Balasan Untuk Suami Kejam

Balasan Untuk Suami Kejam
Tak Sengaja Bertemu


__ADS_3

Bu Eka sangat kesal, karena hayalannya tidak menjadi kenyataan. Ia lebih kesal lagi pada saat bertemu dengan pasangan pengantin baru yakni Zie dan Arya.


Arya mendapatkan undangan ke perusahaan yang dulu di pimpin oleh Nelson. Baik Zie maupun Arya sama sekali tidak tahu jika Nelson pernah bekerja di kantor itu.


Zie agak kaget pada saat berpapasan dengan Nelson yang duduk di kursi roda. Dan ia juga sempat heran melihat kedua kaki Nelson buntung dan melihat wajah Nelson yang sangat menyeramkan.


"Ya Allah, apa yang telah menimpa pada Mas Nelson ya? hingga kedua kaki buntung dan wajahnya menyeramkan seperti itu?" batinnya, karena ia sama sekali tidak tahu kecelakaan yang menimpa Nelson.


Pada saat Arya dan Zie terus saja menatap ke arah Nelson, Bu Eka sangat marah," heh, untuk apa kalian menatap Nelson seperti itu hah? ingin menertawakannya? kalian sengaja mengobral kemesraan di kantor tempat kerja Nelson?"


Umpatan demi umpatan, keluar dari bibir Bu Eka, hingga membuat Zie dan Arya terperangah dan saling berpandangan satu sama lain.


"Maaf ya, selama ini aku sama sekali tidak tahu menahu jika kantor ini tempat kerja Mas Nelson. Dari dulu dia tidak pernah memberi tahuku tempat kerjanya pada saat kita masih bersama. Tanya saja padanya," ucap Zie kesal.


"Mah, ayok pergi! Apa yang Zie katakan memang benar, karena dulu aku sama sekali tidak pernah mengatakan dengan jujur dimana aku bekerja. Sudah nggak usah berdebat, malu dilihat orang, mah!" ucap Nelson terus saja tertunduk karena ia merasa malu sendiri dengan kondisi dirinya yang sangat jelek.


Pada saat Bu Eka akan mendorong kursi roda tersebut, Arya menghadang langkahnya," tunggu sebentar! aku yang mengajak Zie kemari karena kebetulan pemilik perusahaan ini adalah salah satu temanku. Dan ia memintaku datang kemari bersama dengan Zie. Jika aku tahu temanku mempekerjakan Nelson, sudah sejak lama aku meminta dirinya untuk memecat pria jahat dan tidak berperasaan seperti Nelson!"


Setelah mengatakan hal tersebut, Arya merangkul Zie melangkah masuk ke dalam kantor tersebut untuk bertemu dengan Presdir, yang ternyata adalah salah satu teman Arya.


"Heran, Boy kenapa mempekerjakan orang seperti Nelson. Lihat saja, aku akan omelin dia habis-habisan!" batin Arya.


Apa yang barusan ia katakan benar-benar ia lakukan. Pada saat dirinya bertemu dengan Boy, ia menatap tajam temannya itu tanpa ada senyuman sedikitpun, hingga Boy heran.


"Hey bro, datang-datang kok seperti itu wajahmu? apakah semalam tidak diberi jatah oleh istrimu?" goda Boy terkekeh.

__ADS_1


"Masih bisa kamu tertawa seperti itu, hah? aku sedang marah padamu tahu!" oceh Arya kesal.


Boy pun memicingkan alisnya karena ia tidak tahu apa yang menyebabkan Arya mendadak marah padanya," hey bro, memangnya apa yang aku lakukan hingga kamu marah padaku? kita sud lama tidak bertemu malah kamu marah seperti itu sih?"


Arya pun menjelaskan pada Boy tentang pertemuan dirinya dengan Nelson didepan pintu kantor. Arya menceritakan siapa itu Nelson sebenarnya kepada Boy. Sejenak Boy terhenyak kaget pada saat mendengar cerita dari Arya. Bahkan ia sempat bertanya pada Zie untuk meyakinkan cerita dari Arya. Zie pun mengiyakan kata-kata Arya.


