
Author POV
Jeremy kembali menemui gisel yang sudah terbangun dan duduk bersandar di ranjangnya dengan tatapannya yang sayu.Jeremy mengetuk pintu supaya gisel menyadari kehadiran nya dan gisel ternyata hanya melirik nya sekilas.
"Ngapain kamu ke sini? Mau membunuh?"sindir gisel mendengar itu Jeremy langsung berjalan mendekati nya
"hey hey hey sindiran mu itu... " tegur Jeremy kemudian meletakkan gelas berisi susu untuk gisel di atas meja.
"Kenapa? Kamu gak suka? Dan apa ini,pembunuh juga terluka?" ejek gisel yang saat itu Jeremy memang terluka dan memar di seluruh wajahnya. Mendengar itu Jeremy hanya diam karena percuma jika menjelaskan kenapa ia bisa terluka padahal tadi sebelum gisel tidur dia baik-baik saja.
"berhentilah memanggilku pembunuh!"
"Kenapa?kamu gak suka?"
"tentu saja"
"Baiklah aku akan terus memanggil mu pembunuh, pembunuh dan pembunuh"ejek gisel yang saat ini masih marah pada Jeremy
"hey!Aku sudah memperingati mu "
"lalu apa,pembunuh!"
Brakkk.... Jeremy memukul meja karena geram ia memejamkan matanya
"diamlah atau aku akan membunuh mu"ancam jeremy
__ADS_1
"membunuh ku? Silahkan! Aku bahkan tidak ingin lagi melihat mu" tantang gisel dan Jeremy mengembuskan nafas nya kuat.
"Kenapa? Tidak jadi membunuh ku?"ejek gisel,jeremy hanya diam melihat gisel yang sudah menghina nya saat ini.
"sudahlah aku tidak ingin bertengkar dengan mu lebih baik kamu minum susu ini" ucap Jeremy sembari menyodorkan segelas susu untuk gisel
"Aku tidak ingin meminumnya"
"jangan banyak omong cepat ambil dan minumlah" Jeremy masih bersabar di tahap Ini.
"Kenapa pembunuh seperti mu bisa berbuat baik pada ku, hah?!" lagi-lagi gisel kembali pada sifat nya yang keras kepala dan itu membuat Jeremy menghela nafasnya.
"haaaa sudahlah gisel, aku lelah berdebat dengan mu. Ini minumlah selagi aku masih baik pada mu"
"Setidaknya pikirkan bayi mu"
"Bayi? Pembunuh seperti mu bahkan peduli dengan anak ku?" sudah cukup Jeremy benar-benar jengkel dan akhirnya pergi meninggalkan gisel yang tercengang dengan sikap Jeremy yang tiba-tiba tapi sebelum dia benar-benar pergi gisel dengan cepat menarik tangan Jeremy dan menghentikan langkah Jeremy.
"Kenapa?" tanya Jeremy
"bisakah... kamu menjelaskan semuanya pada ku!" pinta gisel sekali lagi dengan matanya yang bengkak akibat tangisan tadi,jeremy diam karena sebenarnya dia belum bisa memberitahu semuanya dia menunggu waktu yang tepat tetapi Drake mengacaukannya dan sekarang dia harus menghadapi kenyataan yang selalu di hindarinya. Jeremy menghela nafas kemudian menggenggam tangan gisel yang menahan tangan nya.
"apa ini? Kemana sikap angkuh mu tadi, hah?" sindir Jeremy yang membuat gisel langsung melepaskan tangan nya, melihat itu Jeremy menaikkan sebelah sudut bibir nya
"bukankah kamu masih marah pada ku?"
__ADS_1
"banget" jawab gisel yang membuat Jeremy kembali menaikkan Sebelah sudut bibirnya
"kamu yakin masih tetap ingin mendengar nya dari ku?"
"tentu saja"
"baiklah,aku akan menceritakan semuanya!" Jeremy kembali duduk sedangkan gisel menanti cerita Jeremy.
Sementara itu drake yang sudah babak belur diam-diam merasa kesal pada jeremy,dengan menahan sakit di sekujur tubuhnya ia meninggalkan rumah jeremy. Sekarang jeremy bukan lagi rekan nya, ia memegang sudut bibir nya yang terluka lalu meringis.
"Sialan kamu jeremy,lihat saja aku akan membalasmu! " ancam drake kemudian ia menghilang di kegelapan malam.
Flashback ....
Jeremy benar-benar marah pada drake,ia sudah cukup lama menahan amarah nya di depan gisel tadi dan ini adalah saat yang tepat untuk melampiaskan nya pada dalang di balik semua Ini. Begitu jeremy sampai di basement tanpa babibu ia langsung menghantam wajah drake yang saat itu bahkan belum siap dengan serangan jeremy dan tentu saja itu membuat nya oleng.
"APA YANG KAMU LAKUKAN BRENGSEK?!! " teriak drake sedangkan jeremy hanya diam dan kembali melayangkan pukulan nya dan kali ini drake berhasil menangkis nya
"apa yang aku lakukan? Seharusnya aku yang bertanya APA YANG KAMU LAKUKAN? Bukankah aku sudah memperingati untuk menjauhi gadis itu? Tapi apa ini kamu malah mengacaukan rencana ku, bangsat!!"Jeremy di liputi emosi dan terus memukul drake yang lebih babak belur daripada dirinya.
"Rencana hah? Seharusnya kamu sadar kamu yang sudah merusak rencana ku untuk membunuh gadis itu di rumahnya!" balas drake saat dirinya pukuli habis-habisan oleh jeremy.
Jeremy marah dan drake juga marah,mereka kembali baku hantam di dalam basement dan itu sama sekali gisel tidak mengetahui nya karena ia sudah tertidur.
Flashback off.
__ADS_1