Balasan Untuk Suami Kejam

Balasan Untuk Suami Kejam
Pernyataan Cinta Arya Pada Zie


__ADS_3

Zie sudah tidak bisa lagi menolak keinginan Sefelin, ia pun dengan langkah gontay keluar rumah dengan tujuan ke rumah Arya. Tetapi langkahnya begitu berat," duuuuuu... bagaimana ini? aku nggak enak banget sama Mas Arya, tapi aku juga nggak ingin melihat Sefelin terus menerus sedih," batinnya.


Selagi berat melangkahkan kakinya, tiba-tiba orang tuanya menghampirinya.


"Ada apa Zie, terlihat bingung seperti itu?" tanya Ayah Sono.


"Dudukl di teras halaman saja Zie, biar ngomongnya nyaman," ajak Bu Saras.


Zie menuruti kemauan orang tuanya, mereka pun melangkah bersama ke teras halaman.


Setelah semua duduk dengan nyaman, barulah Zie menceritakan kegelisahan dirinya pada orang tuanya.


"Seharusnya kamu nggak usah segelisah itu. Kamu turuti saja kemauan Sefelin. Kalau bisa kamu tanyakan juga apa penyebabnya Arya bisa seperti itu,' saran Ayah Sono.


"Nah itu ayah, aku malu jika harus bertanya banyak hal padanya. Kesannya aku ini cerewet dan lain sebagainya," ucap Zie.


Karena pada dasarnya Zie memang tidak banyak kata. Hingga ia sendiri bingung harus mengatakan apa pada Arya. Bahkan ia meminta tolong kepada orang tuanya," ayah atau ibu saja dech, yang menemui Maa Arya ya? kan lebih pintar dalam bertutur kata."


Tetapi orang tuanya tidak bersedia, karena menurut mereka ini adalah satu kesempatan untuk Zie bisa beradaptasi dengan Arya.


"Nak, jangan seperti itu nanti yang ada Sefelin merasa kecewa dan merasa kamu nggak perhatian padanya," ucap Ayah Sono.


"Ya Zie, nggak usah panik atau gelisah. Arya itu lelaki yang baik kok, jadi dia nggak akan mudah marah. Kamu juga pelan-pelan saja pada saat mengajak ngobrol Arya," saran Bu Saras.


Setelah mendengar saran dari orang tuanya, Zie pun melangkah ke rumah Arya. Didalam hatinya masih diliputi oleh perasaan resah dan gelisah.


Kebetulan saat ini Arya sedang ada di halaman rumah, ia bahkan sempat melihat Zie ngobrol dengan orang tuanya. Karena dinding pembatas rumah mereka tidak tinggi hingga Arya atau Zie bisa saling melihat dari rumah masing-masing.

__ADS_1


"Zie, duduklah!"


Zie duduk di teras halaman rumah Arya, begitu pula Arya duduk di depannya. Iapun langsung saja bertanya banyak hal pada Zie," ada apa Zie?" Arya penasaran dengan kedatangan Zie.


Karena sebelumnya Zie tidak pernah menyambangi rumah Arya, hanya Sefelin yang rajin main ke rumah Arya. Bahkan kadang kala bersama dengan orang tua Zie.


"Begini Mas Arya, saya datang kemari karena permintaan Sefelin. Bagaimana ya ngomongnya?" Zie bingung, ia malah menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Arya sudah tahu apa maksud kedatangan Zie, hingga ia pun berkata banyak hal tanpa menunggu Zie berkata.


"Zie, aku tahu apa maksud kedatanganmu kemari. Sebelumnya aku minta maaf karena aku memang sengaja menjauhi Sefelin."


"Dengarkan dulu semua yang aku katakan ya Zie, tolong jangan memotong pembicaraanku dulu!"


Arya seperti mengetahui jika Zie ingin bertanya hingga ia pun terlebih dahulu berkata lagi.


"Aku sudah tahu Zie, jika yang di seberang itu rumah mantan suamimu. Makanya kamu membeli rumah ini bukan? supaya bisa memantaunya atau bahkan rujuk dengannya."


