
Beberapa menit kemudian..
Mila mengajak Gondo ke ruang rawat Nelson. Untuk saat ini Mila menggunakan kursi roda. Sesampainya di ruang rawat Nelson, Mila terperangah pada saat melihat kedua kaki Nelson dibalut perban dan juga wajah Nelson di balut perban juga.
Bu Eka ingin sekali mengomel kepada Mila, tetapi ia tidak berani karena saat ini Mila tidak sendiri melainkan didampingi oleh Gondo. Bu Eka hanya bisa bergumam di dalam hatinya," ingin sekali aku menarik rambut Mila dan memarahinya, tapi sayangnya ada si preman Gondo hingga aku tidak bisa meluapkan segala emosiku kepada Mila."
"Mas kenapa kakimu, apakah terluka parah?" tanya Mila penasaran.
"Kamu masih bisa bertanya seperti itu, semua ini gara-gara kamu tahu nggak? jika saja kamu tidak merebut kemudi disaat kondisi mobil sedang melaju, pasti saat ini aku baik-baik saja," ucap Nelson ketus.
Mila sama sekali tidak terima dirinya disalahkan, Ia pun membela diri," Seharusnya kamu menyalahkan mamahmu yang sok itu. Kamu juga tidak mau memberikan kemudi padaku bukan? karena aku tidak ingin diejek atau dihina oleh mamahmu dengan mengatakan bahwa aku tidak bisa mengemudikan mobil. Makanya aku merebut kemudinya supaya aku yang mengemudikannya tetapi kamu yang keras kepala."
__ADS_1
Nelson yang juga memiliki sifat keras kepala juga tidak terima dengan perkataan dari Mila barusan. Bahkan ia yang sudah terbakar kemarahan sama sekali tidak merasa takut dengan adanya Gondo.
"Kamu tidak bisa menyalahkanku atau segala yang menimpa kita, justru semua ini sepenuhnya kesalahanmu. Apakah kamu lupa bahwa pada saat itu aku mengatakan padamu untuk sejenak menepikan mobil tetapi kamu merebut kemudinya hingga terjadilah suatu kecelakaan."
"Gara-gara ulahmu ini, kedua kakiku di amputasi dan entah bagaimana pula dengan wajahku ini."
Terus saja Nelson menyalahkan Mila, hingga Gondo kesal," kamu pikir hanya kamu saja yang terkena imbas dari perkataan hinaan mamahmu? Mila juga dinyatakan keguguran, hingga akhirnya ia pun dikiret juga. Padahal calon anakmu adalah seorang lelaki!" umpat Gondo kesal.
Bu Eka yang mendapat tatapan tajam dari Gondo langsung ketakutan. Bahkan ia tidak berani menatap balik, ia malah menatap kearah lain.
Gondo terus saja marah," heh
__ADS_1
Eka, apa kamu bisa mengembalikan calon cucuku, hah? apa kamu sengaja melakukan semua itu supaya anakku kehilangan janinnya? karena aku tahu selama ini kamu tidak pernah suka pada Mila!"
Bu Eka benar-benar mati kutu jika sudah berhadapan dengan Gondo karena ia tahu seperti apa tabiat Gondo yang mudah sekali marah.
Gondo tersenyum sinis," Nelson, kamu lihat kan? jika mamahmu tidak bersalah, ia tidak mungkin akan diam saja. Pasti dia akan melakukan pembelaan."
Nelson pun melirik kearah Bu Eka," aku tidak mempermasalahkan hal ini. Jadi sudahlah, tak usah di bikin menjadi masalah yang besar. Ayah, aku mohon maafkan mamahku ya."
Gondo hanya berpura-pura merasa kehilangan janin Mila. Sebenarnya didalam hatinya justru sangat senang.
"Kondisi Nelson parah seperti ini, aku akan bujuk Mila meninggalkannya dengan terlebih dahulu menguras habis harta milik Nelson," batin Gondo sangat senang.
__ADS_1