
Pada saat makan siang bersama Aeua, tiba-tiba Zie dikejutkan oleh datangnya Nelson dengan senyuman sinisnya," oh jadi seperti ini setelah kamu cerai dariku? bukankah ini pria yang bertempat tinggal di samping rumahmu itu? oh aku sekarang tahu jika selama ini kamu berpacaran dengannya, atau lebih tepatnya sebagai simpanannya. Makanya kamu punya segalanya itu bukan murni cuma dari uang warisan orang tuamu. Tetapi juga dari jatah yang diberikan oleh lelaki simpananmu ini."
Zie bangkit dari duduknya," PLAK!"
Satu tamparan mendarat di pipi Nelson, ia pun terkesiap kaget karena tidak menyangka Jia Zie bisa berbuat seberani itu.
"Kurang ajar kamu ya Zie!" Nelson mengangkat tangannya akan menampar balik Zie, tetapi tangannya di tahan oleh Arya," anda yang kurang ajar terlebih dahulu pada mantan istri anda! Sam anda jangan coba-coba berbuat kasar pada Zie, karena anda akan berhadapan denganku secara langsung!"
Arya menepis tangan Nelson. Tetapi Nelson tidak diam saja, ia pun berkata banyak hal pada Zie. Hingga Zie marah dibuatnya," cukup, sudah cukup ya menghinaku! dari dulu hingga sekarang kamu hanya bisa menghinaku saja! dan sekarang aku tidak ingin mendengar penghinaanmu itu!"
Siapapun lelaki yang sedang bersamaku saat ini bukan menjadi urusan dirimu karena kita sudah tidak ada hubungan apapun lagi! pergilah dan urus saja keluargamu yang parasit itu!"
__ADS_1
Nelson pun pergi dengan terus mengusap pipinya yang terasa sangat pedas karena tamparan dari Zie.
Sementara Arya merasa iba melihat perlakuan Nelson pada Zie," Zie, apakah kamu sudah ada jawabannya? jika aku menjadi suamimu pasti keadaannya akan lain. Kamu tidak akan dihina seperti tadi oleh mantan suamimu dan aku juga bisa leluasa menjagamu dan juga Sefelin."
Zie diam saja, karena memang dirinya belum bisa memberikan suatu keputusan penting tersebut.
Melihat sikap diamnya Zie, membuat Arya salah paham berpikir jika Zie marah padanya," Zie, lupakan apa yang barusan aku katakan ya. Tolong jangan marah padaku, dan tolong jangan diam saja seperti ini."
Arya menangkupkan kedua tangannya di dada.
Wajah Arya berubah pias karena perkataan Zie barusan. Sementara saat ibu Nelson terus saja menatap kearah Zie dan Arya dengan tatapan sinis dan kepalan tinjunya.
__ADS_1
"Kenapa aku kok tidak suka dan sangat marah pada saat melihat Zie dengan lelaki lain? padahal kami sudah tidak ada hubungan apapun. Bahkan saat ini aku sudah memiliki Mila," batinnya kesal.
Nelson pun memutuskan untuk kembali ke kantor, ia mengurungkan niatnya untuk makan siang di cafe tersebut. Dan ia memutuskan untuk pesan makanan lewat on line saja.
Tetapi pada saat dirinya akan melangkah pergi dari cafe, baru saja ia bangkit dari duduknya. Ia tidak sengaja melihat Dina dengan seorang pria tua.
"Dina, apa-apaan ini? jika Zie melihat Dina dengan pria tua itu, pasti aku akan semakin di permalukan!"
Dengan gerak cepat, Nelson melangkah menghampiri Dina dan langsung menarik tangannya keluar dari cafe tersebut.
"Mas Nelson, apa yang kamu lakukan? aku ingin makan dengan..
__ADS_1
"Dengan pria tua itu!" umpat Nelson.
"Heh, siapa kamu dengan seenaknya mengatakan aku ini tua! dan lepaskan tanganmu dan jangan kasar pada pacarku! kamu tidak berhak!" tegur pria tua yang semula bersama dengan Dina, yang diam-diam mengikuti langkah kaki Nelson dan Dina.