujur nggak suka dengan kedatangan kalian. Sebaiknya kalian pergi karena merusak pemandangan saja!"


Bu Eka dan Dina memang manusia tidak tahu diri, walaupun mereka sudah di usir tetap saja bertahan di acara pernikahan mewah tersebut. Mereka justru beralih ke tempat makanan yang lain. Mereka sama sekali tidak merespon Zie yang telah mengusir mereka.


"Zie, lihatlah kelakuan mantan Ibu mertuamu yang jahat itu dan mantan adik iparmu. Lihat juga disana, istri Nelson yang sekarang. Dia juga sama tidak ada rasa malunya," ucap Bu B.


Zie melihat kearah jari telunjuk Bu B, dimana Mila juga sedang asik makanan dengan sangat lahapnya.


"Nah itulah Bu, yang namanya orang nggak tahu malu sama sekali," ucap Zie menghela napas panjang.


Belum juga Zie bercengkrama lama, Arya menghampirinya dan mengajaknya menemui beberapa rekan bisnisnya. Hingga ia tidak bisa mengobrol lama dengan kedua ibu tersebut.


"Mas, untuk apa sih mas mengundang mantan suamiku dan keluarganya?" tegur Zie pada saat melangkah menghampiri para rekan bisnis Arya.

__ADS_1


Arya tersenyum," nggak usah marah sayang. Nanti juga kamu akan tahu kok."


__ADS_2