BASEMENT SENDING YOU LOVE!

BASEMENT SENDING YOU LOVE!
18. Salah paham


__ADS_3

"kamu mau kemana?"tanya Gisel ketika melihat Jeremy memasuki kamarnya dengan pakaian yang sudah rapi.


"Mengajak mu keluar,kamu setuju?"ucap nya,gisel kaget.


"Bukankah Minggu kemarin sudah?"


"Apa menurut mu itu pantas di katakan sebagai jalan-jalan?kamu hanya menunggu di dalam mobil" jelas jeremy,Gisel tampak berpikir. Ya memang kemarin dia hanya diam di dalam mobil bahkan sampai mereka pulang.


"Ayo ku bantu kamu siap-siap" lanjut jeremy kemudian ia mengangkat gisel dan membawanya ke kamar mandi. Di sana ia membiarkan gisel menyelesaikan urusannya, setelah gisel selesai Jeremy membantu gisel bersiap-siap. Begitu mereka keluar, ternyata taksi sudah menunggu mereka. Jeremy memberikan topi dan masker pada gisel. Gisel yang menyadari maksud pemberian itu pun hanya menuruti nya saja.


Dan di sinilah mereka di tengah kota. Mereka berjalan-jalan mengelilingi kota tersebut dengan Gisel yang harus di bantu memakai tongkat karena kakinya yang masih belum bisa di gunakan untuk berjalan dengan normal.


"Ada tempat yang ingin kamu datangi?"tanya jeremy ketika mereka beristirahat di sebuah taman di kota itu.


"Sepertinya tidak ada"jawab Gisel


"Kamu yakin?"


"Iya,aku yakin" mendengar jawaban gisel Jeremy hanya diam menatapnya kemudian sebuah deringan ponsel berbunyi dan itu milik Jeremy.


"Baiklah tunggu aku di sini,aku akan segera kembali!" Ucapnya lalu jeremy pun pergi meninggalkan gisel sendirian dalam penyamaran nya. Gisel menatap langit,ia merenungi nasibnya. Ia mengingat-ingat keseharian nya belakangan ini. Keseharian bersama Jeremy.


Orang yang pernah dia kagumi ternyata mempunyai sisi gelap dan gisel yang menjadi saksi nya. Meskipun Jeremy sering berbuat kasar padanya tapi entah kenapa gisel tetap tidak ingin jauh dari jeremy. Padahal dulunya dia ingin sekali keluar dari rumah nya dimana dia di sekap. Dan sekarang dia sedang di luar rumah, seharusnya dia bisa segera pergi dan meminta bantuan. Tapi gisel tidak melakukannya. Semenjak kehadiran bayi di dalam perut nya,sikap jeremy berubah dan perubahan itulah yang membuat gisel berpikir kembali untuk meninggalkan Jeremy atau tidak. Gisel tersenyum,ia sendiri juga tidak bisa mengerti dengan perasaannya. Seharusnya ia membenci jeremy karena telah menyakitinya dan menghamili nya tetapi sekarang dia bahkan tidak ingin berpisah dengan jeremy.


Di saat ia sedang asik memikirkan tentang kehidupannya, seorang pria datang menghampiri gisel.

__ADS_1


"Gisel,apa itu kamu?"tanya pria itu,tentu saja gisel terkejut. Bagaimana pria itu masih bisa mengenali gisel yang memakai topi dan masker. Gisel mencoba mengingat siapa pria di depannya itu.


"Apa aku benar? Kamu gisel? Apa kamu mengingat ku? Ini aku Johan,teman satu SMP dengan mu"ucapnya memperkenalkan diri. Ah,iya gisel sekarang ingat. Pria di depannya ini adalah teman semasa SMP nya. Pria ini adalah orang yang dulu pernah menyatakan perasaan padanya. Namun gisel cukup yakin mereka tidak terlalu dekat lalu bagaimana pria ini bisa mengenalinya? Ini akan menjadi sesuatu yang gawat jika pria di depannya menyadari ada yang salah dengan gisel. Gisel mengkhawatirkan jeremy yang belum juga kembali.


"Ehm,,,maaf sepertinya anda salah orang" jawab gisel mencoba menutupi identitasnya


"Apa?benarkah? Tapi aku cukup yakin kamu gisel,bisakah kamu membuka masker mu?aku hanya ingin memastikan!"pinta Johan,tentu saja gisel tidak ingin menurutinya.


"Maafkan saya,saya bukan orang yang anda kenal,saya bahkan tidak mengenali anda" jawab gisel lagi


"Tapi aku tidak percaya,gisel kenapa kamu harus berbohong? Apa kamu benar-benar tidak mengingat ku?" Entah apa yang merasuki Johan sampai ia menarik tangan gisel sehingga membuat topi nya terjatuh. Melihat kesempatan itu,Johan berinisiatif menarik masker gisel. Gisel terkejut ketika maskernya terlepas,ia langsung menatap Johan yang juga sama terkejutnya. Lalu Johan tersenyum senang.


"Iyakan,aku benar kamu adalah Gisel"ucapnya senang, lalu perhatian nya teralihkan pada perut buncit gisel dan tongkatnya.


"LEPASKAN TANGANMU!!!"suara itu,suara berat itu adalah milik Jeremy. Jeremy merasa marah melihat tangan gisel di genggam pria yang tidak dikenalnya. Jeremy segera menghampiri mereka dan menarik Gisel kedalam pelukannya.


