BASEMENT SENDING YOU LOVE!

BASEMENT SENDING YOU LOVE!
5.Bersikap Manis?


__ADS_3

Author Pov'


Tok... Tok.. Tok..


"Kamu sudahdah selesai, gisel?" tanya jeremy kembali mengetuk pintu kamar mandi namun tidak ada sahutan. Ia terus mengetuk pintu itu tapi tetap saja tidak ada sahutan dan itu membuat Jeremy kesal, ia membuka paksa pintu itu dan pemandangan di depan nya langsung membuat nya tercengang. Kenapa tidak, gisel sedang mandi dengan tubuhnya yang telanjang. Sadar ada yang memperhatikan, gisel langsung melihat ke arah Jeremy kemudian reflek berteriak karena kaget, ia menutup tubuhnya yang polos dengan kedua tangan nya,jeremy terkekeh kemudian menyerahkan handuk kepada gisel. Gisel buru-buru mengambil handuk itu dan menutup tubuhnya.


"Apa ini? Tubuhmu bahkan tidak membuat ku bangun "ejek Jeremy menyandarkan tubuhnya di pintu kamar mandi, gisel hanya melongo mendengar ucapan vulgar laki-laki di depan nya.


'itu bahkan lebih baik' bisik gisel dalam hati nya, jelas dia takut jika akan membangkitkan nafsu Jeremy pasalnya mereka hanya berdua di sini dan gisel tidak bisa melarikan diri karena kedua kakinya patah akibat ulah Jeremy sendiri. Bahkan untuk mandi, ia harus di dudukkan di atas kursi agar tangan nya sampai untuk mengambil air.


"Sudah? Ini pakaian mu" ucap Jeremy menyerahkan pakaian lengkap wanita, gisel memandang heran pakaian itu


'darimana pakaian Itu?' pikirnya


"Ini milik ibu ku.Aku gak tau muat atau tidak tapi ini lebih baik daripada kamu harus telanjang di sini" jelas Jeremy seolah tau apa yang di khawatirkan gisel.  Gisel mengambil pakaian itu kemudian menatap Jeremy


"Apa?  Kamu mau aku pergi?  Baik baik aku pergi panggil aku jika kamu sudah selesai " Jeremy pun pergi baru setelah itu gisel bernapas lega.


Setelah berpakaian, ia di bawa ke kamar yang tadi di tempati nya dan Jeremy mendudukkan gisel di kursi meja rias. Di sana bahkan Jeremy bisa bersikap manis dengan mengeringkan rambut gisel dan menyisirnya.


Jika dulu pasti gisel akan sangat bahagia di Perlakukan seperti ini tapi berbeda dengan yang sekarang, ia menatap pantulan dirinya di cermin, mata yang bengkak karena terus menangis, pipi yang lebam karena di pukul tongkat baseball ketika pertama kali bertemu Jeremy,serta dagu yang biru akibat cengkraman Jeremy yang kuat.


"Bagaimana? Cantik bukan? " tanya Jeremy ketika memperlihatkan hasil karya nya pada rambut gisel. Rapi memang rambutnya di ikat dengan sangat rapi dan jujur gisel menyukai nya. Ia hanya mengangguk.


"Hey!Tersenyumlah! Biasanya kamu akan selalu tersenyum ketika melihat ku.Ada apa dengan kali ini? Bukankah kamu senang jika seseorang yang kamu kagumi berbuat seperti ini?"

__ADS_1


'tentu saja ini karena mu, brengsek' umpat gisel dan tentu saja di dalam hati nya,ia tidak ingin membuat Jeremy marah dan berubah pikiran,gisel pun tersenyum mengikuti kemauan Jeremy.


