
Gisel Pov'
Aku sudah tidak tau sudah berapa lama aku berada di rumah ini. Jujur berada di sini tidaklah semanis kelihatan nya, meski aku sudah bersikap sebaik mungkin agar Jeremy tidak jadi membunuhku tetap saja perlakukan nya kasar. Kadang berpikir apa yang sebenarnya salah dengan Jeremy karena terkadang dia bersikap sangat manis pada ku tapi juga bersikap kasar dalam waktu yang sama. Ia menangis,tertawa,dan marah juga dalam waktu yang sama dan tentu saja jika dia marah dia akan melampiaskan nya pada ku. Sudah berapa banyak tubuh ku lecet karena perbuatan nya.
Pagi hari pintu kamar ku akan terbuka dan Jeremy membawa ku me kamar mandi, setelah mandi dia akan menyisir rambut ku seperti biasa kemudian aku di bawa ke dapur dan berakhir memasak untuk nya.Itulah kegiatan ku selama berada di sini.
Dia juga masih sering memukul ku apalagi ketika aku tidak sengaja memecahkan piring saat aku sedang mencuci nya. Itu tidaklah di sengaja karena itu terjadi di sebabkan tangan ku licin dan hal ini sangat membuat Jeremy marah, ia memukul ku dan memarahi ku, membentak ku dengan kata-kata nya yang kasar tapi aku harus tetap bertahan hingga aku menemukan celah untuk keluar dari sini. Yah meski kedua kaki ku masih belum bisa di gerakkan.Jeremy tidak membawa ku ke dokter untuk memeriksa nya hanya agar image nya sebagai sang idola tidak akan runtuh,alasan apaan itu 😴.
Aku sendirian lagi di kamar, Jeremy mengunci ku dan pergi. AKu merindukan suasana kedai,aku juga merindukan adikku yang di desa. Sudah lama kami tidak berbicara, biasanya setiap pulang kerja aku menyempatkan diri untuk menelpon nya dan setiap liburan aku akan mengunjugi nya di desa tapi sekarang jangankan menelpon nya, keluar saja aku tidak bisa. Aku hanya bisa berdoa semoga semuanya baik-baik saja.
Pintu terbuka,jeremy masuk ke kamar dan itu membuat ku kaget dengan penampilan nya sekarang. Aku melihat ke arah jendela,sudah gelap? Berapa lama aku tertidur? Aku kembali melihat Jeremy yang penampilan nya sangat berantakan, ia berjalan ke arahku mengulurkan tangan nya,sontak aku memejamkan mata ku.Aku takut dia akan memukul ku lagi namun apa yang ku terima dia hanya membelai kepala ku,Jeremy duduk di pinggir kasur lalu terkekeh
"Kamu takut pada ku, huh?" ucapnya
ugh,bau ini! Jeremy mabuk?
"Jeremy? Apa yang terjadi pada mu? Kamu mabuk?."tanya ku mulai resah saat melihat nya kembali terkekeh.
"Kamu?Kamu siapa?Kenapa kamu hadir di kehidupan ku? " dia mulai meracau.
"Jeremy? "
__ADS_1
"Kamu tau,aku benci hidup ku.Aku benci masa lalu ku yang keras itu.Aku benci karena sudah membunuh ibu ku,,hiks" apa? Membunuh Ibu nya?
"Jeremy, Ibu mu,kamu membunuhnya? "tanya ku,jeremy menatap ku dan terkekeh kembali
"hehe iya"
"Kenapa? "
"Karena dia sangat berisik!Hey gisel,kamu tau kamu itu cantik" hah?Aku ingin membuka mulut ku hingga tiba-tiba Jeremy mencium ku. Aku yang kaget langsung melebarkan mata ku.Aku berontak berusaha melepaskan pangutan itu. Dan akhirnya Jeremy melepaskan nya, dia kembali menangkup wajahku,tersenyum dan mulai mendekatkan wajahnya kemudian... Dia tertidur?di pundak ku? Huff...aku lega setidaknya hal yang lebih buruk dari ciuman itu tidak terjadi.
Aku membaringkannya di samping ku,mau bagaimana lagi aku tidak bisa berjalan. Setelah menyelimutinya, aku pun ikut membaringkan tubuh ku dan memandangi wajah Jeremy kemudian menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajahnya namun tiba-tiba dia menarik tangan ku dan meletakkan nya di pipinya.
Jeremy, kamu tampan dan manis. Bahkan jika kamu bersikap seperti biasa nya seperti di kedai kamu terlihat lebih baik dari sekarang. Kenapa kamu bisa menjadi seperti Ini ? Kasar dan dingin serta menjadi pembunuh,huff.Aku tidak habis pikir sebenarnya sekeras apa kehidupan nya dulu?.
"Apa yang ku lakukan di sini?"tanya nya, dia hendak bangkit namun sepertinya kepalanya masih terasa sakit aku pun membantu nya untuk bangkit dan duduk.Aku menyerahkan segelas air putih yang memang di sediakan Jeremy untuk ku dan aku memberikan nya untuk Jeremy, dia mulai meminumnya kemudian menyerahkan gelas itu pada ku.
"Merasa lebih baik?"tanya ku memastikan.
"Apa semalam aku mabuk kemudian datang ke sini?" tanya nya, aku hanya mengangguk mengiyakan
"ugh,katakan! Apa saja yang sudah ku lakukan?" aku mencoba mengingat
__ADS_1
"kamu terus meracau tidak jelas kemudian... "aku tidak bisa melanjutkan ucapan ku karena aku sendiri sangat terkejut dan sepertinya Jeremy menyadari itu, ia terkekeh.
"Apa aku mencium mu?" aku diam berusaha menghindari tatapan nya
"Baiklah sepertinya aku benar, bagaimana? Mau melanjutkan yang semalam?" aku kaget tentu saja aku menggeleng.
"Tidak! Tidak usah"tolakku,tapi melihat seringai Jeremy membuat ku takut. Aku tidak bisa melarikan diri bahkan jika bisa tetap saja aku harus merangkak dan sudah di pastikan Jeremy akan dengan mudah mengejarku.
"Tapi aku menginginkan nya bagaimana gisel? "ia menarik sepucuk rambut ku dan mencium nya.
"Aroma mu di pagi hari bahkan sangat menggoda ku" dia mulai mendekati ku.
"Tidak Jeremy!Aku tidak mau! Bukankah kamu bilang kamu tidak tertarik dengan tubuh ku?" aku berusaha mencari alasan supaya dia menghentikan aksi gila nya.
"Oh benarkah? Ayo kita buktikan" dia menjatuhkan ku,dia berat. Aku berusaha untuk melawan nya,dia mulai mencium leherku dan aku mulai merasa tidak nyaman, tidak aku tidak ingin ini terjadi!!
"Hentikan Jeremy! Aku mohon!" mohon ku bahkan sekarang air mata mulai mengalir,jeremy menghentikan aksi nya dan menatap ku
"Oh,kamu menangis? Kenapa? Apa aku berbuat kasar? Jelaskan gisel! Ayo JELASKAN!!!" bentaknya membuat ku terdiam dan hanya menangis, ia tersenyum, menghapus air mata ku kemudian melanjutkan aksi nya mencium leherku.
Aku tidak tahan dengan perlakukan nya,aku memberontak dan menangis tapi aksi ku itu tidak menyurut kan perlakukan Jeremy menjamah tubuhku.
__ADS_1
Ibu,ayah, maafkan anak mu! Anak mu sudah kotor.