BASEMENT SENDING YOU LOVE!

BASEMENT SENDING YOU LOVE!
1.Sang Idola


__ADS_3

Nama ku Gisel,kalian bisa memanggilku seperti Itu. Aku bekerja di sebuah Kedai Coffee di kota ku,para pekerja di sini sangat ramah dan sangat baik pada ku yang pemula Ini.  Di antara semua pekerja ada satu yang menarik perhatian ku, diam-diam aku mengagumi sosok nya Itu. Namanya  Jeremy. Keren bukan? Ah... mungkin hanya terdengar keren bagi ku. Jeremy adalah sosok yang di kenal paling ramah, paling baik, dan paling perhatian dari semua pekerja di sini juga jangan lupakan wajah nya yang nyaris sempurna Itu,jika di bandingkan dengan ku mungkin aku bukan apa-apa, hehe.


Jeremy juga orang yang sangat tertutup, tidak ada yang pernah tau apa yang di lakukan nya selain bekerja di sini,dia tidak pernah bercerita tentang kehidupan nya bahkan kami tidak pernah melihat dia bergandengan tangan dengan seorang gadis,namun hal itulah yang membuatnya terlihat semakin keren.


"Haaa...Kurasa sungguh beruntung seorang gadis yang akan menjadi pasangan nya" gumam ku saat aku sedang memperhatikan Jeremy yang sedang melayani pelanggan nya, ia terlihat sangat ceria seperti biasa dan karena itu pula yang membuat Coffee Shop kami ramai pelanggan.


"mengagumi Jeremy, Heh? " Itu Teressa, entah bagaimana ia bisa mendengar gumaman ku barusan, aku meliriknya sekilas kemudian kembali menatap Jeremy.


"hey...berhenti menatap nya! Semua orang di sini juga sangat menyukai nya bukan cuma dirimu"


"kamu mengganggu saja Teressa,mending buang sampah itu lakukan tugas mu seperti biasa dan jangan mengganggu ku"usir ku, yahh Teressa memang mengganggu dan itu memang kebiasaan nya.


"ckckck coba lihat siapa yang sedang memerintah siapa.Kamu lupa aku senior mu, hah?!" Teressa mulai menceramahi ku


"Iya iya maafkan aku senior," aku sedang menikmati pemandangan indah di depan ku, kenapa juga senior ku ini mengganggu? Aku benar-benar malas menanggapi nya.


"hei ada apa ini?apa terjadi sesuatu? "suara itu membuat ocehan Teressa berhenti,kami serentak melihat Ke arah pemilik suara


"J-jeremy?" ucap ku gagap,Aish di saat seperti ini malah gagap?


"ada apa senior?"dia bertanya pada Teressa


"Aku hanya menceramahi junior ku yang mulai kurang ajar memerintah senior nya melakukan tugas hanya karena dia sedang mengagumi mu" jelas Teressa yang sukses membuat ku kaget dan ingin memukulnya dengan nampan yang sedang ku pegang. Mendengar itu Jeremy terkekeh.

__ADS_1


"mengagumi ku? Hahaha, kamu cukup menarik Gisell,tapi sebaiknya jangan melakukan kesalahan yang membuat mu di ceramahi senior mu." ia mengusap kepala ku.Duh jantung ku,semoga kamu baik-baik saja. Kemudian ia pamit undur diri meninggalkan ku dengan senior ku yang cerewet.


"senang, huh" ejek nya,Yahh aku tidak peduli kemudian aku pun pergi dengan perasaan senang meninggalkan senior ku yang sekarang sedang mengumpat ku.


.


.


.


Keesokannya Seperti biasa aku melakukan aktifitas ku. Aku mulai membersihkan rumah, masak kemudian bersiap-siap untuk kerja. Yahh kalian tau aku hidup sendiri di kota ini ,aku merantau Ke sini mencari nafkah untuk keluarga ku di desa. Sebenarnya aku tidak lagi memiliki orang tua,mereka di bunuh oleh perampok yang masuk ke rumah ku waktu Itu, dan sekarang aku hanya memiliki seorang adik yang pendidikan nya harus terus berjalan tidak seperti ku yang putus di tengah jalan. Adikku ku tinggalkan bersama paman dan bibi yang sangat baik di desa.


