BASEMENT SENDING YOU LOVE!

BASEMENT SENDING YOU LOVE!
2.Sosok yang Sebenarnya


__ADS_3

"Haaa..."


Sudah berhari-hari semenjak Jeremy pergi dari kedai ini. Apa ya yang sedang dilakukannya saat ini? Aku masih penasaran siapa gadis yang bersama nya itu,aku kembali menghela nafas.


"hey gisel,jangan hanya melamun dan menghela nafas cepat kerjakan tugas mu" Teressa, lagi-lagi dia mengganggu ku. Aku masih diam tidak menggubris ucapan nya sambil memperhatikan keadaan kedai, Lagian kedai masih belum ada pelanggan,itu karena sang idola tidak ada di sini dan membuat kedai sedikit sepi dari biasanya. Lalu apa yang bisa aku kerjakan? Aku benar-benar bosan.


"memikirkan Jeremy,huh?"tanya Teressa. Di lihat dari mana pun memang itu yang sedang ku lakukan. Aku hanya mengangguk.


"jika kamu secemas itu padanya kenapa tidak mengunjugi rumah nya?"


"..." aku diam mencerna Ucapan nya


"Aha! Kamu benar Teressa.Kenapa aku tidak mengunjugi rumah nya saja?iya iya kenapa tidak terpikirkan oleh ku sebelumnya "jawab ku semangat tapi tiba-tiba aku kembali lesu


"heh?baru saja kamu semangat dan sekarang sudah lesu lagi?kenapa?"


"Aku tidak tau alamat rumahnya, aku hanya tau dia tinggal sendiri, hufff"


"Kenapa tidak tanya pemilik kedai?"


"..." Aku menepuk jidat ku kemudian menatap haru Teressa


"Terima kasih senior,anda benar-benar membantu kali ini" ucap ku membuat Teressa beku


"baru kali ini aku mendengar mu memuji ku " Aku tidak peduli ucapan nya,aku hanya memikirkan rencana ku nanti mengunjugi rumah Jeremy setelah pulang kerja nanti.


.

__ADS_1


.


.


Hari sudah sore ketika pekerjaan ku selesai dan sekarang menjalankan rencana ku mengunjugi rumah Jeremy yang sebelumnya aku sudah menanyakan alamat rumahnya pada bu pemilik kedai sesuai ucapan Teressa. 


Aku membeli beberapa cemilan untuk di bawa ke rumah Jeremy. Bermodalkan jalan kaki sambil menikmati sore akhirnya aku sampai di depan rumahnya. Aku melihat alamat di ponsel ku sekali lagi hanya untuk memastikan aku tidak tersesat.  Hemm...sepertinya aku sudah ke arah yang benar tapi melihat sekeliling ku tempat ini benar-benar sepi, apa iya Jeremy tinggal sendirian di tempat sepi seperti ini?


Aku melirik ponsel ku lalu menghela nafas.Andai dulu aku menyimpan nomor telepon Jeremy pasti aku tidak akan kebingungan sekarang.  Aku menarik nafas dan menguatkan hati ku. Tidak akan terjadi apa-apa aku hanya mengunjugi Jeremy untuk memastikan nya baik-baik saja.  Aku mulai melangkahkan kaki ku ke halaman rumahnya dan berdiri di depan pintu rumahnya.


Ting... Tong...


Ting... Tong...


Ting... Tong...


Aku membuka pintu nya hati-hati sambil terus memanggil Jeremy.Aku memasuki  rumahnya,kosong?  Apa dia tidak ada di rumah? Pikirku. Baru saja aku hendak keluar dari rumahnya tiba-tiba aku mendengar suara jeritan tertahan dari arah pintu yang tertutup?  Oh perasaan ku tidak enak,apakah Jeremy di sana? Tangan ku sudah gatal untuk membuka pintu itu, tapi jantung ku mulai berdetak kencang ketika tau-tau aku sudah membuka pintu tersebut, apa Ini tangga menuju basement?


Aku ingin pergi dari sana namun suara jeritan tertahan itu kembali menghentikan ku.Aku penasaran sekaligus takut. Aku sedikit berjongkok agar bisa memastikan suara apa itu.


