Balasan Untuk Suami Kejam

Balasan Untuk Suami Kejam
Karma Mulai Berjalan


__ADS_3

Mendengar perkataan dari Mila, Nelson percaya saja," oh ya sudah jika seperti itu. Tolong jangan ngadu tentang ini pada ayahmu ya? karena aku tidak ingin mendapatkan amarah darinya."


Mila terkekeh," nggak usah khawatir Mas, selama kamu tanggung jawab dan menomorsatukan aku dan calon anak kita, aku tidak akan mengadu apapun kok. Kamu tenang saja ya."


Nelson lega mendengarnya, ia kini hidupnya benar-benar ada di bawah ketiak Mila. Segala yang Mila katakan selalu dipatuhinya, itu bukan karena dirinya suami takut istri. Tetapi karena dirinya menantu takut ayah mertua yang garang dan menyeramkan.


Tengah malam, disaat Nelson tidur nyenyak, ponselnya bergetar. Ada satu chat pesan masuk ke dalam nomor ponselnya. Kebetulan Mila terjaga dari tidurnya hingga ia pun terbangun untuk mengecek siapa yang tidak sopan tengah malam mengirim chat pesan.


[Nelson, kamu sudah bicara belum pada istrimu supaya memberikan jatah bulanan pada mamah dan Dina? kami nggak bisa makan jika seperti ini!]

__ADS_1


Mila melotot pada saat membaca chat pesan dari ibu mertuanya. Ia pun segera membalasnya tanpa sepengetahuan Nelson.


[Mamah jual saja salah satu perhiasan Mamah, karena aku sendiri sedang banyak pengeluaran.]


Di seberang sana Bu Eka sangat kesal pada saat melihat balasan chat pesan dari Nelson," kurang ajar! kenapa Nelson sekarang berani padaku ya? padahal dulu pada saat bersama dengan Zie, dia selalu patuh. Tetapi sejak menikah dengan Mila, Nelson berubah drastis! lantas apa yang harus aku lakukan jika sudah seperti ini? gaji Nelson lima belas juta itu tidak sedikit, masa iya di berikan pada Mila semua?"


"Untung saja aku tahu ada chat pesan dari mertua jahat! kalau nggak pasti ketahuan kalau aku berbohong. Aku ini bukan Zie yang diam saja, diperlakukan seenaknya," batin Mila, ia langsung menghapus chat pesan dari Bu Eka, dan juga balasan chat pesannya juga.


******

__ADS_1


Pagi menjelang...


Sekitar pukul sepuluh, Bu Eka terpaksa ke toko emas untuk menjual salah satu perhiasan emasnya untuk kebutuhan sehari-hari. Tanpa disengaja ia bertemu dengan Zie yang sedang berbelanja emas. Niat hati ingin bersembunyi dari Zie karena takut ketahuan menjual salah satu perhiasan emasnya. Tetapi Zie malah sudah melihatnya terlebih dahulu," hay mantan ibu mertua, ya ampun sayang sekali gelang mahal dan cantik ini kok dijual? baru punya menantu baru sudah jual satu gelang, lama-lama perhiasan pasti habis. Wah kasihan sekali, pasti sudah nggak dapat jatah banyak dari Mas Nelson ya? ckckckckck...."


Bu Eka mendengus kesal, tetapi ia tidak bisa berkata apapun. Ia hanya bisa bergumam didalam hati menyalahkan Nelson yang telah salah memilih istri," ini gara-gara Nelson, aku dipermalukan oleh mantan menantu yang dulu sering aku hina."


"Hello, kenapa anda diam saja? bukannya anda senang kan, menantu anda yang yang tidak berpendidikan ini dan cuma seorang anak dari desa sudah tidak menjadi menantu anda lagi. Oh ya satu hal, biar nggak berpendidikan, tapi mantan menantu anda bisa membeli perhiasan banyak loh, nggak kaya anda malah jual perhiasan," ejek Zie.


Dia masih sakit hati dengan keluarga Nelson, terutama perilaku mereka terhadap Sefelin.

__ADS_1


__ADS_2