"Mau apa kamu dengan istri ku? Dan siapa kamu?"tanya jeremy kesal,Johan terkejut karena ia tidak menyangka gadis yang pernah di sukainya dulu benar-benar sudah menikah.


"Istri? Apa benar kamu sudah menikah gisel? Ini bukan prank atau apapun? Kamu sudah memiliki suami?"tanya Johan masih tidak bisa menerima kenyataan nya karena Johan masih menyimpan perasaan pada gisel.


"Jika kamu tidak mempunyai urusan apapun dengan istri ku,lebih baik sekarang kamu pergi dan jangan mengganggu kami"usir jeremy,Johan hanya mengangguk.


"Maafkan aku sudah menganggu kalian" ucapnya lalu ia pun pergi dengan kebingungan nya. Setelah kepergian Johan, jeremy menatap tajam Gisel. Lalu menarik gisel untuk segera masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu mereka.


Sepanjang perjalanan Jeremy hanya diam membuat gisel merasa tidak enak. Ia ingin mengatakan sesuatu tetapi ekspresi Jeremy seolah memberitahu nya untuk tidak mengajaknya berbicara.

__ADS_1


"J-jeremy,,soal yang tadi-"ucapan Gisel terputus begitu melihat tatapan Jeremy yang menatapnya


"Kita sudah sampai,turunlah!" Perintahnya,Gisel hanya bisa mengangguk dan turun di bantu oleh jeremy. Begitu sampai di dalam rumah,Gisel masih ingin menjelaskan tentang kesalahpahaman tadi. Ketika Gisel membalikkan badannya sebuah tamparan keras datang mengenai pipi nya hingga membuat nya terjatuh karena tidak siap dengan tamparan yang tiba-tiba itu.


Plakk....


Gisel memegang pipinya menatap Jeremy yang terlihat sangat marah.


"J-jeremy,,kenapa?"tanya nya terbata-bata. Jeremy menarik rambut gisel sehingga membuat gisel mendonggakkan wajahnya.


"Kamu masih bertanya kenapa? Setelah apa yang terjadi di taman tadi? Padahal aku pergi tidak lama tapi kamu sudah menggoda pria lain? Kamu masih bertanya kenapa?"jelas jeremy dengan ekspresi marah dan ucapan nya yang penuh penekanan lalu ia kembali menampar pipi gisel. Gisel berteriak karena kesakitan. Air matanya mulai mengalir. Kedua pipinya terasa sangat perih dan panas. Bahkan sudut bibirnya juga mengeluarkan darah akibat tamparan keras itu.


"Kamu salah paham,dia-"


"DIAM Gisel! Aku tidak perlu penjelasan mu, sekarang lebih baik kamu mati saja. Aku tidak butuh wanita penggoda seperti mu" ucap jeremy,ia lalu mencekik leher Gisel. Gisel meronta-ronta minta di lepaskan. Kepalanya mulai pusing dan kesadaran nya mulai menghilang. Dia tidak menyangka karena kesalahpahaman tadi membuat jeremy semarah ini. Air matanya terus mengalir tanpa henti,ia berharap Jeremy segera melepaskan cengkraman tangannya di leher nya.


"APA YANG KAMU LAKUKAN JEREMY!!!!!?"teriak Josh yang berdiri di belakang Jeremy. Josh segera menarik tubuh jeremy kebelakang sehingga cengkraman di leher gisel terlepas. Padahal niat Josh tadi hanya ingin mengunjungi rumah mereka saja tetapi ketika ia mendengar suara teriakan gisel,Josh segera berlari dan memasuki rumah. Ia terkejut melihat jeremy yang mencekik leher Gisel.


"Apa kamu sudah gila Jeremy?kenapa kamu melakukan ini?"tanya Josh marah,ia tidak habis pikir dengan kelakuan Jeremy. Jeremy yang tersadar akan perbuatannya langsung melihat Gisel yang sedang terbatuk-batuk dan menangis. Ia sendiri tidak mengerti kenapa ia melakukan itu. Bahkan ia hanya bisa terdiam saat melihat Josh menghampiri gisel. Ia ingin marah tapi mengingat kondisi Gisel sekarang dia tidak bisa marah. Ini salahnya.


"Apa kamu baik-baik saja?kamu bisa berdiri?"tanya Josh pada gisel yang masih terbatuk-batuk karena merasa sakit di lehernya. Gisel hanya mengangguk sebagai jawaban nya.


"Ayo,ku antar kamu ke kamarmu aku akan memeriksa kandungan mu"ucap Josh yang langsung di iyakan Gisel. Akhirnya mereka pergi meninggalkan Jeremy yang masih diam membisu di ruang tamu. Sebelum pergi Gisel sempat melihat jeremy dan itu membuat nya tidak tega sebenarnya tetapi mengingat perbuatan nya tadi,ia malah lebih khawatir dengan kondisi bayinya akibat terjatuh tadi.


Jeremy mencengkram kuat rambutnya. Ia tidak habis pikir dengan perbuatannya barusan. Kenapa dia harus merasa semarah itu? Memang nya siapa gisel? Hanya seorang gadis yang kebetulan pernah di temuinya dulu,seorang rekan kerja,dan penyusup yang akhirnya di sekap di rumah nya. Tetapi melihat Gisel bersama pria lain seperti tadi membuat nya sangat marah.

__ADS_1


__ADS_2