Batas Cinta (#S1)

Batas Cinta (#S1)
Pertandingan yang bikin malas


__ADS_3

~Jumat pagi


"Pertandingan basket akan segera dimulai, harap semua ke lapangan basket !" Suara speaker sekolah


"Wahhhhh, udah mau mulai nih, ayo kita kesana!" Mala mengajak Asma dengan penuh semangat empat lima


"Tapi aku males nih, mending disini ajah ya Mal" Asma menjawab dengan nada malasnya, ia masih merebahkan kepalanya ke meja


"Tapi kamu sendiri lho"


Asma meliha satu persatu temannya yang keluar dari kelas"Kok bisa, ini kan cuma pertandingan bisa Mal?" Tanya Asma heran


"Ini kan pertandingannya kak Armand yang ganteng keren itu"


"Yau dah deh Asma ikut, dari pada sendiri sama nyamuk" Asma berdiri


"Apa istimewanya sih"


********


"Gua bingung nih Li " Sahut Jalu


"Kenapa, pasti loh bingung karena masalah Asma" Ali menebak , dan ternyata itu bener dugaan Ali


"Tau tuh, loh bilang ajah ke dia, jadi osis itu membuat kita berpengalaman!"


Jalu memang tak marah Ali bicara dengan nada Keras, karena dikantin itu lagi sepi, mereka semua ke pertandingan itu


"Lu bilang sendiri ajah Jal, kok gua terus sih , nanti bisa bisa dia suka ke Gua, gimana , loh mau, kalo gua sih mau " Ali menepuk pundak Jalu sambil tersenyum


Lalu Jalu meninggalkan Ali yang sedang enak enaknya makan di kantin


"Yee......, dia malah pergi"


Menurut kalian nih readers, Jalu itu suka gak sama Asma, tapi kalian tau gak kenapa Jalu bisa suka sama Asma. ini rahasia nya Author, nanti Author kasih tau.

__ADS_1


Sebenarnya Author cuma mau nambah teks, biar cepet sampek 500, haha..., maaf ya readers


*******


"Dia kan di kasih tugas ma gue, karena dia wakil di kantor, Arghhhhh...!!" Jalu membanting keras bukunya , untung saja di dalam kelas tak ada seorangpun, hanya Jalu sendiri, karena mereka menonton pertandingan basket di lapangan


Tap tap tap........


Terdengar suara langkah kaki seseorang,


"Haduhhh..., kok pada sepi di sini, masa semua penghuni kelasnya pergi nonton pertandingan basket," Ujarnya orang tersebut yang masih terdiam di depan kelas Jalu


Lalu orang tersebut duduk di bangku yang ada di depan kelas Jalu


"Siapa tuh anak, tumben ada cewek yang ga suka pertandingan basket, ya gua tau sih bukan karena suka ma pertandingannya, tapi suka sama Armand yang terkenal itu,?" Jalu membatin sambil melihat orang tersebut yang tak lain Asma


Asma melihat kearah pintu kelas tersebut, lalu ia membacanya " Oh kelas XI putra ya" Lalu Asma mebalikan badannya dan duduk didepan kelas XI


" Mending duduk disini dulu, Disini gak ada orangnya juga kan, kalo ga ada, aku santai ajah"


Asma beranjak dari tempat duduknya, dia hanya diam tak berkata apa apa,


"Bodoh bodoh kamu Asma, bisa bisanya bilang ga ada orang, aduh..."


"Kenapa disini, tumben ga nonton pertandingan" Jalu bertanya lagi sambil menatap Asma


"Jantung gue kenapa nih, kok gini, biasanya kan enggak, apa gua punya riwayat serangan jantung ya, enggak deh kayaknya, tenang dong Jal....!


"Maaf kak " Asma tertunduk


Asma ini tertunduk karena ia tak ingin wajahnya dilihat oleh seorang laki laki yang ada di di hadapannya ini


"Kok maaf, bukannya jawab "


"Emang aku harus jawab apa ya, mending aku jawab aku mau pergi nonton "Gumam Asam sambil memutar otaknya

__ADS_1


" Aku kesana dulu kak" Asma menjawab yang tak sesuai dengan batinnya tadi, ia meninggalkan Jalu begitu saja dan berjalan ke arah kanan


"Bukannya pertandingan basket itu ada di jalan kiri ya?" Ujar Jalu yang masih heran kenapa Asma lewat jalur kanan, bukannya kiri


Duhhhh...., dari saking takutnya, si Asma ini salah jalur guys, pasti malu nih....., sabar ya Asma hehe, sekedar nambah teks......


Langkah Asma terhenti mendengar ucapan Jalu, ia juga bingung, kenapa ia bisa ke arah kanan, bukannya kiri, Asma membalikkan badannya dan berjalan ke arah kiri


"Lupa kak" Jawab Asma sambil tersenyum , agar Jalu tak merasa aneh


"Malu makuin kamu kaki, kan arah lapangan di kiri bukan dikanan, aku kan jadinya malu, moga moga kak Jalu gak tertawain Asma, aduhhh....."


Jalu tersenyum " Bisa ajah " Jalu membatin sambil melihat Asma yang makin jauh dilihatnya, ia masih tersenyummpada Asma dan tingkah Asma yang segitunya


"Kok kamu Asma " Sahut Ali yang berarah lawan


"Iya kak" Asma tersenyum sebagai tanda ramah


_________


"Asma, besok sore bareng ya berangkat mengajarnya ke MD !" Hafids membuka percakapan


"Iya kak"Jawabnya simple


" Udah pinter pinter semua ya anak Abi, ga kayak Abinya, kerjaannya di kantor terus, kalian malah mengajarkan ilmu yang bermanfaat untuk seseorang" Ujar Abi merasa bangga dengan kedua anaknya


"Justru Abi lah yang membuat kami seperti ini, kalau ga ada Abi, mungkin aku sama Asma gak akan begini" Hafids menjawab dengan pujian


"Iya makasih ya Bi, telah sabar mendidik kami"


"Iya nak" Abi tersenyum bangga, sekaligus terharu


___________


@REZHAZULFA

__ADS_1


__ADS_2