
"jadi,apa yang ingin kamu ketahui?" tanya Jeremy.
"Kenapa kamu membunuh orang tua ku?"
"Oh itu,,aku tidak sengaja" jelas jeremy dengan ekspresi mengingat kejadian 12 tahun silam dan tentu saja Gisel tidak terima dengan alasan semacam itu.
"Jelaskan padaku sebenarnya kenapa? Kenapa kalian melakukan itu?apakah orang tua ku punya salah pada kalian?" Pertanyaan bertubi akhirnya muncul dari bibir Gisel yang sudah tidak sabar ingin mendengar jawabannya.
"Kamu tau apa pekerjaan ku?"
"pekerjaan apa?"
"kamu yakin mau tau?" gisel mengangguk
"pembunuh bayaran. Aku bekerja sebagai pembunuh bayaran dan ku pikir pekerjaan itu tidak buruk karena kami hanya menerima tugas dari seseorang yang akan membayar kami hanya untuk membunuh seseorang yang tidak di sukai pelanggan kami, hanya itu"
"tidak buruk kata mu? Hei itu bahkan sangat buruk kau tau!!" teriak gisel tiba-tiba mengagetkan Jeremy,seketika menyadari kesalahan nya gisel meminta maaf.
"lalu... Orang tua ku? "
__ADS_1
"tidak... Orang tua mu tidak ada sangkutan dengan pekerjaan kami"
"tapi kenapa kalian membunuh mereka jika tidak ada yang menyuruh kalian?" tanya gisel berusaha menahan tangisnya
"Itu karena drake,dia sudah menyukai ibu mu jauh sebelum ayah mu menikahi ibu mu" jelas jeremy
"apa?"
"awalnya kami tidak ada niatan untuk membunuh mereka, drake hanya menginginkan mu untuk di bunuh nya agar orang tua mu merasa kehilangan tapi aku saat itu tidak tega dengan gadis berusia 12 tahun itu dan ingin menyelamatkan nya tapi aku harus memikirkan cara agar drake tidak curiga lalu menyarankan drake untuk membawa mu pergi dari rumah itu" Lanjut Jeremy, gisel nampak berpikir ia ingat kejadian itu di mana laki-laki yang memakai topeng itu menarik nya keluar.
"orang tua mu pasti salah paham mungkin berpikir aku akan menculik mu,mereka menghalangi ku dan mau tidak mau aku harus membunuh mereka di bantu oleh drake, kamu ingat bahkan saat itu aku menyuruhmu untuk lari dan menyelamatkan adik mu sembari kami sibuk dengan orang tua mu?" tanya Jeremy,iya gisel ingat sekarang alasan kenapa dia bisa selamat di malam itu. Jangankan orang tua nya,gisel saja awalnya juga berpikir dia akan di culik.
"Yahh... Aku tidak punya pilihan lain dan hey aku tidak akan membunuh jika tidak ada yang akan membayar ku,itu hanya akan membuang-buang waktu ku saja" ujar Jeremy
"Ku pikir setelah malam itu kita tidak akan bertemu lagi namun siapa sangka kamu bekerja di kedai yang sama dengan ku, hahaha" Jeremy mengakhiri cerita nya dengan tawa nya yang membuat gisel terdiam
"Yahh mungkin cukup sampai di situ penjelasan ku, kamu senang sekarang?" gisel diam, dia berusaha mencerna semua cerita Jeremy tadi.
"lalu apa yang kamu lakukan sekarang? Kenapa kamu mengurungku? Dan kenapa kamu tidak membunuh ku seperti yang kamu lakukan pada gadis Itu?"
__ADS_1
"hemm kenapa ya, aku hanya ingin bermain-main dengan mu karena aku sangat marah saat tau kamu lancang memasuki rumahku apalagi basement dan saat itu benar-benar membuat ku ingin membunuh mu" jelas Jeremy dengan santai,gisel tidak terlalu terkejut mendengar itu karena sedari awal dia sudah menyadari kesalahan nya.
"dan gadis itu kenapa kamu membunuhnya?bukankah dia sedang mengandung anak mu? "
"itu karena gadis itu adalah target kami selanjutnya"
"hah?"
"kamu tau kan pekerjaan ku apa, aku bisa melakukan apa saja dengan tampangku,dia bahkan tidak menyadari aku sudah merencanakan ini semua.Awalnya aku ingin langsung membunuhnya tapi saat itu dia sangat kekeh ingin bersama ku dan akhirnya aku bermain-main dengan target ku sebelum membunuhnya dan tidak ku sangka dia hamil dan seperti yang kamu tau dia menemui ku di kedai untuk meminta tanggung jawab"
" kamu tau itu anak mu dan kamu tetap membunuhnya?" tanya gisel sedikit kesal sedangkan Jeremy mengangkat bahu.
"Oh ayolah,dia itu pelacur,belum tentu dia hamil anak ku, lagipula sedari awal dia adalah target yang harus ku bunuh"
"aku tidak habis pikir Jeremy,lalu bagaimana nasib ku? Apa aku akan berakhir seperti gadis itu?" lagi-lagi Jeremy mengangkat bahu nya
"siapa yang tau,sudahlah sekarang giliran ku bertanya apa yang di katakan drake pada mu tadi?"
"mengatakan apa? Kamu bahkan sudah menjawab semua nya" setelah mengatakan itu gisel menarik selimut dan langsung tidur membelakangi Jeremy yang saat itu masih berada di sana dengan tampang yang heran dan akhirnya Jeremy terkekeh kemudian pergi dari sana setelah mengucapkan selamat tidur pada gisel.
__ADS_1
Di balik selimut sebenarnya gisel masih marah pada Jeremy tapi dia menahan dirinya untuk menjambak rambut Jeremy karena apapun yang akan di lakukannya tidak akan mengembalikan orang tua nya. Dia tau itu.