"apa yang kamu lakukan?" sebuah suara terdengar sangat berat dan dingin namun tidak terlalu asing berada di belakang ku,dengan takut takut aku mencoba melihat ke belakang dan melihat sosok itu.


"K-kamu..." belum sempat melanjutkan ucapan ku, sebuah tendangan menendang ku membuat ku terguling-guling di tangga hingga jatuh ke basement.  Aku meringis saat merasakan tubuhku remuk akibat tendangan tadi.Aku melihat sekeliling hingga menemukan suatu pemandangan yang membuat ku melongo.


Di sana seorang gadis yang waktu itu bersama Jeremy sedang terkapar dengan pakaian nya sobek, mulutnya di plester dan tangan beserta kakinya di ikat.Ia terus menjerit kala melihat ku ada di sana. Dengan tubuh ku yang masih terasa sakit aku memaksakan untuk mendekati nya dan melepas plester di mulutnya. Jadi suara jeritan tertahan itu dia?


"Tolong!!! Tolong selamatkan aku!!! "jeritnya. Aku benar-benar Kalut.

__ADS_1


"Apa yang terjadi? siapa yang melakukan Ini pada mu?"tanya ku panik. Tiba-tiba dia diam dan melihat ke belakang ku dengan tatapan ketakutan. Aku yang juga merasa seseorang berdiri di belakang ku membuat ku merinding dan ingin melihat siapa dia. Ketika aku hendak membalikkan wajahku sebuah tongkat baseball menerjang wajahku dari samping membuat ku terpelanting dari tempat ku tadi,gadis itu menjerit.Sialan! Ini benar-benar sakit.Kepala ku terasa berputar-putar. Aku menggelengkan kepala ku dan mencoba melihat siapa Itu.


"kamu? Jeremy? Kenapa? " Aku shock saat mengetahui pelaku di balik semua ini, ia menatap ku tajam sambil meletakkan tongkat baseball yang tadi di gunakan untuk memukul ku itu ke bahunya.


Ia berjalan mendekati ku yang reflek aku segera mundur. Tatapan mengintimidasi nya benar-benar membuat ku takut. Apa benar ini Jeremy yang ku kenal?  Jeremy yang terlihat sangat perhatian dan baik serta ramah ke semua orang? Inikah sosok aslinya?


"Kenapa kamu di sini? " tanya nya dingin


"A-aku...kami semua mencemaskan mu. M-makanya aku k-kesini untuk menjenguk mu"jelasku,ku lihat tatapan nya masih dingin.


Jeremy yang ku kenal bukan seperti ini. Tolong bangunkan aku jika benar ini adalah mimpi.


"Mengkhawatirkan ku,huh? Jika di lihat dengan keadaan sekarang seharusnya kamu khawatirkan dirimu sendiri. Bukan kah begitu, Gisel?" dia menarik dan mencengkram dagu ku. Cengkraman nya begitu kuat sehingga aku meringis karena nya. Dia menatap ku tajam,tatapan nya beralih ketika mendengar suara tangisan gadis di belakang nya.


"Apa yang kamu lakukan padanya? Bukankah dia gadis yang waktu itu bersama mu?" tanya ku dia kembali menatap ku kemudian menyeringai


"Yaa...ternyata kamu memiliki ingatan yang baik." seringaian nya membuat ku takut.


"Nah! Karena kamu sudah ada di sini bagaimana kalau kita bermain?" ucap nya dengan suara parau. Aku masih mencerna ucapan nya tepat ketika ia bangkit meninggalkan ku dan beralih ke arah gadis Itu. Aku dan gadis itu serentak kaget ketika Jeremy mengarahkan tongkat baseball itu Ke arahnya.


"APA YANG MAU KAMU LAKUKAN?? HENTIKAN JEREMY!!!." Aku yang panik langsung berteriak menghentikan nya dan berhasil, dia menatap ku kemudian tersenyum sedangkan gadis itu sudah memejamkan matanya takut. Jeremy melirik ku sekilas kemudian kembali menatap gadis di depan ku dan...


Bugh...


Bugh...


Kyaaaaaa.....

__ADS_1


__ADS_2