BASEMENT SENDING YOU LOVE!

BASEMENT SENDING YOU LOVE!
3.Hukuman bagi Penyusup


__ADS_3

Bugh....


Bugh....


Bugh....


Aku tidak percaya dengan apa yang ku lihat di depan sana.Jeremy dengan teganya memukul gadis yang sekarat itu? Dia bahkan tidak memberikan waktu bagi gadis Itu untuk bernapas.Gadis itu terus berteriak yang tentu sama sekali tidak di gubris oleh Jeremy. Jeremy semakin tertawa seolah-olah ini adalah permainan pukul samsak yang menyenangkan bagi nya. Aku tidak tega melihat gadis di depan ku terus berteriak,darah mulai memenuhi kepala nya.


"Jeremy!!Ku mohon hentikan!! "teriakku, air mata mulai menuruni pipi ku, ini mengingatkan ku pada orang tua ku yang di bunuh perampok di rumahku.


"Jeremy!!!!" aku terus memanggilnya berharap ia mendengarkan teriakan ku.


"Jeremy!!ku mohon henti-" Aku terdiam kala melihat nya menghentikan pukulan nya dan menatap ku dengan seringai nya.


"menghentikan nya? Padahal Ini salah satu kesenangan ku.Baiklah karena kamu menyuruhku berhenti, bagaimana kalau kamu yang menggantikan nya? Kamu tau aku masih belum puas" ucap nya


"Apa? Tidak" Aku menggeleng kuat, bagaimana mungkin aku bisa menggantikan nya mengingat gadis itu yang sedang kejang-kejang dengan wajah yang hancur.  Jeremy mendekati ku,aku terus memundurkan tubuh ku


"Tidak Jeremy, jangan lakukan itu" mohon ku namun lagi-lagi Jeremy hanya menanggapi nya dengan senyuman. Aku ingin kembali menangis saat melihat senyuman nya Itu.


"Nah! Dari mana kita akan memulai nya,hemm?" dia bertanya dengan suara nya yang parau membuat ku semakin merinding,dia memperhatikan ku mulai dari kepala hingga kaki. Aku memundurkan tubuhku membuat Jeremy akhirnya menduduki perut ku dan sentak itu membuat ku berhenti. Dia berat.


"Berhentilah mundur,kamu tau aku terlalu malas untuk mengejarmu." ucap nya menatap ku dengan tongkat baseball di arahkan ke bahunya


"Jadi...bagian tubuh mana yang bisa kita jadikan alat untuk bermain, Hemm? Bagaimana kalau kaki?"tanya nya yang tentu saja aku menggelengkan kepala ku kuat


"Tidak!! Ku mohon Jeremy hentikan,, jangan sakiti aku, hiks" Aku mulai menangis karena aku ketakutan sekarang

__ADS_1


"Haaa seharusnya kamu tidak kemari gisel. Jika kamu mau tetap diam di kedai kamu tidak akan melihat dan mengalami hal seperti ini "keluhnya menatap ku.


"Nah! Karena sekarang kamu sudah diam bagaimana kalau kita mulai sekarang saja? "tanya nya dengan wajah yang bersemangat. Ia bangkit dari perut ku menatap kaki ku kemudian mengambil palu yang ada di atas meja. Dia mendekati ku, melihat palu itu saja membuat ku kembali menangis


"Jeremy apa yang ingin kamu lakukan dengan palu itu?"histeris ku.


"hahaha tentu saja menghentikan kaki ini bergerak "


"ku mohon Jeremy... hentikan!! "


"hahaha memohon lah lagi gisel!" Jeremy mengarahkan palu itu Ke arah Kaki ku dan...


Kraakkk....


Kraakkk....


.


.


.


Ah,,,, Aku merasa kepala ku sangat berat, di mana aku? Tempat ini terasa sangat dingin dan lembab.Apa aku sedang ada di kegelapan? Ukh,mata ku tidak ingin terbuka.Mereka terasa berat juga.Aku di mana?.


Aku memaksakan mata ku untuk terbuka dan apa yang ku lihat?  Seorang gadis dengan wajah nya yang hancur berada di samping ku dan wajahnya yang sangat dekat dengan ku. Reflek aku berteriak.Aku ingin bangkit namun kaki ku terasa sangat sakit.Aku melihat Kaki ku,kondisi nya sangat parah dan ku rasa kaki ku Patah.


"sudah bangun,hemm?" Jeremy? Aku menatapnya yang turun dari tangga dengan menenteng sesuatu di kantong plastik. Aku ingat sekarang, dia bukanlah sosok Jeremy yang ku kenal,dia Iblis. Aku menatap nya marah sekaligus kecewa namun ia hanya membalasku dengan tatapan sinis nya .

__ADS_1


"Bagaimana rasanya tidur bersama mayat?" tanya nya begitu sampai dan duduk di samping ku. Apa? Mayat?  Sontak aku melihat gadis di samping ku.


"Kau...membunuhnya?" lirih ku


"Iya,apa lagi?"


"Tapi... Kenapa?" tanya ku tidak percaya.  Jeremy menggaruk kepalanya


"Bagaimana yah,habisnya dia mengaku sedang mengandung anak ku,tentu saja aku marah" jelasnya tanpa ada rasa bersalah di wajahnya.


" DAN KAU MEMBUNUHNYA? BAGAIMANA JIKA ITU BENAR-BENAR ANAK MU?!" teriakku marah,setega Itu kah Jeremy yang ku kenal?


Plak....


Jeremy menampar ku,dia kelihatan benar-benar marah.


"Berhentilah bersikap kurang ajar, Sialan!  Seharusnya kamu bersyukur aku belum membunuh mu" ucap nya dingin, air mata ku kembali mengalir kala aku memegang pipi ku yang terasa panas akibat tamparan itu


"Dan untuk anak itu, aku tidak peduli dia anak siapa" jelasnya yang sungguh membuat ku terkejut, dia pembunuh.


"kau... Kau BAJINGAN,,, KAU MEMBUNUH BAYI ITU? TIDAK PEDULI SIAPA AYAH NYA.BISA-BISA NYA KAMU TIDAK BERTANGGUNG JAWAB DASAR BAJINGAN,,, PENGECUT SIALAN!!!! SEHARUSNYA YANG MATI ITU KAMU, BRENGSEK!!! " maki ku marah,sungguh aku benar-benar marah sekarang. Jeremy hanya menutup kedua telinga nya kala aku berteriak di depan nya 


"Yayaya teruslah berteriak seperti itu. Jika kamu sesayang itu dengan gadis dan bayi ini kenapa tidak kamu menemani nya lagi malam Ini?"tawarnya kemudian dia pun pergi


"apa? BAJINGAN SIALAN!!!APA MAKSUDMU,HAH?HEY BRENGSEK!!! KEMBALI KE SINI!!! HEY!! " Jeremy menghilang. Dia sudah naik kembali ke lantai atas meninggalkan ku sendirian bersama mayat gadis malang di samping ku.Apa aku akan berakhir seperti gadis ini juga? Pikirku.Aku pun menutup mata ku kemudian terisak.


Jeremy yang sekarang benar-benar brengsek. Dia sangat jauh dari biasanya. Aku menyesal sudah mengkhawatirkan nya.Aku menyesal sudah mengagumi nya. Aku menyesal.

__ADS_1


__ADS_2