Balasan Untuk Suami Kejam

Balasan Untuk Suami Kejam
Mengadu


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang ke rumah, semua nyerocos saja.


"Mah, ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Baru satu bulan Mila menjadi istri Nelson, kok sudah berani seperti itu?" ucap Dina.


"Iya mah, ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kita harus menasehati Nelson!" ucap Sony.


Terus saja Dina dan Sony menghasut Bu Eka untuk cepat menangani sifat Mila. Karena kedua anaknya terus saja berkata tanpa berhenti sama sekali, membuat Bu Eka marah," sudah diam! ini masih di jalan apa kalian tidak malu? bikin mamah tambah puyeng saja!"


Bu Eka mendahului langkah kedua anak dan menantunya. Sementara di dalam hati Sasa juga kesal," aku sampai saat ini tidak bisa terima dengan pernikahan Nelson dan Mila. Seharusnya aku yang ada di posisi Mila, mengatur keuangannya! padahal aku sudah pernah tidur bareng dengannya, malah seperti ini. Sama saja Nelson mau enaknya saja."


*******


Sore Menjelang...

__ADS_1


Seperti biasa, jika Nelson pulang kerja dia pasti mampir ke rumah Bu Eka terlebih dahulu. Kali ini dia mampir sudah siap dengan pengaduan dari ibu dan keluarganya.


"Tumben kalian berkumpul di jam soei seperti ini? biasa Dina asik dengan teman-temannya. Mas Sony biasa ngojek bukan? dan Mbak Sasa di rumah dengan Jeselin, serta mamah sendiri biasa sedang nonton sinetron kesukaannya," ucap Nelson terkekeh.


Semua menatap tajam tanpa ada senyuman ke arah Nelson. Hal ini tentu saja membuat Nelson heran," kenapa kalian cemberut dan menatapku seperti itu? apakah ada masalah denganku?"


"Ada!" serentak semua menjawab tanpa ada senyuman sedikitpun.


"Wauw... tumben kalian semua kompak. Biasanya tuh selalu saja berselisih paham satu sama lain nggak pernah akur," goda Nelson terkekeh.


"Mana jatah bulanan untuk mamah?" Bu Eka menengadahkan tangannya.


"Buatku juga mana Mas Nelson, untuk kebutuhan kuliah?" Dina juga turut menengadahkan tangannya.

__ADS_1


"Nelson, kamu juga tahu sendiri bukan? kebutuhan kami banyak, sementara aku cuma ngojek. Hasil dari ngojek juga nggak bisa di pastikan. Kadang ada pasang surutnya. Biasanya kamu juga bantu ekonomiku tiap bulan, sekarang kok nggak?" ucap Sony ikut saja meminta jatah.


Nelson menghela napas panjang," aku baru pulang kerja capenya luar biasa, tetapi tidak di tawari minum sama sekali. Eh malah yang di bicarakan duit dan duit. Sekarang ATM aku di pegang sama Mila, dan ia yang mengatur keuangannya. Aku juga sudah bilang padanya untuk memberikan jatah bulanan pada kalian semua. Memangnya nggak diberi?"


"Kami terakhir diberi jatah olehmu bulan lalu, tentu saja sudah habis," ucap Bu Eka.


"Ya sudah aku pulang dulu, nanti aku bicarakan dengan Mila."


Pada saat Nelson akan melangkah menuju mobilnya, Bu Eka memanggil," Tunggu Nelson!"


Nelson menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Bu Eka," ada apa lagi sih mah? aku lelah dan ingin istirahat di rumah."


"Nelson, seharusnya biar mamah saja yang atur gajimu. Atau kamu pegang sendiri seperti biasanya. Kenapa malah diberikan pada Mila? dulu saja pada saat kamu dengan Zie, kamu yang mengatur keuangan bukan?" protes Bu Eka.

__ADS_1


"Lain dulu lain sekarang mah, lain Zie lain Mila. Sifat mereka itu berbeda nggak bisa disamakan. Sudahlah nggak usah dibuat masalah, nanti aku akan minta uang pada Mila untuk jatah kalian semua."


Nelson pun melangkah kembali menuju mobilnya dan melajukannya arah pulang.


__ADS_2