"Aku nggak ingin merusak kebahagiaanmu dan tentu saja aku tidak ingin nantinya...


"Sudah cukup ya Mas Arya!" tiba-tiba Zie memotong pembicaraan Arya, karena ia sudah tidak ingin mendengar tentang kesalah pahaman Arya lagi.


"Kenapa Zie?" tanya Arya heran.


"Kini tinggal aku yang ingin berbicara padamu, Mas Arya. Dan aku ingin kamu mendengarkan semua penjelasanku supaya kamu tidak salah paham lagi," ucap Zie.


Zie menjelaskan bahwa ia membeli rumah itu karena untuk membuktikan pada mantan suami dan keluarganya yang selama ini selalu menghina dirinya, bahwa ia mampu sukses walaupun tidak berpendidikan tinggi.

__ADS_1


Bahkan Zie akhirnya menceritakan masa lalu dirinya pada Arya, tanpa ada yang di tutupi sama sekali. Arya merasa kagum dan iba pada saat mendengar semua cerita dari Zie.


"Zie, aku minta maaf ya karena telah membuka luka lama dirimu. Aku juga sangat kagum dengan dirimu, karena mampu bangkit dari keterpurukanmu. Sekali lagi aku minta maaf, Zie."


Arya merasa sangat bersalah, karena dirinya telah salah paham. Ia pun menangkupkan kedua tangannya di dada.


'Nggak perlu minta maaf , Mas Arya. Dan aku sama sekali tidak ada niat untuk rujuk dengan mantan suami yang sangat kejam. Apa anda tidak mengetahui bahwa pada istrinya yang sekarang saja, ia berkata buruk tentang diriku. Jika anda tidak percaya, bisa menanyakan hal ini pada para tetangga."


"Aku minta maaf Mas Arya, aku hanya ingin meminta satu hal padamu. Bersikaplah biasa saja pada Sefelin, karena ia begitu sedih pada saat Mas Arya menjauhi dirinya."


"Ada satu hal lagi yang ingin aku tanyakan, yang selama ini ingin aku tanyakan tapi aku selalu mengurungkan niatku."


"Apakah memang benar Mas Arya....ah sudahlah lupakan saja."


Arya heran pada saat dirinya serius mendengarkan semua ucapan dari Zie, malah Zie tidak melanjutkan perkataannya.


"Zie, kenapa tidak kamu selesaikan perkataanmu? oh ya, aku akan bersikap biasa lagi pada Sefelin. Dan aku juga lega setelah mengetahui semua kebenarannya. Karena hemmmm....jujur saja aku sempat cemburu.. Karena sebenarnya selama ini aku suka padamu,' ucapnya begitu gugup.


Sejenak wajah Arya berubah pias setelah mengatakan hal itu. Tetapi ia lega karena akhirnya bisa mengatakan secara langsung pada Zie. Zie sejenak terperangah juga, mendengar pernyataan Arya.


"Zie, aku minta maaf jika lancang. Tetapi aku benar-benar sudah tidak bisa memendam rasa ini. Aku minta maaf juga karena waktu lalu aku juga yang memerintah orang tuaku untuk mengatakan tentang perasaanku lewat orang tuamu. Karena aku malu dan merasa tidak pantas saja mencintai dirimu. Dan aku juga tidak yakin jika rasa cintaku ini bisa terbalaskan," ucap Arya seraya menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Zie juga bingung ingin membalas perkataan Arya bagaimana caranya.


"Mas Arya, aku ini kan cuma seorang janda yang tidak berpendidikan dan juga sudah punya seorang anak. Apa kata para klien bisnis Mas Arya, jika mereka mengetahui Mas Arya suka dengan seorang janda yang tidak berpendidikan. Justru aku yang tidak layak untuk Mas Arya yang seorang pengusaha sukses dan status juga masih lajang," ucap Zie.


Arya pun terdiam sejenak, lantas ia berkata lagi," Zie, aku nggak ingin bertanya lagi. Apakah kamu bersedia menikah denganku? apakah aku bisa menjadi ayah sambung bagi Sefelin?"

__ADS_1


__ADS_2