"manis sekali"puji nya,


"kamu tau...melihat mu seperti ini membuat ku teringat kepada ibu ku. Ah,aku merindukan wanita itu" Lanjut Jeremy bernostalgia, gisel sedikit tertarik untuk mendengar lebih jauh sosok yang di depan nya ini namun Jeremy terlihat sedang tidak ingin membahas hal ini, dia langsung keluar setelah meletakkan gisel kembali ke atas kasur dan membaringkannya kemudian dia keluar dan mengunci pintu itu.


Oh ayolah! Tidak di kunci pun gisel tidak bisa lari dari sini. Gisel yang sedang sendiri itu mulai merenung apa yang bisa dia lakukan di sini, ponsel dan tas nya ia tidak tau sekarang ada di mana, mungkin di basement. Ia benar-benar bosan hingga melihat ke samping nya, di sana ada meja yang di bawah meja Itu terdapat album?  Gisel tertarik untuk melihat isi album itu kemudian dengan susah payah ia meraih album tersebut dan berhasil. Ia mulai membuka lembar per lembar isi album itu ternyata itu album keluarga Jeremy. Di sana juga ada foto Jeremy sewaktu masih kecil.


"imutnya" lirih gisel. Ketika sedang asik membolak-balik isi album itu,gisel dikagetkan dengan suara pintu terbuka serta Jeremy yang tiba-tiba meraih album itu.


"Apa yang kamu lakukan, hah?  Mengambil barang orang lain tanpa izin" omel nya


"Itu...Foto keluarga mu? "tanya gisel tanpa rasa bersalah,jeremy menatapnya kemudian mengembuskan nafas nya


"Tidak perlu ku jawab pun kamu juga sudah tau jawaban nya" jawab Jeremy kemudian meletakkan kembali album itu di bawah meja dan mengambil dua mangkuk mie instan yang sebelumnya di letakkan di atas meja sebelum merebut album dari gisel.


"ehm,Jeremy!Apa kamu tidak makan sesuatu selain makanan instan? " tanya gisel hati-hati.


"Aku tidak memasak,memasak membuat ku lelah,kenapa? "


"Aku...biarkan aku memasak untuk mu " pinta gisel


"Hah? "


"Iya... Biarkan aku yang memasak. Setidaknya itu yang bisa ku lakukan di sini"

__ADS_1


"Atas dasar apa kamu mau memasakkan ku makanan? "


"Aku hanya merasa bosan jika terus-terusan berdiam diri di kamar ini" Jeremy tidak menjawab,ia menatap gisel dengan pandangan haru?


"Jeremy? " panggil gisel, ia melihat ada yang berbeda dengan tatapan Jeremy, tiba-tiba Jeremy menggenggam tangan gisel dan membawa nya ke pipi nya.Jeremy memejamkan matanya seolah menikmati tangan gisel di pipinya.


"Tangan seperti ini.Sudah lama aku tidak mendengar ada yang mau memasakkan ku makanan dengan tangan ini " lirihnya


"Kamu baik-baik saja, Jeremy? "


"Aku merindukan dia. Aku ingin makan masakan nya."


"Dia siapa? "


"Ibu ku"


"Ibu?" tanya gisel heran, Jeremy membuka matanya dan menatap tajam gisel.


"Kenapa kamu bertanya? Jika memang ingin memasak, ayo cepat lakukan! " Jeremy kembali menggendong gisel dan membawa nya ke dapur. Di sana ia di dudukkan di atas  kursi roda supaya memudahkan gisel untuk berpindah tempat ketika memasak.


Gisel mulai melakukan tugasnya, memasak dan menghidangkan nya untuk Jeremy yang sudah menunggu nya di meja makan. Aroma yang harum langsung menggoda dan membangkitkan rasa lapar Jeremy. Dengan tergesa ia menyantap makanan itu.


"Aku tidak tau ternyata kamu pandai dalam memasak"puji Jeremy


"Apakah kamu suka makanan nya?"

__ADS_1


"Tentu saja" gisel tersenyum ketika mendengar seseorang memuji masakan nya. Setidaknya ini menjadi alasan Jeremy untuk tidak membunuhnya.


__ADS_2