Ah,aku hampir sampai di kedai tempat ku bekerja, kedai itu ada di seberang jalan aku hanya perlu menunggu lampu merah menyala dan menyebrang. Sambil menunggu aku memainkan ponsel ku hingga aku melirik seorang gadis cantik di samping ku, ia kelihatan gelisah dengan matanya yang terus menatap ke arah kedai kami. Karena ini menyangkut kedai, akhirnya aku bertanya padanya.


"Tidak usah " kemudian dia pergi tepat lampu merah menyala.


"Ha?"heran ku, kemudian aku pun pergi ke kedai dan bekerja seperti biasa.


Aku sedang membuat kopi untuk pelanggan hingga tiba-tiba Teressa menyenggol lengan ku.


"aish...bisakah kamu hati-hati Teressa?kamu hampir membuat ku menumpahkan kopi pelanggan "omel ku


"bisakah kamu diam?aku senior mu" aku mengerling mata ku malas

__ADS_1


"lalu apa? "tanya ku lanjut mengerjakan tugas ku


"Itu...aku baru pertama kali melihat pelanggan secantik itu" ujarnya, aku masih belum memperhatikan.


"Yaya terus... Kamu kalah saing? Terima kasih pak!" jawab ku malas sambil berusaha terlihat ramah di depan pelanggan ku.


"bisakah kamu fokus?itu maksud ku Jeremy,dia kelihatan dekat dengan pelanggan itu" Aku hanya mengangguk tanpa berniat untuk melihat siapa pelanggan yang di maksud Teressa.Aku membersihkan sedikit tumpahan kopi karena ulah Teressa tadi.


"lalu?  Bukankah dia selalu dekat dengan pelanggan?" Aku tidak salah Itu memang benar dan karena kedekatan Jeremy dengan pelanggan lah yang membuat kedai kami laku.Teressa kesal kemudian menangkup wajah ku dan memperlihatkan pemandangan di depan sana. Jeremy bersama seorang gadis?  Tunggu! Bukankah itu gadis di lampu merah tadi?.


"sekarang kamu percaya?" tanya Teressa, aku hanya diam melihat gadis Itu.  Sorot matanya memancarkan kegelisahan dan sepertinya mereka sedang membahas sesuatu yang penting. Kami berdua terus melihat perdebatan di depan kami. Jeremy yang kami kenal tidak pernah berdebat dengan pelanggan. Siapa gadis Itu? Saudaranya? Bukannya dia juga tinggal sendiri seperti ku?  Lalu pacarnya? Ah,hati ku sedikit meringis kala membayangkan jika Itu benar pacarnya.


Sadar sedang di perhatikan,Jeremy melihat ke arah kami kemudian tersenyum.Dia kembali melirik gadis di depan nya,mengucapkan sesuatu kemudian meninggalkan nya.


"Di mana, bu Dewi?"tanya nya pada kami


"eng...beliau sekarang pasti sedang di ruang kerja nya.Ada apa?" tanya ku penasaran namun Jeremy hanya tersenyum dan menggeleng lalu pergi ke ruang kerja bu Dewi.Tak lama ia keluar dan pamit kepada kami.


"Aku harus pulang cepat.Terima kasih buat hari ini."ucap nya sopan membuat aku,Teressa dan pekerja lain kaget pasalnya dia tidak pernah seperti ini meninggalkan pekerjaan nya.


"apa terjadi hal yang buruk,Jeremy?"tanya ku cemas mewakili pekerja di sini.


"tidak,bukan hal yang buruk aku hanya harus menyelesaikan beberapa Masalah,kalau begitu aku permisi"kemudian Jeremy pergi bersama gadis Itu.

__ADS_1


__ADS_2