BASEMENT SENDING YOU LOVE!

BASEMENT SENDING YOU LOVE!
14.Terbongkar


__ADS_3

Author Pov'


Gisel sudah menunggu sekitar 10 menit dan tidak ada yang terjadi setelah mereka membawa masuk pria yang tidak sedang sadarkan diri itu karena saat di bawa masuk pria tersebut bahkan kelihatan tidak melawan Ketika di papah Drake dan Jeremy. Dalam duduk nya gisel merasa tidak tenang, ia mengkhawatirkan pria tadi karena dia tau Jeremy dan Drake memiliki kebiasaan yang sangat buruk dan untuk alasan itulah dirinya berada di sini sampai saat Ini.


Ketika sedang memikirkan apa kira-kira yang akan mereka lakukan, tiba-tiba Drake kembali dan hanya dia di sana.


'Tunggu!Di mana Jeremy?' heran gisel, Drake berjalan menuju arah gisel Ketika tau dia ada di sana.


"Memikirkan Jeremy? Dia ada di bawah sedang mengintrogasi tahanan kami" jelas Drake seolah tau apa yang sedang di pikirkan gisel kemudian ia membuka kulkas dan mengambil minuman dingin di sana. Gisel sendiri sedikit kaget namun kembali melanjutkan kegiatan nya sedangkan drake dia memperhatikan gisel dari atas hingga bawah membuat gisel risih sangat risih dengan pandangan Itu. Gisel menghentikan mengupas buah dan balik menatap Drake, dari pertama bertemu dia memang tidak menyukai Drake.


"apa yang kamu lihat?" tanya gisel kesal sedangkan yang di tanya malah terkekeh.


"dari pertama aku melihat mu aku sedikit ragu kalau gadis itu adalah kamu" ujar drake


"maksudmu?"


"kamu gisel anak dari pasangan Jhonny dan Crista bukan?" tanya Drake yang sukses membuat gisel terkejut


"kamu kenal orang tua ku?"


"yah,,, bahkan sangat kenal" Drake mulai menyeringai dan gisel benar-benar merasa tidak nyaman sekarang

__ADS_1


"biar ku beritahu satu hal..."lanjutnya kemudian berjalan mendekati gisel dan membisikkan nya sesuatu. Tentu saja bisikan itu bukanlah hal yang baik jika di lihat dari ekspresi gisel yang terkejut bahkan sampai menjatuhkan pisau yang di pegang nya.Tak lama setelah mengatakan itu,suara teriakan dari arah basement terdengar hingga ke telinga gisel.


Aaaarrgggh.....


Suara itu tentu menambah syok gisel yang mendengarnya sedangkan drake, ia sangat menikmati keterkejutan gisel.


"ckckck sepertinya dia sudah mulai dia bahkan tidak mengajak ku,dasar"cibir Drake kemudian ia melihat gisel menutup telinga nya.


"kamu baik-baik saja?" tanya nya seolah dia cemas,gisel tidak menjawab dan terus menutup telinga nya. Tak lama setelah itu Jeremy  muncul dan melihat drake berada dekat dengan gisel.


"apa yang kamu lakukan Drake? Bukankah aku menyuruhmu untuk tidak mendekatinya?" ucap Jeremy dingin, dia tidak ingin Drake berada dekat dengan gisel. Drake yang mendengar itu hanya tertawa kemudian menjauhi gisel yang masih terdiam.


"hahaha maafkan aku, aku hanya sedang mengobrol dengan gadis mu, oh bagaimana keadaan pria itu?" drake mengalihkan pembicaraan dan itu di ketahui Jeremy karena dia merasa ada yang aneh dengan tatapan gisel. Gisel terus menatap ke bawah dan itu sedikit mengganggu nya.


"berhati-hatilah,dia memegang pisau" pesan nya sbelum ia turun ke basement dan Jeremy tentu saja bingung kemudian ia mengabaikan drake dan mendekati gisel.


"kamu baik-baik saja?" tanya Jeremy dan gisel masih diam.


"gisel?"panggilnya lagi bahkan dia sampai harus mengguncang bahu gisel agar gisel mau menjawab nya


"pembunuh" ucap gisel dengan suara rendah

__ADS_1


"apa? Kamu mengucapkan sesuatu?Gisel, jawab aku! " Jeremy terus mengguncang bahu gisel dan tiba-tiba gisel menodongkan pisau di tangan nya ke arah Jeremy,untung saja Jeremy reflek menghindarinya.


"Hey!  Apa yang sebenarnya terjadi? "Jeremy masih bingung dengan perubahan gisel. Gisel menatapnya tajam dengan matanya yang merah dia kelihatan sangat marah.


"PEMBUNUH!!! DASAR KAMU PEMBUNUH!!! JIKA SAJA HARI ITU KAMU TIDAK KE RUMAHKU ORANG TUA KU PASTI MASIH HIDUP!!!" teriak gisel sambil terus menodongkan pisau buah di tangan nya berharap Jeremy akan terluka namun sayang Jeremy berhasil menghindar,jeremy berhasil memukul tangan gisel yang memegang pisau itu sehingga pisau itu terlepas dari genggaman gisel,jeremy berhasil melumpuhkan serangan gisel dan memegang kedua tangan nya.


"kamu baik-baik saja? Tenanglah! Apa yang terjadi?" tanya Jeremy cemas


"kamu... Kamu sudah membunuh orang tua ku dan sekarang apa yang akan kamu lakukan? Membunuh ku juga,hah?!" gisel bertanya dengan penuh penekanan dan air matanya mulai mengaliri pipinya. Mendengar itu Jeremy diam.


'dia sudah mengetahui nya?'Pikir jeremy


"JAWAB JEREMY KENAPA KAMU DIAM? BUKANKAH YANG AKU KATAKAN ITU BENAR?! JIKA SAJA-" gisel kembali meninggikan suara nya


"JIKA SAJA APA, HAH? APA YANG SEBENARNYA DI KATAKAN PRIA ITU?" bentak Jeremy pasalnya dia kesal jika ada yang membentaknya dan bentakan nya membuat gisel tercengang, Jeremy mengatur nafas nya karena uap emosi nya dengan masih menatap gisel kemudian ia beralih ke arah basement dan saat itu juga dia marah tetapi ia harus menyelesaikan ini dulu.


"Sudah? Tenangkan dirimu dulu dan setelah itu kita bicara,oke?"tawar Jeremy yang masih memegang kedua tangan gisel. Mendengar itu tangis gisel pecah dan Jeremy langsung memeluknya.


"kamu... Hiks.. Kamu membuat ku kehilangan orang tua ku, hiks kamu... Kamu benar-benar jahat" tangis gisel, Jeremy hanya diam membiarkan bahu nya basah akibat sandaran gisel dan ia  mengelus punggung gadis itu agar sedikit lebih tenang. Setelah di rasa cukup tenang, Jeremy melepaskan pelukannya ia menatap lekat mata gisel yang masih menangis.


"Sudah tenang, hemm?" tanya nya lembut, gisel mengangguk masih dengan sisa tangisnya.

__ADS_1


"jelaskan pada ku tentang semuanya! "pinta gisel sambil menghapus air matanya,jeremy tersenyum dan mengusap kepala gisel.


"tentu,tapi sebelum itu ayo kita kembali ke kamar kamu butuh istirahat" jawab nya kemudian membawa gisel ke kamarnya dan benar saja tak lama setelah Jeremy membaringkan gisel ia langsung terlelap. Jeremy memandang wajah gisel yang tertidur dan setelah itu ia pun pergi ke basement di mana di sana dalang dari semua ini berada.


__ADS_2