BASEMENT SENDING YOU LOVE!

BASEMENT SENDING YOU LOVE!
8. Cambuk


__ADS_3

Dia membawa ku Ke basement.Aku mengira-ngira apa yang akan dia lakukan pada ku. Sesampainya di basement, dia mendudukkan ku di kursi kemudian berbisik.


"hey gisel,,,kamu lihat yang diatas mu?"tunjuknya, aku langsung melihat nya, katrol?


"Ya,, itu katrol dan aku mempersiapkan nya untuk mu,bagus bukan? " jelasnya yang seketika membuat ku pucat,dia tersenyum kemudian membuka laci di sana dan mengeluarkan tali.


"apa yang ingin kamu lakukan?"tanya ku panik, ia meraih tangan ku.


"ssstt,,, diamlah! Ini hanyalah hukuman karena sudah berani meninggalkan rumah ku" bisiknya kemudian setelah mengikat kedua tangan ku ia mengambil ujung tali satu nya dan memasangkannya di katrol di atasku kemudian menarik tali itu sehingga membuat tanganku ikut tertarik dan aku bergelantungan di sana. Aku meringis karena tangan ku harus menahan berat tubuhku yang aku sendiri tidak yakin sampai kapan ia bertahan.


"Jeremy,,, lepaskan aku,, Ini menyakitkan" pinta ku namun dia hanya memandangku dan mengelilingi tubuhku dengan cambuk yang sudah berada di tangan nya,,tunggu!! Sejak kapan ia mengambil cambuk itu?


"Seandainya saja kamu mendengarkan ku untuk tidak meninggalkan rumah Ini, ku yakin kamu sekarang sedang menonton tv atau bahkan tidur di kamar mu,,bukankah itu sangat menyenangkan di banding kan dengan ini kan,gisel?!" ujarnya kemudian mencambuk ku.


Cetarrrrr ....


Suara cambukan memenuhi ruangan basement, aku meringis saat merasakan panas dari punggung ku akibat cambukan Itu.


"Kamu dengar itu gisel? Suaranya terdengar sangat merdu" ucap Jeremy dengan wajah nya yang berbinar


"Ku mohon Jeremy,, hentikan! Ini menyakitkan.. " pinta ku lagi,air mata mulai mengaliri pipi ku namun aku menahan tangis ku.


" Berhenti kata mu? Tapi bagaimana Ini, aku menyukai nya gisel,bisakah kita mencoba nya lagi,huh?Aku tau kamu juga ingin mendengarnya lagi" ucapnya kemudian dia kembali mencambuk ku.Aku menggigit bibir ku menahan perih punggung ku.


"Jeremy,,,, ku mohon!"lirihku.


"Hah? Mohon? Mohon apa? Kamu menginginkan nya lagi?  Baiklah ini hadiah untuk mu "

__ADS_1


Cetarrr.....


Lagi-lagi dia mencambuk ku,,


"oh lihat ini gisel,,,tubuh mu mengeluarkan darah,,, bagaimana ini?" ucap nya sedikit Panik,


"ku mohon hentikan ini Jeremy,,, Ini benar-benar menyakitkan" lirihku


"sebentar aku akan berpikir " kemudian ia terlihat sedang berpikir


"Ah,,bagaimana kalau dengan Ini"lanjutnya,, tubuhku menegang kala ia menjilati darah yang keluar dari bekas cambukan tadi


"apa yang,,,khamu,,,laku-khan?"tanya ku menggigit bibir ku menahan sensasi geli saat lidahnya menyapu darah di kulit ku.


"hahaha,,, kamu menyukai nya gisel?  Baiklah mari kita coba hasilkan darah lagi"


"Apa? Tid-"


Cetarrr....


"SUDAH CUKUP!!!HENTIKAN INI JEREMY!!! Ini menyakiti ku,,, hiks" aku Sudah tidak bisa menahan gejolak di hati ku lagi,,, Jeremy menghentikan aksi nya kemudian menatap ku tajam.


Plakk...


"Sudah ku bilang aku benci dengan tangisan, Kenapa kamu tidak mendengar kan ku?"ucap nya marah


"Aku,,,Aku,,,Ku mohon lepaskan aku Jeremy,,"

__ADS_1


"melepaskan mu? Bukankah kamu sendiri yang datang ke rumah ku? Aku bahkan tidak ingat pernah mengundang mu Ke sini,dan sekarang kamu meminta ku untuk melepaskan mu?Cuih,, yang benar saja" ujar Jeremy,dia benar aku sendiri yang datang Ke sini dan sekarang aku sangat menyesali nya,alih-alih melepaskan ku,aku bahkan sekarang di sekap dan di siksa di sini,di rumahnya, olehnya. Aku tersenyum miris kala mengingat kondisi ku sekarang yang terlihat menyedihkan.


"Begitu,,,tersenyumlah seperti itu dan berhentilah menangis " ucap Jeremy kemudian ia mencium ku, aku dapat merasakan bibir nya menyapu lembut darah di sudut bibir ku akibat tamparan nya tadi. Alih-alih berontak, sekarang aku tidak punya tenaga lagi, kedua Kaki ku lumpuh dan tangan ku menahan beban tubuh ku. Dia melepaskan pangutan nya kemudian menatap ku dan menarik sudut bibir nya


"gisel kamu cantik dan aku menyukai nya tapi sayang karena rencana mu tadi membuat ku ingin kembali menyiksa mu, bagaimana? Kamu setuju bukan, huh?" aku kembali panik dan tanpa jeda dia kembali mencambuk ku dan ini lebih keras dari yang tadi.  Aku terus menjerit sehingga suara jeritan ku dan suara cambukan Itu memenuhi seluruh ruangan basement yang gelap dan pengap.  Aku tidak tau sudah berapa kali ia mencambuk ku,sekujur tubuhku terasa sangat sakit dan perih, kepala ku terasa pusing. Ku lihat dia menarik nafas nya yang ngos-ngosan akibat terlalu bersemangat tadi


"Ha,,, hahaha tadi itu sungguh menyenangkan, kamu tau gisel? Tapi sepertinya cukup sampai di sini.Malam ini kamu tidur di sini jadilah anak yang baik dan sesali keputusan mu tadi,,jika ingin menyalahkan salahkan dirimu sendiri,,,aku akan pergi "


Cup...dia mencium kening ku kemudian pergi meninggalkan ku yang masih tergantung di sini. Biarlah,,,aku masih terlalu lelah  bahkan sekedar untuk menggerakkan tubuhku,,kepala ku terasa berat dan aku memejamkan mata ku.


.


.


.


Author Pov'


Pagi-pagi sekali Jeremy menuruni tangga basement nya, Sesekali ia menguap karena sebenarnya matanya masih mengantuk, setelah sampai di basement ia melihat gadis yang masih sama seperti semalam dia tinggalkan,tergantung dengan beberapa luka menghiasi tubuh nya dan gadis itu adalah gisel. Ia mendekati gisel dan menepuk pipi gisel pelan dan itu membuat gisel membuka matanya meski terlihat agak susah, bibir nya pucat.


"jeremy? "lirihnya


"bangun, hukuman mu sudah selesai "ucap nya, gadis di depan nya tersenyum meski tubuhnya terasa sangat sakit. Jeremy membuka ikatan katrol dan menurunkan gisel. Karena merasa tubuhnya lemas dan kepalanya berat, gisel pun pingsan di pelukan Jeremy.


"ck,,, benar-benar gadis yang merepotkan!"gerutu Jeremy kemudian ia melihat luka di sekujur tubuh gisel dan Itu adalah luka cambukan nya semalam.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2