
Gisel Pov'
Memiliki bayi dari orang yang di cintai mungkin harapan bagi kebanyakan orang yang sudah menikah dengan orang yang di cintai nya. Tapi hal itu tidak bagi ku. Memiliki bayi di saat seperti ini adalah hal yang paling tidak ingin aku alami. Aku tidak membenci bayi ini tetapi kehadiran bayi ini akan membuat suasana semakin sulit. Aku mengkhawatirkan nasib kami berdua.
Bayi. Apa ini? Apa aku sedang di prank?Aku tidak percaya di dalam perut ku ada seorang bayi dan bayi itu adalah anak Jeremy siapa lagi kalau bukan? Hasil tespack waktu itu benar-benar mengejutkan ku. Sejak kapan bayi ini mulai tumbuh di perutku.
Hari-hari yang ku lalui sekarang nampak berbeda. Perlakuan Jeremy, perubahan dalam tubuh ku,semua nampak berbeda. Jeremy tidak lagi sekasar dulu meskipun sesekali dia masih memukul ku,dia menjadi lebih lembut dari pertama aku di sini namun hal ini tidak mengubah fakta dia telah menghamili ku.Apa ini?Apakah ini damai sebelum badai?
Setiap kali aku memikirkan ini selalu saja mendapat jawaban buntu. Aku tidak mengerti. Apa sebenarnya yang di pikirkan pria di rumah ini.
Tok... Tok..
Suara Ketukan pintu terdengar, itu pasti Jeremy. Dia memang seperti ini mengurungku di sini ketika dia akan pergi keluar dan kurasa sekarang dia sudah menyelesaikan tugasnya. Jeremy membukakan pintu dan seperti biasa menyapa ku tapi satu hal yang menarik perhatian ku yaitu gelas susu di tangan nya. Apa itu? Apa itu racun? Dia mendekati ku dan memberikan gelas itu untukku. Aku hanya melihat takut jika ekpretasi ku benar itu adalah racun.
"Kenapa hanya melihat? Aku sudah membuatkan mu ini" ucapnya
"itu racun?"tanya ku
"ini susu, bukannya kamu sedang hamil?" ucapnya, apa?Haruskah aku percaya?
__ADS_1
"bukankah kamu ingin membunuh ku? Apalagi sekarang aku mengandung anak mu"
"Iya, aku ingin sekali membunuh mu tapi sekarang minumlah!" dia kembali menyodorkan ku minuman itu,aku masih ragu.
"Tsk. Cepat ambil dan minumlah aku tidak ingin bayi mu kekurangan gizi" dia memaksa ku untuk mengambil gelas itu dan meminumkannya,aku terbatuk beberapa kali karena di paksa minum olehnya.
"Kenapa?" tanya ku di sela-sela batukku
"apa?"
"Kenapa kamu melakukan ini?!!"teriakku, entahlah aku sepertinya marah padanya benar-benar marah.
Dia menampar ku dan menatap ku tajam, aku memegang pipi ku yang panas dan air mata menuruni pipi ku.
"jangan merasa hebat hanya karena aku peduli pada mu"ucapnya dingin, aku terkekeh
"Heh, peduli untuk di bunuh? Menyebalkan" ucapku, aku tidak tau dengan emosi ku saat ini dan entah datang darimana keberanian seperti ini. Jeremy hanya menatapku tanpa membalas perkataan ku.Aku melihat nya menahan amarah di matanya, kenapa? Bukankah selama ini dia akan memukulku jika aku bertindak kasar padanya? Apa ini karena bayi ku? Tapi bukankah dulu ada gadis yang juga mengandung bayi nya dan akhirnya di bunuh juga? Apa ini jebakan? Berbagai pertanyaan muncul di kepala ku saat melihat nya hanya diam menatap ku.
"kau..." ucapnya, aku menunggu lanjutan
__ADS_1
"lupakanlah, jika sudah selesai aku akan pergi" ucapnya kemudian pergi dari kamar Ini.Aku menjambak rambut ku tidak habis pikir, dia kenapa?
Setelah hari itu, setiap hari Jeremy mengunjugi kamar ku dan membawakan ku segelas susu setiap waktu nya. Itu susu dan bukan racun,aku hanya tidak mengerti untuk apa dia susah-susah melakukannya bukankah dengan begitu bayi nya akan bertambah sehat? Aku senang jika memang bayi ku sehat tapi jika akhirnya juga di bunuh aku tidak bisa tenang. Akhir-akhir ini juga sikap Jeremy berubah lebih lembut padaku, dia tidak lagi memukuli ku atau menamparku jika aku berteriak padanya, dia lebih memilih diam kemudian pergi, dia juga sekarang mulai memasak dan melarangku untuk membantu nya, makanan ku juga di ubah olehnya.
Aku selalu di beri makanan yang 'katanya' dapat menyehatkan ku serta bayi ku, dia membuat ku merasa sangat di perhatikan.Bisakah aku sedikit berharap padanya?
Aku selalu di buat bingung dengan sikap nya yang manis bahkan sangat manis ini. Apakah dengan kehadiran bayi ini menyebabkan perubahan sikap Jeremy? Jika memang iya aku sangat mensyukuri kehadiran bayi ini. Sebaiknya aku akan menikmati kemanisan ini sebelum semua hilang dan di ganti dengan kematian ku nanti. Aku harus tetap sehat demi bayi ku,ya demi bayi ku.
"ini, makanlah!" dia memberikan ku sepotong buah yang sudah di kupas nya. Saat ini kami sedang berada di dapur, aku menerima potongan buah itu dan tanpa sadar aku tersenyum.
"Kenapa?"tanya nya
"Enggak, aku hanya merasa kamu lebih perhatian pada ku semenjak bayi ini ada" jawab ku jujur, dia berdecak kemudian menyerahkan pisau buah yang tadi di Pegang nya pada ku kemudian dia pergi meninggalkan ku di meja makan sendiri.
"mau kemana?" tanya ku
"bukan urusan mu" jawab nya kemudian berlalu ke ruang tamu. Sayup-sayup aku mendengar Jeremy sedang berbicara dengan seseorang di telepon.
"kamu sudah di depan?"tanya nya pada seseorang di seberang telpon, Jeremy melihat ku yang masih menyantap buah yang sudah di kupasnya tadi kemudian beralih ke arah pintu depan. Dia mematikan ponsel nya dan melangkah menuju pintu depan kemudian membuka nya, aku ingin tau dengan siapa dia berbicara tapi dari jarak ku duduk itu tidak akan terlihat dengan jelas apalagi tubuh Jeremy menghalangi pandangan ku tetapi dari suara nya aku rasa itu Drake dan aku benar.
__ADS_1
Aku ingin bersikap tidak peduli tapi apa yang ku lihat setelah itu benar-benar mengejutkan ku. Mereka membawa masuk seorang pria yang kaki dan tangan nya di ikat, matanya juga di tutupi.Aku masih diam di tempat ku melihat mereka yang membawa pria itu ke arah basement,apa yang akan di lakukan mereka pada pria itu?