"Arya, apa kamu lupa ya? jika selama ini aku ada di luar negeri? dan aku baru beberapa hari ada di kantor ini. Dan kamu lupa juga jika sebelumnya perusahaan ini di handle oleh almarhum Papah? gara-gara Papah meninggal beberapa hari yang lalu, hingga aku yang terpaksa mengambil alih perusahaan almarhum Papah sesuai dengan amanahnya sebelum papah meninggal dunia. Jadi aku sama sekali tidak tahu jika Nelson itu mantan suami yang jahat. Jika aku tahu, sudah dari dulu aku meminta pada almarhum Papah untuk tidak mempekerjakan Nelson bahkan beberapa bulan terakhir mengangkatnya menjadi seorang direktur utama," ucap Boy membela dirinya.


Sementara Zie merasa tidak enak dengan perdebatan tersebut," Mas Arya, sudahlah nggak usah dibahas toh Mas Nelson sudah menjadi masa laluku. Jadi untuk eoa lagi di permasalahkan."


"Mas Boy, tolong maafkan sikap Mas Arya ya?" Zie menangkupkan kedua tangannya di dada.


Boy tersenyum," nggak apa-apa Zie, itu tandanya Arya sangat cinta padamu. Dan ia bisa ikut merasakan sakit hati yang pernah kamu rasakan dulu. Iya kan Arya."


Untung saja Boy adalah tripikal pemuda yang tidak mudah marah. Hingga tidak terjadi perdebatan sengit. Arya hanya melirik sinis ke arah Boy yang terus saja terkikik melihat ke arahnya.


"Heh bro, kenapa kamu tidak tersenyum sama sekali? nanti cepat tua loh, jika. wajah murung terus seperti itu," lagi-lagi Boy menggoda Arya.


Zie yang melihatnya hanya bisa menghela napas panjang dan menggelengkan kepalanya.


"Sayang, kamu nggak usah kaget ya? melihat tingkah gila Boy. Memang dari dulu dia seperti itu tidak pernah serius. Segala hal dia anggap candaan, makanya dia di kirim ke luar negeri oleh orang tuanya," ejek Arya tersenyum sinis ke arah Boy.


Boy menyudahi candaannya dan ia pun kini bisa berbicara serius. Ia mengundang Arya karena ingin mengucapkan selamat atas pernikahannya karena waktu itu ia tidak bisa hadir dikarenakan bertepatan dengan kondisi papahnya yang kritis dan tidak bisa ditinggal begitu saja.


Boy memberikan hadiah pernikahan berupa dua tiket honeymoon ke pulau Bali.

__ADS_1


"Aku tahu jika kalian belum sempat honeymoon jadi aku hadiahi tiket pesawat ke Bali dan di Bali sudah disiapkan segala yang kalian butuhkan."


Arya dan Zie saling berpandangan satu sama lain. Membuat Boy heran," ada apa dengan kalian? jangan menolak donk.... please..."


Hingga pada akhirnya Arya pun menerimanya, walaupun ia sebenarnya keberatan.


"Ya sudah kami menerimanya, sebenarnya...


"Pekerjaan, pasti itu yang akan kamu katakan bukan? semua orang itu sibuk, tapi kalian ini belum lama menikah lho. Jika perlu aku deh, sekalian aku intip setiap kalian tidur," goda Boy terkekeh.


Sejenak mereka bercengkrama panjang lebar. Bahkan Boy mengajak kerja sama Arya.


Sementara saat ini Nelson terus saja murung, bahkan hingga sampai di rumah pun ia murung.


"Nelson, kamu nggak usah memikirkan yang macam-macam. Begini saja, dari pada mobil itu nggak di pakai sebaiknya dijual saja. Untuk kebutuhanmu dan kebutuhan Mamah."


Belum juga Nelson menjawab, datang dua orang.. Salah satu berkata pada Nelson," maaf apa benar anda yang bernama Mas Nelson?"


Nelson menatap heran kearah dua pria tersebut," benar saya sendiri, ada apa ya pak?" tanyanya heran.


"Kami datang kemari untuk mengambil mobil anda.. Karena istri anda telah menjualnya pada bos kami," ucap salah satu pria tersebut.


"Mana mungkin, kalian jangan seenaknya kalau bicara ya. Bisa aku laporkan pada aparat hukum loh," ancam Nelson.


"Silahkan saja, justru anda yang bisa di penjara. Lihat ini surat-surat sudah ada pada kami jika anda tidak percaya,"ucap pria itu menunjukkan semua surat-surat penting mobil milik Nelson.

__ADS_1


__ADS_2